2 Hari Hilang, Balita Ditemukan Meninggal di Sungai Kalibaru Depok

ARY
Petugas gabungan mengevakuasi jasad balita yang ditemukan tewas di aliran Sungai Kalibaru, Depok usai dia hari menghilang, Senin (9/6/2025). (Foto: Instagram @depokfirerescue113)

adainfo.id – Duka menyelimuti keluarga di Kecamatan Tapos, Kota Depok, setelah balita berusia 18 bulan berinisial NAH ditemukan meninggal dunia di Sungai Kalibaru, Senin (9/6/2025).

Jasad korban ditemukan oleh tim gabungan SAR dan Damkar Kota Depok setelah dua hari melakukan pencarian intensif.

Menurut informasi dari Kepala Bidang Pengendalian Operasional Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Depok, Tesy Haryati, pencarian dimulai sejak pukul 08.00 WIB.

Kemudian petugas berhasil menemukan jasad korban pada pukul 10.04 WIB, dalam posisi telentang.

“Alhamdulillah jasad NAH akhirnya ditemukan. Ini hari kedua pencarian dan kondisi sungai sedang surut, sehingga memudahkan tim dalam menemukan korban,” ujar Tesy.

Korban Diduga Terpeleset Saat Bermain

Tesy menerangkan, dugaan awal menyebutkan bahwa NAH terpeleset saat bermain di sekitar sungai, yang berada tak jauh dari rumahnya.

Meski tidak ada saksi mata yang melihat langsung kejadian, bukti-bukti di lokasi kejadian mengarah pada kemungkinan tersebut.

“Kami temukan jejak seperti orang yang tergelincir di tanah yang licin. Ini memperkuat dugaan bahwa korban terpeleset saat bermain di sekitar Sungai Kalibaru,” kata Tesy.

Korban diketahui menghilang dua hari sebelumnya. Sejak saat itu, keluarga bersama warga langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang, hingga pencarian dilakukan oleh tim gabungan.

Imbauan Orang Tua untuk Pengawasan Ekstra

Kejadian tragis ini menjadi peringatan serius bagi seluruh orang tua, terutama yang tinggal di lingkungan dekat sungai atau area berbahaya lainnya.

Tesy mengingatkan agar pengawasan ekstra diberikan kepada balita, yang dalam masa tumbuh kembangnya sangat aktif dan belum bisa menyadari bahaya di sekitarnya.

“Anak usia balita sangat aktif. Pengawasan langsung oleh orang tua sangat penting, apalagi jika tinggal di daerah yang berbatasan dengan sungai atau saluran air lainnya,” imbau Tesy.

Ia menambahkan, pengawasan bukan hanya dalam konteks di lokasi yang berisiko, tetapi juga dalam rutinitas harian anak-anak di lingkungan rumah.

Kini, jasad balita itu telah diserahkan kepada keluarga untuk dilak proses lebih lanjut.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *