Longsor di Cisarua Bandung Barat, Diperkirakan 20 Rumah Tertimbun

YAD
Bencana tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, pada Sabtu (24/01/26). (Foto: Instagram.com/@infojawabarat)

adainfo.id – Bencana longsor besar melanda Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, menimbun sedikitnya 20 rumah warga dan menyebabkan korban jiwa.

Hingga Sabtu (24/01/2026), delapan orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Peristiwa longsor terjadi pada Sabtu dini hari setelah kawasan tersebut diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.

Berdasarkan data sementara, material tanah dan bebatuan dari lereng gunung di sekitar permukiman meluncur dan menutup hampir seluruh area Kampung Babakan RT 05 RW 11.

Dalam unggahan akun Instagram @infojawabarat, terlihat kondisi permukiman warga yang tertimbun tanah longsor.

“Diperkirakan 20 lebih rumah warga terdampak bencana longsor di Cisarua, Bandung Barat,” demikian laporan dalam postingan itu.

Sebagian Besar Rumah Tertimbun Material Longsor

Berdasarkan penelusuran di lapangan, dari sekitar 20 rumah yang terdampak, hanya satu rumah yang dilaporkan masih berdiri utuh.

Sementara rumah lainnya tertutup material tanah, batu, dan kayu yang terbawa dari atas lereng.

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat, Herman Suryatman, mengungkapkan jumlah warga terdampak mencapai 113 orang.

Dari jumlah tersebut, sebagian berhasil menyelamatkan diri.

“Dari 113 warga yang tertimpa longsor, 23 selamat dan sudah kita amankan,” ungkap Herman di lokasi kejadian, Sabtu (24/01/2026).

Namun, dampak paling memilukan adalah ditemukannya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Kemudian ada 8 orang ditemukan meninggal dunia, dan 82 lainnya masih dalam proses pencarian,” ucap Herman.

Dugaan Alih Fungsi Lahan Jadi Pemicu

Herman menjelaskan, hasil pengamatan awal menunjukkan adanya dugaan alih fungsi lahan dari kawasan hutan atau kebun dengan tanaman keras menjadi kebun palawija.

“Kawasan ini dulunya lahan dengan tanaman keras, tapi sekarang sebagian besar menjadi kebun palawija,” tutur Herman.

Ia menambahkan, hujan deras yang turun memicu aliran air yang diduga membentuk bendung alami dari batu dan kayu, sebelum akhirnya jebol dan menyebabkan banjir bandang disertai longsor.

“Saat hujan deras turun, ditambah adanya aliran air, meskipun kecil, kemungkinan terjadi bendung alam dari batu dan kayu yang kemudian jebol,” jelas Herman.

Meski demikian, ia menegaskan penyebab pasti bencana masih akan dikaji lebih lanjut.

“Ini dugaan sementara berdasarkan kondisi lapangan. Tentu nanti akan ada pendalaman lebih lanjut oleh tim ahli,” tambahnya.

Evakuasi Terkendala Medan Curam dan Licin

Secara terpisah, Wakil Bupati Bandung Barat Asep Ismail menyampaikan bahwa material longsor menutup hampir seluruh kawasan permukiman, sehingga menyulitkan proses evakuasi.

Ia menyebut medan yang curam dan licin menjadi tantangan utama bagi tim penyelamat.

“Tim SAR terus bekerja di lapangan untuk mencari korban yang belum ditemukan,” kata Asep.

“Mudah-mudahan seluruh korban bisa segera dievakuasi,” tambahnya.

Asep memastikan tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bandung Barat, TNI, Polri, dan relawan terus bekerja melakukan pencarian dan penyelamatan.

Untuk penanganan warga terdampak, pemerintah daerah menyiapkan lokasi penampungan sementara di Desa Pasirlangu.

Warga yang rumahnya berada di sekitar lokasi longsor juga dievakuasi guna mengantisipasi kemungkinan longsor susulan.

“Warga yang mengungsi akan dialihkan ke tempat penampungan sementara,” terang Asep.

“Saya bersama Camat Cisarua sudah mengecek langsung kesiapan lokasi tersebut,” sambungnya.

Kesaksian Warga Selamat: Dentuman Keras Terdengar Malam Hari

Salah seorang warga yang selamat menceritakan detik-detik sebelum longsor terjadi.

Ia mengaku mendengar suara dentuman keras dari arah hulu pada Jumat (23/01/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.

“Sempat terdengar suara ‘Bum’ itu sekitar jam 11 malam, kemudian kejadiannya jam 2 dinihari,” ungkap sang ibu, dilansir dari akun Instagram @asarhumanity.

Ia menuturkan, sebagian warga sempat menyelamatkan diri, namun banyak pula yang tidak sempat menghindar.

“Warga ada yang sempat menyelamatkan diri, ada juga yang tidak,” terangnya.

“Korban yang langsung kejatuhan material tanah tidak sempat selamatkan diri,” bebernya.

Gubernur Jawa Barat Turun Langsung ke Lokasi

Bencana longsor ini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Ia mendatangi lokasi kejadian dan menyampaikan keprihatinannya melalui unggahan Instagram pribadinya.

“Saat ini saya berada di Pasirlangu, Cisarua, Bandung Barat,” terang Dedi.

Dedi menegaskan kawasan tersebut seharusnya menjadi area hijau dengan pepohonan sebagai penopang tanah.

“Daerah ini seharusnya berisi pohon penahan tanah dan air, tapi kawasannya diubah menjadi kebun bunga dan sayuran,” sebut Dedi.

“Kita ingin tidak lagi terjadi alih fungsi sedemikian itu di Jawa Barat,” tukasnya.

Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan dukungan warga setempat.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *