Kawasan Stasiun Depok Baru Akan Ditata, Fokus pada Kenyamanan dan Keamanan Penumpang
adainfo.id – Stasiun Depok Baru akan segera berbenah. Pemerintah Kota Depok, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 1 Jakarta, dan Balai Teknik Perkeretaapian (BTP) Kelas I Jakarta sepakat melakukan penataan kawasan guna meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna KRL.
Kesepakatan ini lahir setelah digelar pertemuan membahas kondisi kawasan stasiun yang masih dinilai perlu banyak pembenahan, baik dari aspek infrastruktur maupun fasilitas pendukung.
Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, menegaskan bahwa kawasan Stasiun Depok Baru harus ditata ulang agar lebih aman, nyaman, dan ramah bagi semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas serta lanjut usia.
“Kalau kita lihat, area Stasiun Depok Baru jalannya becek, sering tergenang banjir, dan berlubang. Malam hari juga kurang penerangan sehingga terasa rawan dan membahayakan,” kata Chandra, dikutip Rabu (27/08/2025).
Chandra mengaku ikut merasakan langsung kondisi tersebut karena juga merupakan pengguna KRL.
Untuk itu, Pemkot Depok berkomitmen memperbaiki jalan berlubang dan genangan air di sekitar stasiun.
Fasilitas Inklusif Masih Terbatas
Chandra juga menyoroti masih terbatasnya aksesibilitas untuk penyandang disabilitas dan lansia.
Salah satu contohnya adalah jalur penyeberangan dari timur ke barat stasiun yang masih harus melalui bawah tanah, yang dinilai belum ramah.
“Kita berharap ke depan ada fasilitas yang lebih inklusif agar Stasiun Depok Baru benar-benar bisa diakses semua orang,” ujarnya.
Selain aksesibilitas, Chandra juga menekankan pentingnya penataan parkir dan jalur angkot.
Menurut Chandra ketertiban transportasi di kawasan stasiun akan meningkatkan kenyamanan pengguna KRL.
Kolaborasi Bersama KAI Daop 1 Jakarta
Dukungan penuh datang dari Executive Vice President KAI Daop 1 Jakarta, Yuskal Setiawan, yang menegaskan komitmen kolaborasi dengan Pemkot Depok dan BTP Kelas I Jakarta.
“Karena ini berada di wilayah Kota Depok, kami ingin semua pihak terlibat. Selain itu, beberapa fasilitas juga perlu ditambah, salah satunya penerangan,” jelas Yuskal.
Yuskal menekankan perlunya penambahan lampu penerangan di sekitar stasiun agar suasana lebih aman, terutama pada malam hari.
Hal ini penting mengingat pengguna Stasiun Depok Baru bisa mencapai puluhan ribu orang setiap hari.
“Saya minta kepada KCI untuk membantu menambah lampu penerangan di sekitar stasiun agar tidak terlihat gelap, mengingat pengguna di sini mencapai puluhan ribu orang per hari,” beber Yuskal.
Potensi Besar Lahan Milik BTP
Penataan Stasiun Depok Baru juga mendapat dukungan dari BTP Kelas I Jakarta, selaku pemilik lahan di kawasan tersebut.
Diketahui, lahan di sekitar stasiun dengan luas sekitar 7 hektar merupakan milik BTP/Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).
Dengan lahan seluas itu, kawasan stasiun memiliki potensi besar untuk pengembangan kawasan terpadu.
Baik dari sisi transportasi, ruang publik, hingga tata kelola parkir dan fasilitas penunjang lainnya.
“Dengan luas lahan yang ada, tentu potensi pengembangan kawasan stasiun cukup besar. Karena itu kita perlu duduk bersama agar penataan berjalan optimal dan tidak parsial,” tegas Yuskal.
Sebagai tindak lanjut, jajaran Pemkot Depok bersama KAI Daop 1 Jakarta dan BTP Kelas I Jakarta melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
Tinjauan Lapangan Pemkot Depok, KAI, dan BTP
Selain Stasiun Depok Baru, rombongan juga meninjau kondisi di Stasiun Pondok Cina, yang dinilai memiliki karakteristik serupa dan juga membutuhkan pembenahan fasilitas.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menyusun rencana teknis penataan stasiun secara menyeluruh.
Sehingga tidak hanya mempercantik tampilan luar, tetapi juga meningkatkan kenyamanan pengguna transportasi publik.
Penataan kawasan Stasiun Depok Baru diharapkan dapat memberikan wajah baru transportasi publik di Kota Depok.
Dengan perbaikan jalan, penerangan, akses disabilitas, hingga pengelolaan parkir dan angkutan umum, masyarakat bisa merasakan pelayanan yang lebih baik.