Kebakaran Hebat di Cimanggis Depok, Gudang dan Warung Ludes Dilalap Api

ARY
Petugas pemadam kebakaran sedang melakukan pendinginan pada area gudang properti dan warung yang terbakar di Jalan Kabel, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Kamis (22/01/26). (Foto: Istimewa)

adainfo.id – Kebakaran hebat menghanguskan sebuah warung kelontong dan gudang properti bangunan yang juga difungsikan sebagai mess pekerja di Jalan Bengkel RT 02/RW 02, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Kamis (22/1/2026) siang.

Peristiwa kebakaran tersebut menyebabkan dua bangunan luluh lantak dilalap api.

Selain bangunan, sedikitnya tujuh unit sepeda motor yang berada di dalam gudang turut hangus terbakar.

Api cepat membesar lantaran di dalam bangunan terdapat berbagai bahan mudah terbakar.

Salah seorang warga sekitar, Annisa, mengaku pertama kali mengetahui kebakaran saat melihat asap tebal mengepul dari bangunan tersebut.

“Saya sedang menjemur pakaian di balkon, lalu melihat asap keluar dari bangunan. Saya langsung memanggil adik ipar dan warga sekitar,” ujar Annisa, Kamis (22/1/2026).

Tak lama setelah itu, Annisa mendengar suara ledakan sebelum api membesar dan merambat ke seluruh bangunan.

“Sempat terdengar ledakan dari atas, satu kali. Saya langsung turun untuk minta bantuan warga. Di dalam bangunan juga ada sepeda motor,” jelas Annisa.

Annisa menambahkan, api diduga berasal dari bagian tengah bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal sementara para pekerja.

“Yang terbakar itu dua bangunan, warung di depan dan mess karyawan di belakang,” tambah Annisa.

Damkar Kerahkan 24 Personel dan Enam Unit Mobil

Kepala Sub Bagian Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok UPT Cimanggis, Jumali, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 11.30 WIB.

“Kami menerima laporan sekitar jam 11.30 WIB dan langsung meluncur ke TKP,” kata Jumali.

DPKP Kota Depok mengerahkan 24 personel dengan enam unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil komando.

Bantuan armada juga datang dari UPT Tapos, Pos Wali, Merdeka, dan Mako Kota Kembang.

“Total enam unit plus satu mobil komando. Alhamdulillah proses pemadaman berjalan lancar,” ujar Jumali.

Proses pemadaman hingga pendinginan memakan waktu sekitar satu jam. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Jumali menjelaskan, objek kebakaran meliputi toko kelontong di bagian depan dan gudang di bagian belakang yang digunakan sebagai mess pekerja.

“Selain bangunan, ada sekitar tujuh kendaraan roda dua yang ikut terbakar,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi awal di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.

“Untuk dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik,” jelas Jumali.

Tidak Dilengkapi APAR, Api Sulit Dikendalikan

Sementara itu, Lurah Cisalak Pasar, M. Aris Wardhana, menyebut bangunan tersebut merupakan gudang properti bangunan yang digunakan untuk produksi material seperti genteng.

“Ini gudang properti bangunan, ada produksi genteng dan bahan-bahan bangunan. Di dalamnya terdapat tiner, cat, dan bahan mudah terbakar lainnya,” jelas Aris.

Aris mengungkapkan, bangunan itu juga dihuni oleh pekerja yang sebagian merupakan pendatang dan masih dalam proses pendataan.

“Ada warga lokal dan pendatang, masih kami lakukan cross check,” kata Aris.

Aris juga menyoroti tidak ditemukannya alat pemadam api ringan (APAR) di lokasi kejadian.

“Di lokasi tidak ditemukan APAR. Warga sempat membantu pemadaman secara manual, termasuk mengambil air dari kali di belakang,” ujar Aris.

Pasca kebakaran, pihak kelurahan mengimbau RT dan RW untuk mendata usaha warga yang berpotensi rawan kebakaran agar dapat dilakukan mitigasi sejak dini.

“Kami mengimbau RT dan RW agar mendata usaha-usaha warga, terutama yang rawan kebakaran, agar bisa dilakukan mitigasi sejak dini,” tegas Aris.

Aris juga menyinggung pemanfaatan dana Rp300 juta per RW yang akan digulirkan Pemerintah Kota Depok, khususnya untuk pengadaan sarana keselamatan lingkungan.

“Dalam program tersebut ada menu pengadaan APAR. Ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mencegah kebakaran serupa,” kata Aris.

Hingga saat ini, total kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan.

Namun kerusakan bangunan, barang dagangan, serta kendaraan diperkirakan menyebabkan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *