Komika Muda Bojonggede Unjuk Kualitas di Final BCL Season 2
adainfo.id – Kompetisi stand up comedy Bojonggede Comedy League (BCL) Season 2 resmi mencapai puncaknya melalui laga final yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, Minggu (11/01/2026).
Ajang ini disambut antusias oleh warga dan komunitas komedi lokal, sekaligus menegaskan Bojonggede sebagai salah satu ruang tumbuh komika muda berbakat.
Ketua Panitia BCL Season 2, Triana Saputra, mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap stand up comedy di Bojonggede terus mengalami peningkatan signifikan dari tahun ke tahun.
“Alhamdulillah, antusiasme warga Bojonggede terhadap stand up comedy semakin meningkat setiap tahunnya. Perkembangannya sangat terasa,” ujar Triana.
Triana menyebut, tantangan utama dalam menyelenggarakan kompetisi berbasis komunitas terletak pada keterbatasan pendanaan dan sumber daya manusia.
Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat komunitas untuk terus berkarya.
“Kalau tantangannya, biasanya soal pendanaan dan SDM. Karena kami komunitas, tentu ada keterbatasan,” kata Triana.
Meski demikian, komunitas Stand Up Bojonggede berkomitmen menjaga keberlanjutan kegiatan.
Open mic rutin tetap digelar sebagai ruang latihan dan ekspresi para komika.
“Stand Up Bojonggede rutin menggelar open mic setiap hari Minggu. Bojonggede Comedy League juga akan berlanjut ke Season 3, jadi silakan ditunggu,” jelas Triana.
Triana menegaskan bahwa stand up comedy bukan sekadar hiburan, melainkan juga medium kritik sosial yang sehat dan relevan dengan kondisi masyarakat.
“Sangat iya. Stand up comedy menjadi wadah bagi teman-teman untuk menyampaikan keresahan sosial, termasuk soal pemerintah dan isu-isu masyarakat,” ungkap Triana.
Ia juga menilai kualitas peserta BCL Season 2 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan musim sebelumnya, baik dari segi materi maupun teknik penyampaian.
“Season ini lebih panjang dari sebelumnya, dan finalisnya sudah matang semua. Pesertanya lebih ‘gokil’,” kata Triana.
Para Juara Akui Persaingan Ketat
Pada kompetisi ini, Tresna berhasil meraih juara ketiga dan mengaku puas dengan jalannya acara yang dinilai profesional dan menghibur.
“Acaranya mantap, alhamdulillah lancar dan penampilannya bagus-bagus. Ada yang spontan, ada juga yang memang sudah dipersiapkan,” ujar Tresna.
Sementara itu, Eko yang keluar sebagai juara kedua mengaku bangga bisa menembus tiga besar dari total 16 peserta yang bertanding sejak babak awal.
“Happy sih. Dari 16 peserta tersisa tiga besar, itu cukup menguras tenaga. Senang bisa tampil langsung di depan Pak Camat,” ucap Eko.
“Kalau ciri khas, macam-macam sih. Kalau saya pribadi lebih ke premis dan setup,” sambung Eko.
Juara pertama BCL Season 2 diraih oleh Akbar Buku. Ia mengaku tidak menyangka namanya keluar sebagai pemenang di ajang bergengsi tingkat lokal tersebut.
“Seru banget dan di luar ekspektasi. Alhamdulillah bisa juara satu. Tadi sampai sujud syukur karena tidak menyangka,” ujar Akbar.
Akbar mengungkapkan bahwa kemenangan ini menjadi langkah awal untuk menembus panggung nasional.
“Saya sebenarnya punya nazar, baru ikut SUCI kalau juara BCL. Sekarang kejadian, berarti harus antre audisi,” kata Akbar.
Akbar menegaskan, materi komedinya tetap konsisten mengangkat kritik sosial sebagai refleksi realitas masyarakat.
“Isi materi saya memang kritik sosial, keresahan yang saya lihat, termasuk soal pemerintah. Karena masalah terbesar itu biasanya dari pimpinan. Kalau pimpinannya bagus, semoga kita kecipratan dampaknya,” tutur Akbar.
Apresiasi dari Komika Nasional dan Penonton
Komika nasional Ali Akbar yang hadir sebagai bintang tamu memberikan apresiasi tinggi terhadap kualitas acara dan para finalis BCL Season 2.
“Acaranya pecah. Tidak ada yang bisa dibilang tumbal, semuanya lucu dan penonton terhibur,” kata Ali.
Ali juga berpesan kepada komika muda agar terus konsisten mengasah kemampuan menulis materi.
“Intinya cuma dua, nulis dan jangan pernah berhenti. Kalau mau berkembang, terus evaluasi lewat tulisan,” pesan pria jebolan Stand Up Comedy Indonesia Season 9 ini.
Salah satu penonton, Helmi, mengaku terkesan dengan atmosfer stand up comedy lokal di Bojonggede.
“Ini pertama kali nonton stand up di Bojonggede. Menurut saya unik dan jadi hal baru. Saya yakin ke depan Bojonggede bisa makin dikenal,” ucap Helmi.
Dengan suksesnya BCL Season 2, Bojonggede Comedy League dinilai mampu menjadi wadah kreatif sekaligus ruang kritik sosial yang sehat bagi generasi muda.
Ajang ini juga memperkuat ekosistem stand up comedy lokal yang berpotensi melahirkan komika nasional dari wilayah Bojonggede dan sekitarnya.











