Pembebasan Lahan Rampung, Pelebaran Jalan di Sawangan Depok Segera Dieksekusi

ARY
Wali Kota Depok Supian Suri menjelaskan detail terkait pelebaran jalan di Sawangan, beberapa waktu lalu. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memastikan akan melakukan perombakan besar-besaran terhadap jalan di kawasan Sawangan sebagai langkah strategis mengatasi kemacetan yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

Untuk proyek tersebut, Pemkot Depok menyiapkan anggaran sebesar Rp100 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan bahwa penataan Jalan Raya Sawangan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembebasan lahan, pelebaran jalan, hingga rekayasa lalu lintas.

Supian Suri menuturkan, hingga akhir tahun 2025 Pemkot Depok telah menyelesaikan proses pembebasan lahan di sepanjang ruas Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda.

Ruas tersebut nantinya akan dialihfungsikan dari jalan lingkungan permukiman menjadi jalan utama.

“Jalan Enggram sampai Pemuda itu sudah kita bebaskan kurang lebih Rp40 miliar. Kemarin masih ada tiga bidang yang belum bersedia, tapi Alhamdulillah sekarang sudah berkenan dengan pembebasan lahan yang kita lakukan,” ucap Supian Suri dikutip Minggu (11/01/2026).

Menurutnya, rampungnya pembebasan lahan menjadi fondasi penting agar pelebaran jalan dapat segera dieksekusi.

Pelebaran Jalan Dimulai Tahun Ini

Supian menjelaskan, pada tahun ini Pemkot Depok mulai melakukan eksekusi pelebaran Jalan Raya Sawangan dengan alokasi anggaran Rp40 miliar.

Proyek tersebut mencakup penataan badan jalan dan perubahan fungsi ruas jalan agar lebih optimal menampung volume kendaraan.

Ruas Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda akan diarahkan menjadi jalur utama untuk mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan Sawangan dan sekitarnya.

Sebagai bagian dari penataan lalu lintas, Pemkot Depok akan menerapkan sistem satu arah pada ruas jalan tertentu.

Skema ini diharapkan mampu mengurangi konflik pergerakan kendaraan dan menekan kemacetan.

“Konsepnya nanti dari Parung Bingung menuju Sekolah Yapan itu satu arah. Sementara dari arah Sawangan menuju pusat kota, dekat Rumah Makan Tirta Rasa, kendaraan akan belok ke kiri. Dengan begitu, alur kendaraan relatif akan lebih lancar,” jelasnya.

Rekayasa lalu lintas ini disusun berdasarkan kajian teknis untuk meningkatkan kapasitas jalan.

Simpang Parung Bingung Jadi Fokus Penanganan

Selain pelebaran ruas utama, Pemkot Depok juga akan melakukan pembebasan lahan di sisi kiri jalan pada Simpang Parung Bingung, yang dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah di Jalan Raya Sawangan.

“Kurang lebih Rp60 miliar kita alokasikan memperlebar sisi kiri jalan di area belokan menuju Sawangan, supaya pergerakan kendaraan jadi lebih mudah,” bebernya.

Penanganan simpang ini diharapkan dapat mengurai antrean kendaraan yang kerap terjadi pada jam sibuk.

Tak hanya jalan, infrastruktur pendukung juga ikut dibenahi. Jembatan yang berada di bawah ruas Jalan Parung Bingung akan dibangun menjadi dua lajur agar selaras dengan pelebaran jalan di sekitarnya.

Pelebaran jembatan ini dinilai krusial untuk mencegah terjadinya penyempitan jalur yang justru dapat memicu kemacetan baru.

Supian menegaskan, fokus pembangunan infrastruktur jalan tahun ini diarahkan pada kawasan dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi.

Selain Jalan Raya Sawangan, Pemkot Depok juga memprioritaskan penataan Jalan Enggram dan Jalan Pemuda.

“Fokus kita tahun ini memang pada pelebaran Jalan Raya Sawangan, Jalan Enggram, dan Jalan Pemuda,” tutupnya.

Pemkot Depok berharap proyek ini dapat meningkatkan kelancaran mobilitas warga, mendukung aktivitas ekonomi, serta menciptakan sistem lalu lintas yang lebih tertib dan aman di wilayah selatan Kota Depok.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *