Jangan Tunggu Sakit, Periksa Gigi Anak Secara Rutin Bisa Hindari Kerusakan Parah

ARY
Ilustrasi pemeriksaan gigi anak secara rutin penting dilakukan. (Foto: Pexels/cottonbro studio)

adainfo.id – Kesadaran menjaga kesehatan gigi dan mulut masih sering terabaikan, padahal masalah seperti karies gigi bisa berdampak luas pada kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Anak-anak menjadi kelompok paling rentan terserang penyakit ini karena pola kebiasaan menyikat gigi yang belum teratur, konsumsi makanan manis berlebihan, serta minimnya pengawasan dari orang tua.

Karies gigi sendiri merupakan penyakit infeksi pada jaringan keras gigi yang disebabkan oleh bakteri penghasil asam dari sisa makanan.

Bila tidak segera ditangani, penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi serius, mulai dari rasa sakit, gangguan makan, hingga berpengaruh pada pertumbuhan anak.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Mary Liziawati, menegaskan pentingnya membiasakan anak menyikat gigi di waktu yang tepat.

Menurutnya, dua momen paling efektif adalah setelah sarapan dan sebelum tidur.

“Kalau malam tidak sikat gigi, sisa makanan bisa jadi sumber bakteri. Karena saat kita tidur, mulut pasif tetapi bakteri justru aktif,” ujarnya dikutip Minggu (14/09/2025).

Ancaman Rampan Karies pada Anak

Mary menjelaskan bahwa kebiasaan buruk tidak menyikat gigi secara teratur bisa mengakibatkan berbagai masalah.

Plak yang menempel akan berubah menjadi asam dan merusak lapisan gigi, sehingga menimbulkan lubang bahkan infeksi.

Masalah ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa, tetapi juga pada anak-anak.

Salah satunya adalah rampan karies, kondisi ketika sebagian besar gigi susu mengalami kerusakan dalam waktu singkat.

“Rampan karies merupakan salah satu masalah gigi yang sering menyerang anak. Penyakit ini membuat sebagian besar gigi susu rusak dalam waktu cepat,” jelas Mary.

Selain itu, gigi depan keropos atau berubah warna juga sering ditemukan pada anak-anak.

Hal ini biasanya disebabkan jarang menyikat gigi atau kesalahan teknik saat menyikatnya.

Peran Orang Tua dalam Mencegah Karies

Menurut Mary, keterlibatan orang tua sangat penting dalam membentuk kebiasaan menjaga kesehatan gigi anak sejak dini.

Orang tua perlu memastikan anak menyikat gigi dengan benar dan konsisten setiap hari.

“Kontrol ke dokter gigi juga penting, minimal enam bulan sekali,” tuturnya.

Ia menambahkan, pengenalan perawatan gigi sejak kecil tidak hanya mencegah karies.

Akan tetapi juga mengajarkan anak tentang pentingnya pola hidup sehat.

Dengan demikian, anak-anak terbiasa menjaga kebersihan mulut hingga dewasa.

Selain rutinitas menyikat gigi, faktor pola makan juga menjadi perhatian penting.

Anak-anak cenderung mengonsumsi makanan dan minuman manis seperti permen, cokelat, hingga minuman bersoda.

Kandungan gula tinggi pada makanan tersebut menjadi sumber utama pertumbuhan bakteri penyebab karies.

Jika tidak segera dibersihkan, sisa makanan akan menempel pada gigi, membentuk plak, dan memicu kerusakan.

Oleh karena itu, menyikat gigi setelah sarapan dan sebelum tidur malam menjadi kunci utama pencegahan.

Pentingnya Edukasi Kesehatan Gigi di Sekolah

Dinkes Kota Depok juga mendorong adanya edukasi kesehatan gigi di sekolah-sekolah.

Selain itu, kolaborasi antara sekolah, puskesmas, dan orang tua juga sangat diperlukan.

Dengan demikian, anak-anak tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga terbiasa mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan seperti penyuluhan, pembagian sikat gigi gratis, hingga pemeriksaan massal di sekolah telah dilakukan secara berkala.

Langkah-langkah ini diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat terhadap biaya perawatan gigi yang cukup tinggi bila sudah terjadi kerusakan parah.

Gigi yang sehat berpengaruh besar terhadap kualitas hidup, mulai dari kemampuan berbicara, mengunyah makanan, hingga kepercayaan diri seseorang.

Meski berbagai program telah digencarkan, masih banyak masyarakat yang menyepelekan kesehatan gigi.

Tidak sedikit orang tua yang hanya membawa anaknya ke dokter gigi ketika sakit, bukan untuk pemeriksaan rutin.

Padahal, kunjungan ke dokter gigi minimal dua kali dalam setahun sangat disarankan untuk mencegah masalah sejak dini.

Dengan cara ini, gangguan kecil bisa segera ditangani sebelum berkembang menjadi masalah serius.

Kesehatan gigi sejatinya adalah investasi jangka panjang. Menjaga kebersihan mulut sejak dini berarti memberikan pondasi yang kuat bagi kesehatan anak hingga dewasa.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *