Kapolri Apresiasi Brimob di HUT ke-80, Ingatkan Tantangan Global yang Kian Kompleks

ARY
Sambutan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat tasyakuran HUT ke-80 Korps Brimob Polri di Mako Brimob Kelapa Dua, Kota Depok, Jumat (14/11/25). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan apresiasinya kepada seluruh jajaran Korps Brimob Polri.

Ia menilai pasukan elit ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan Indonesia.

Pernyataan itu disampaikan Kapolri saat menghadiri syukuran HUT ke-80 Brimob di Kelapa Dua, Kota Depok, Kamis (14/11/2025).

Dalam sambutannya, Kapolri menyebut Brimob bukan hanya sigap dalam merespons gangguan Kamtibmas.

Tetapi juga berperan strategis dalam mendukung berbagai program nasional, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), ketahanan pangan, hingga aksi-aksi kemanusiaan.

Kapolri mengingatkan seluruh personel Brimob agar tetap siaga dan tidak lengah di tengah situasi global yang terus berkembang secara cepat.

“Dalam kesempatan ini saya tentunya selalu mengatakan kepada rekan-rekan Brimob bahwa kita harus selalu siap menghadapi berbagai macam tantangan, karena ini membutuhkan kehadiran Brimob sebagai representasi negara untuk terus bisa tampil prima, tampil terbaik,” papar Kapolri.

Tantangan Global Mengintai, Brimob Diminta Perkuat Kapasitas

Kapolri juga mengingatkan bahwa Global Risk Report 2025 telah memperkirakan munculnya berbagai ancaman berat dalam dua tahun ke depan.

Beragam tantangan baru akan memerlukan kemampuan teknis yang lebih matang dari pasukan Brimob.

Kapolri merinci sejumlah ancaman utama yang diproyeksikan bermunculan seperti cuaca ekstrem, konflik bersenjata antar negara.

Kemudian polarisasi sosial, misinformasi dan disinformasi, serta cyber espionage dan cyber warfare.

“Sehingga kita siap untuk menghadapi extreme weather event, state based armed conflict, societal polarization, misinformation dan disinformation, serta cyber espionage dan warfare,” ungkap Kapolri

Kapolri menekankan bahwa ancaman tersebut bisa memicu dampak besar bagi kehidupan masyarakat, mulai dari bencana alam hingga maraknya hoaks dan gangguan keamanan digital.

Konflik Global dan Dampaknya di Indonesia

Kapolri juga menyinggung tensi geopolitik internasional, termasuk konflik Rusia–Ukraina dan Israel–Palestina, yang menurutnya akan terus mempengaruhi dinamika keamanan dalam negeri.

Ia mencontohkan bagaimana gelombang demonstrasi besar di Indonesia beberapa waktu lalu menjadi tantangan berat bagi aparat keamanan.

“Beberapa waktu yang lalu terjadi kerusuhan di berbagai negara, salah satunya Indonesia dan ini betul-betul menjadi catatan bagi kita, khususnya menjadi catatan yang kita kenal dengan nama Agustus Kelabu dan Black September,” jelas Kapolri

Selain itu, Kapolri memuji kerja keras seluruh anggota Brimob yang berhasil memulihkan situasi keamanan nasional.

“Alhamdulillah kerja keras dari rekan-rekan kita bisa membalikkan situasi keamanan dan 1.071 orang saat ini kita lakukan penegakan hukum,” terang Kapolri.

Kapolri membandingkan situasi di Indonesia dengan kondisi di negara lain.

Seperti Nepal, Prancis, Peru, dan India yang mengalami gejolak hingga menyebabkan pergantian kepemimpinan.

Detik-Detik Krusial Mengamankan Situasi

Dalam momen reflektif, Kapolri mengungkap kembali detik-detik krusial saat dirinya memimpin pengambilan keputusan di tengah situasi mencekam.

“Saya masih ingat bagaimana saat itu saya didampingi beberapa senior-senior. Kita mengambil suatu keputusan pada saat malam itu kita berunding untuk mengambil langkah yang diperlukan, dan Alhamdulillah itu juga yang bisa membuat moral rekan-rekan semuanya kembali bangkit,” jelas Kapolri.

Kapolri menggambarkan bagaimana situasi di berbagai titik, termasuk wilayah Kwitang, sempat memanas sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh jajaran Brimob.

Menyikapi tantangan kemanan yang makin kompleks, Kapolri berharap Brimob terus meningkatkan kapabilitas untuk menghadapi ancaman lintas negara.

Kapolri mendorong adanya studi banding dan peningkatan kapasitas setara dengan pasukan elit di negara maju.

“Sehingga tentunya kita menghadapkan rekan-rekan memiliki keterampilan dan memiliki kemampuan terbaik yang dibanggakan oleh institusi Polri,” beber Kapolri.

Dankor Brimob: Setia Sampai Akhir dalam Menjaga NKRI

Disisi lain, Komandan Korps Brimob Polri, Komjen Ramdani Hidayat, menegaskan komitmen Brimob untuk selalu berada di garis depan menjaga keutuhan bangsa.

“Yang jelas mereka (anggota Brimob) yang telah gugur bukan karena lemah, tetapi karena keberanian mereka melampaui rasa takut demi kehormatan dan keutuhan bangsa,” papar Ramdani.

Ramdani menegaskan bahwa Brimob selalu menjunjung doktrin pengabdian tanpa ragu.

“Doktrin kami pada seluruh anggota yaitu Brimob Sejati adalah Rastra Sewakottama, api utama pada nusa dan bangsa, senantiasa melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat,” ucap Ramdani.

Ramdani juga menekankan prinsip kesetiaan mutlak Brimob kepada bangsa dan pimpinan negara.

“Negaranya tetap NKRI, Presidennya Presiden sekarang, Kapolri nya Kapolri sekarang, kita tidak akan mengalihkan pandangan,” tutup Ramdani.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *