Dokter Bongkar Kebutuhan Nutrisi Anak Saat Bencana, Simple tapi Penting
adainfo.id – Dalam kondisi darurat bencana yang serba terbatas, kebutuhan gizi atau nutrisi anak tetap wajib dipenuhi, terutama asupan protein yang berperan penting menjaga imunitas dan pertumbuhan.
Pemenuhan nutrisi untuk anak sering kali sulit dilakukan saat bencana terjadi.
Terbatasnya akses pangan dan fasilitas memasak membuat anak rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh.
Dokter Spesialis Anak Eka Hospital Depok, dr. William Grandinata Soeseno, mengingatkan bahwa prioritas utama dalam situasi darurat adalah memastikan anak tetap mendapatkan protein.
“Sebetulnya kalau untuk makanan-makanan yang diperlukan itu harus tinggi protein, apapun itu,” ujarnya dikutip Sabtu (06/12/2025).
Ia menekankan bahwa protein sangat penting untuk menjaga kekuatan tubuh anak.
Terutama ketika risiko penyakit meningkat akibat lingkungan pengungsian yang padat.
Telur dan Susu Formula Jadi Pilihan Pangan Praktis
Dalam kondisi darurat, makanan sederhana dengan kandungan protein tinggi dapat menjadi penyelamat.
Telur disebut sebagai salah satu sumber protein paling mudah diolah dan disiapkan.
“Yang paling simple sebetulnya telur. Telur itu direbus saja sudah cukup tinggi proteinnya,” katanya.
Ia juga menyebut bahwa susu formula menjadi alternatif praktis yang dapat menyediakan nutrisi lengkap untuk anak.
“Kalau dalam tahap bencana itu yang praktis dan memberikan nutrisi lengkap seperti susu formula, karena kan susu formula dibuatnya juga simple dan kandungannya cukup lengkap,” paparnya.
Selain protein, konsumsi air mineral yang cukup juga penting untuk mencegah dehidrasi.
“Jadi mungkin telur, susu formula sama beberapa minuman-minuman. Tapi bukan yang manis, minum air (mineral) yang cukup sebetulnya,” tambahnya.
Bantuan Telur Dinilai Sangat Membantu Anak di Pengungsian
Dalam beberapa hari terakhir, bantuan telur dalam jumlah besar telah dikirim ke sejumlah wilayah bencana.
Menurut William, hal ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemenuhan protein anak.
“Karena telur saja sebetulnya tidak dalam bencana pun itu diperlukan. Apalagi dalam bencana ya, memang itu poin penting untuk protein,” tegasnya.
Meski protein menjadi nutrisi utama yang harus dipenuhi, William menegaskan bahwa karbohidrat tetap dibutuhkan.
“Sejalan saja, bukan dihilangkan. Tapi yang lebih utama harus ada itu protein,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa pemberian karbohidrat tetap diperbolehkan sebagai pendamping protein agar anak mendapatkan energi yang cukup.
“Kalau memang ada karbo sebagai temannya protein silahkan, kan lebih baik juga,” tuturnya.











