Setelah Direnovasi, SMPN 3 Depok Masih Kekurangan Mebel

ARY
Ilustrasi SMPN 3 Depok masih kekurangan mebel setelah direnovasi. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan menangani persoalan kekurangan mebel seperti meja dan bangku sekolah di SMP Negeri (SMPN) 3 Depok yang baru selesai direnovasi namun belum sepenuhnya dilengkapi fasilitas pendukung pembelajaran.

Wali Kota Depok, Supian Suri, memastikan bahwa kebutuhan mebel di SMPN 3 Depok menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Untuk mengatasi keterbatasan anggaran pengadaan mebel, Pemkot Depok menggandeng Bank Jabar Banten (BJB) Cabang Depok melalui program corporate social responsibility (CSR).

“Kemarin kan memang saya sampaikan, kita di SMP 3 memang belum semuanya ruang terfasilitasi,” papar Supian, Kamis (22/01/2026).

Renovasi Rp28 Miliar Belum Termasuk Pengadaan Mebel

Diketahui, proyek renovasi SMPN 3 Depok menelan anggaran sebesar Rp28 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Depok Tahun 2025.

Namun, anggaran tersebut belum mencakup pengadaan mebel seperti meja, kursi, dan perlengkapan kelas lainnya.

Supian mengakui, kondisi ini menyebabkan tidak seluruh ruang kelas dapat langsung digunakan secara optimal pasca renovasi.

Dari total sekitar 17 ruang kelas, baru sebagian yang dapat difasilitasi mebel melalui dukungan CSR Bank BJB.

“Kemarin kita belum bisa melengkapi mebel secara keseluruhan, tapi ada kurang lebih setengahnya lah kita bisa, 17 kelas kalau nggak salah yang belum terfasilitasi, 10 kelas kita fasilitasi dengan CSR Bank BJB,” paparnya.

Sisa Kekurangan Mebel Dikejar Lewat Perubahan Anggaran

Untuk memenuhi kebutuhan mebel di sisa ruang kelas yang belum terfasilitasi, Pemkot Depok berencana mengalokasikan anggaran melalui perubahan APBD.

Langkah ini diambil agar seluruh ruang kelas SMPN 3 Depok dapat digunakan secara maksimal untuk kegiatan belajar mengajar.

“Selebihnya nanti kita kejar di perubahan anggaran,” ucap Supian.

Tak hanya itu, Supian juga mengungkapkan pihaknya kembali meminta dukungan tambahan dari Bank BJB.

Hal tersebut agar proses pemenuhan mebel dapat dipercepat sembari menunggu mekanisme anggaran berjalan.

“Kemarin juga saya minta dukungan dari BJB juga untuk tambahan mebelnya sedang berproses. Mudah-mudahan ya ini kita berproses lah semuanya,” tukasnya.

Kekurangan mebel sekolah dinilai menjadi salah satu faktor penting yang harus segera diatasi agar proses belajar mengajar tidak terganggu.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *