Hujan Tak Kunjung Reda, Longsor Rusak Rumah Warga di Beji Depok
adainfo.id – Musibah tanah longsor melanda wilayah Kecamatan Beji, Kota Depok, setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari terakhir.
Peristiwa ini terjadi di Kampung Gedong, RT 03 RW 19, Kelurahan Kemiri Muka, dan menyebabkan satu rumah warga mengalami kerusakan serius pada struktur bangunan.
Rumah terdampak diketahui milik Muksin Latupono, warga setempat, yang bangunannya mengalami ambles di bagian bawah akibat pergerakan tanah.
Longsor diduga dipicu aliran air dalam volume besar yang meresap ke tanah setelah pipa pembuangan pecah.
“Kejadian longsor ini terjadi dini hari. Curah hujan beberapa hari terakhir tidak berhenti. Air buangan dari wilayah atas seluruhnya mengalir ke sini, volumenya besar hingga pipa pembuangan pecah dan air meresap ke tanah,” ujar Muksin Jumat (23/1/2026).
Air Meresap ke Tanah, Struktur Bangunan Kehilangan Daya Dukung
Menurut Muksin, air hujan yang seharusnya dialirkan melalui saluran pembuangan justru masuk ke dalam tanah akibat kerusakan pipa.
Kondisi ini membuat tanah di bawah bangunan terus tergerus hingga tidak lagi mampu menopang struktur rumah.
“Air itu mengikis tanah di bagian bawah rumah. Akhirnya kekuatan bangunan jadi rapuh dan terjadi longsor,” jelas Muksin.
Situasi tersebut membuat rumah dengan konstruksi bertingkat ke bawah itu berada dalam kondisi rawan.
Tekanan air dan tanah yang labil memperparah dampak longsor, terutama pada bagian bangunan yang langsung berbatasan dengan tebing.
Saat kejadian berlangsung, Muksin berada di dalam rumah bersama istri dan anaknya. Beruntung, ia masih terjaga ketika tanda-tanda longsor mulai terasa.
“Istri dan anak saya sedang tidur, saya masih terjaga. Tiba-tiba ada getaran seperti gempa kecil. Setelah dicek, ternyata tanah di bawah rumah sudah longsor,” papar Muksin.
Muksin menyebut getaran tersebut menjadi peringatan awal yang menyelamatkan keluarganya dari potensi bahaya lebih besar.
Ia segera memastikan kondisi seluruh anggota keluarga sebelum memeriksa kerusakan bangunan.
Kerusakan paling parah terjadi pada bagian dinding kamar di sisi bawah rumah yang langsung menghadap area longsoran.
“Yang terdampak itu dinding kamar di bagian bawah rumah. Rumah saya bukan tingkat ke atas, tapi ke bawah. Bagian itu yang paling parah terkena longsor,” kata Muksin.
Muksin menambahkan, sejumlah aparat wilayah telah datang meninjau lokasi kejadian untuk memastikan kondisi bangunan dan keselamatan penghuni.
“Alhamdulillah sudah datang Babinsa dan Bhabinkamtibmas, lalu Pak RT, Pak Lurah, dan Pak Camat juga sudah meninjau lokasi,” ungkap Muksin.
Longsor Lain Terjadi di Jalan STM Mandiri
Selain di Kampung Gedong, longsor juga terjadi di Jalan STM Mandiri, Kelurahan Kemiri Muka.
Peristiwa ini disaksikan langsung oleh warga setempat bernama Wati, yang rumahnya berada tepat di samping bangunan terdampak.
“Kejadiannya sore hari (kemarin). Saya lagi cuci piring, baru dua piring, tiba-tiba ada bunyi ‘kresek-kresek’. Setelah itu terdengar suara seperti balon pecah, lalu makin keras,” tutur Wati.
Awalnya, Wati mengira suara tersebut berasal dari aktivitas di rumah sebelah yang diketahui dalam kondisi kosong.
Namun, suara semakin kuat hingga akhirnya tembok bangunan tersebut roboh.
“Saya kira lemari yang jatuh, ternyata temboknya yang roboh,” kata Wati.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa karena rumah yang longsor dalam keadaan kosong, dampaknya turut dirasakan oleh warga sekitar, termasuk Wati.
“Dapur rumah saya retak-retak, lantainya ambles. Pondasinya ketarik dari arah rumah yang longsor,” jelas Wati.
Tak hanya itu, bangunan lain yang berada di bawah lokasi longsor juga mengalami kerusakan.
“Rumah di bawah memang kosong, tapi asbesnya hancur terkena longsoran,” ucap Wati.
Warga berharap pemerintah segera melakukan penanganan lanjutan dan perbaikan sistem drainase untuk mencegah kejadian serupa, mengingat curah hujan tinggi masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan.











