Desa Adat Geriana Kauh Dapat Pendampingan Kesehatan dan Pelestarian Budaya

ARY
Pendampingan pelayanan kesehatan dan pelestarian budaya kepada warga Desa Adat Geriana Kauh di Karangasem, Bali, beberapa waktu lalu. (Foto: UI)

adainfo.id – Upaya peningkatan kesehatan masyarakat adat dan pelestarian budaya lokal kembali diperkuat melalui kolaborasi perguruan tinggi.

Direktorat Pengabdian Masyarakat dan Inovasi Sosial Universitas Indonesia (UI) bersama Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Udayana (UNUD) melaksanakan pelayanan kesehatan serta pendampingan museum komunitas di Desa Adat Geriana Kauh, Karangasem, Bali.

Kegiatan yang digelar pada Minggu (22/11/2025) lalu tersebut menghadirkan tim medis dan akademisi dari UI dan UNUD.

Tim medis serta akademisi gabungan itu memberikan layanan pemeriksaan kesehatan dasar, edukasi kesehatan, hingga pendampingan budaya kepada masyarakat desa.

Direktur Pengabdian kepada Masyarakat dan Inovasi Sosial UI, Dr. L.G. Saraswati Putri, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang UI dalam mendampingi masyarakat adat.

“Geriana Kauh menunjukkan kepada kita bahwa merawat manusia dan merawat kebudayaan adalah kerja yang berjalan berdampingan,” kata Saraswati dalam keterangannya Kamis (27/11/2025).

Program Kesehatan Berbasis Kebutuhan Masyarakat

Pemberian pelayanan kesehatan dalam program ini mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pemantauan tekanan darah.

Kemudian, edukasi pencegahan penyakit menular, hingga pendampingan pola hidup bersih dan sehat.

Semua kegiatan disusun berdasarkan kebutuhan lapangan dan masukan masyarakat adat.

Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners UNUD, Dr. Ners. Ketut Guru Prapti, menjelaskan bahwa pendekatan tersebut penting untuk memastikan warga adat dapat memperoleh layanan kesehatan yang sesuai.

“Kami ingin memastikan masyarakat adat yang selama ini memikul adat istiadat juga dilindungi dan diperhatikan aspek kesehatannya,” papar Ketut Guru Prapti.

Warga desa yang hadir pun mengikuti sesi pemeriksaan dan edukasi kesehatan secara antusias.

Tim kesehatan menekankan pentingnya deteksi dini penyakit, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia dan perempuan.

Pendampingan Penguatan Museum Komunitas Geriana Kauh

Selain pelayanan kesehatan, UI juga memberikan pendampingan bagi Museum Komunitas Geriana Kauh.

Sebuah ruang yang menyimpan warisan budaya desa, termasuk arsip sejarah, ritual, hingga pemaknaan Sanghyang Dedari, tradisi sakral yang menjadi identitas spiritual masyarakat.

Pendampingan tersebut dilakukan oleh tim Departemen Arkeologi FIB UI yang dipimpin oleh Dr. Ali Akbar, yang sejak lama melakukan riset dan pengembangan museum komunitas di Bali.

Disisi lain Jero Bendesa Adat Geriana Kauh, Nyoman Subratha, menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi UI dan UNUD.

“Kami sangat bersyukur desa kami diperhatikan dengan tulus. Sanghyang Dedari adalah jiwa desa kami, dan museum ini tempat kami merawat ingatan. Dukungan UI dan UNUD membuat kami semakin kuat,” terang Nyoman.

Sinergi Kesehatan dan Budaya untuk Penguatan Desa

Kegiatan pelayanan kesehatan dan pendampingan museum komunitas di Geriana Kauh dinilai menjadi contoh kolaborasi ideal antara akademisi dan masyarakat.

Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan ketahanan kesehatan warga.

Akan tetapi juga memperkuat identitas budaya lokal yang diwariskan turun-temurun.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut diharapkan bisa memperkuat ketahanan kesehatan warga.

Sekaligus juga menjaga pengetahuan lokal yang menjadi identitas Geriana Kauh

UI dan UNUD juga menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan program yang memberikan dampak nyata.

Baik dalam peningkatan kualitas hidup maupun dalam upaya menjaga kebudayaan yang menjadi bagian dari kekayaan bangsa.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *