Resmikan MTsN di Depok, Wamenag Dorong Pemerintah Daerah Berani Dukung Madrasah
adainfo.id – Wakil Menteri Agama (Wamenag) Republik Indonesia, Romo Muhammad Syafi’i, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Depok di bawah kepemimpinan Wali Kota Supian Suri yang memberikan perhatian serius terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan madrasah.
Hal tersebut disampaikan Romo Syafi’i saat menghadiri serah terima dan peresmian Gedung Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 03 Pancoran Mas, yang merupakan hibah dari Pemerintah Kota Depok.
“Saya hari ini datang ke Kota Depok untuk menyaksikan serah terima dan peresmian gedung MTsN 03 Pancoran Mas. Gedung ini merupakan hibah murni dari Bapak Wali Kota Depok,” ujar Romo Syafi’i kepada wartawan Rabu (21/01/2026).
Romo Syafi’i menilai perhatian Wali Kota Depok terhadap pendidikan merupakan langkah strategis dan visioner dalam membangun bangsa.
“Perhatian Pak Wali terhadap pendidikan adalah langkah yang sangat terukur jika kita memiliki tekad membangun Indonesia. Pembangunan di wilayah mana pun membutuhkan sumber daya manusia yang unggul, baik dari sisi keagamaan, pemerintahan, maupun kebangsaan. Tempat paling tepat untuk membangun ketiganya adalah sekolah,” jelasnya.
Ia menegaskan, investasi di bidang pendidikan bukan hanya berdampak jangka pendek, tetapi menentukan masa depan bangsa.
“Seperti yang disampaikan Bapak Presiden, jika ingin mengetahui bagaimana nasib Indonesia ke depan, jawabannya adalah bagaimana kita mendidik generasi muda hari ini. Memberikan perhatian pada pendidikan bukan hanya kerja hari ini, tetapi kerja besar untuk mempersiapkan masa depan anak-anak, bangsa, dan negara Indonesia yang lebih sejahtera dan bermartabat,” katanya.
Apresiasi Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG)
Romo Syafi’i juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) yang digagas Wali Kota Depok.
Termasuk menggandeng madrasah swasta dalam program tersebut.
“Apa yang dilakukan Pak Wali sejatinya sejalan dengan instruksi Bapak Presiden, bahwa seorang pemimpin tidak harus selalu menunggu arahan untuk mengeksekusi program yang menurutnya baik dan cocok diterapkan,” ujarnya.
Menurutnya, kebijakan sekolah gratis di 14 madrasah tsanawiyah menunjukkan kepedulian pemerintah daerah terhadap masyarakat kurang mampu.
“Pak Wali tentu memiliki data yang valid bahwa masih banyak anak-anak di Kota Depok yang punya cita-cita besar, didukung doa orang tuanya, tetapi terkendala kemampuan ekonomi. Kebijakan sekolah gratis ini adalah bentuk kehadiran negara untuk menjawab kebutuhan warganya,” ungkap Romo Syafi’i.
Ia bahkan mendorong Pemerintah Kota Depok agar berani menjadi contoh bagi daerah lain.
“Banyak daerah sebenarnya mampu mengalokasikan bantuan operasional madrasah dalam APBD, tetapi belum berani. Karena itu saya mendorong Kota Depok untuk berani, dan Pak Wali sudah membuktikannya,” tegasnya.
Selain hibah gedung MTs, Romo Syafi’i juga menyinggung dukungan lain dari Pemkot Depok, seperti hibah lahan seluas 5.000 meter persegi dan penyerahan sejumlah kantor KUA.
“Atas perhatian luar biasa ini, kami dari Kementerian Agama mengucapkan terima kasih. Bahkan saya tadi sempat lupa pidato, karena bagi saya, Kota Depok ini pantas menobatkan Pak Wali Kota sebagai Bapak Madrasah Kota Depok,” ucapnya.
Sekolah Unggulan Tak Mengancam Madrasah Biasa
Terkait pengembangan sekolah unggulan, Romo Syafi’i menegaskan bahwa keberadaan sekolah unggulan tidak akan menggerus madrasah-madrasah reguler.
“Sekolah unggulan itu sederhana kriterianya, yakni berada di atas rata-rata, baik dari kualitas guru, peserta didik, maupun sarana dan prasarana,” jelasnya.
Ia memastikan Kementerian Agama telah menyiapkan skema peningkatan kualitas bagi madrasah lainnya.
“Jika di suatu wilayah ada sekolah unggulan, maka madrasah-madrasah yang biasa justru akan di-upgrade, baik gurunya maupun siswanya. Kehadiran sekolah unggulan itu justru menjadi berkah bagi semua,” katanya.
Menurutnya, sekolah unggulan akan menjadi pusat pembinaan dan penguatan kualitas pendidikan.
“Kami akan menjadikan sekolah unggulan sebagai pos pembinaan, tempat guru dan siswa digembleng agar memiliki kualitas yang juga unggul. Jadi tidak ada kekhawatiran madrasah-madrasah biasa akan tertinggal,” pungkas Romo Syafi’i.











