Tekan Angka Kecelakaan Lalu Lintas, Sejumlah Ruas Jalan Berlubang di Depok Mulai Diperbaiki
adainfo.id – Keselamatan pengguna jalan menjadi perhatian serius aparat kepolisian bersama pemerintah daerah menyusul meningkatnya insiden kecelakaan lalu lintas akibat jalan berlubang di sejumlah ruas utama Kota Depok.
Penanganan darurat pun langsung dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban, khususnya pengendara sepeda motor yang paling rentan terdampak kondisi jalan rusak.
Langkah cepat ini dilakukan setelah banyaknya laporan warga terkait pengendara yang terjatuh saat melintas di ruas jalan berlubang.
Terutama di tengah curah hujan tinggi yang mempercepat kerusakan permukaan aspal.
Kepala Unit Keamanan dan Keselamatan (Kanit Kamsel) Satlantas Polres Metro Depok, AKP Elly Padiansari, mengatakan pihaknya bersama Pemerintah Kota Depok telah menetapkan sejumlah titik prioritas untuk penanganan awal.
“Hari ini dilakukan perbaikan di Jalan Tole Iskandar, kawasan Grand Depok City (GDC), dan satu lokasi lainnya yang tadi saya tinjau langsung di Juanda. Untuk besok, perbaikan akan dilanjutkan di Jalan Raya Bogor,” ujar Elly, Senin (26/1/2026).
Menurut Elly, upaya perbaikan ini menjadi bagian dari strategi menekan angka kecelakaan lalu lintas serta meminimalisasi tingkat fatalitas korban di wilayah Depok.
Curah Hujan Tinggi Percepat Kerusakan Jalan
Elly menjelaskan, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir berdampak signifikan terhadap kondisi jalan, khususnya ruas jalan nasional yang padat dilalui kendaraan berat.
“Ini dalam rangka menekan fatalitas kecelakaan lalu lintas. Curah hujan yang tinggi belakangan ini membuat permukaan jalan cepat terkikis dan menimbulkan banyak lubang, terutama di ruas jalan nasional,” jelasnya.
Kondisi tersebut membuat sejumlah jalan utama masuk kategori black spot atau titik rawan kecelakaan.
Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian serius aparat di antaranya Jalan Raya Bogor, Jalan Margonda, serta jalur Parung–Ciputat.
“Di Jalan Raya Bogor itu banyak sekali titik berlubang. Dari lampu merah Cisalak sudah bergelombang, lalu 200 meter berikutnya ada lubang lagi, bahkan 20 meter kemudian muncul lubang lain. Ini sangat berbahaya,” ungkapnya.
Meski belum dilakukan pendataan secara rinci, jumlah jalan berlubang di Depok diperkirakan mencapai puluhan titik.
“Kalau dihitung mungkin puluhan. Untuk ratusan saya belum bisa memastikan, tapi di sepanjang Jalan Raya Bogor saja sudah cukup banyak,” katanya.
Traffic Cone Dinilai Belum Cukup Aman
Elly menilai, pemasangan traffic cone sebagai penanda bahaya hanya bersifat sementara dan tidak bisa dijadikan solusi jangka panjang.
“Cone itu hanya solusi sementara dan tetap berbahaya kalau tidak segera diperbaiki. Apalagi di jalan lurus yang sering digunakan untuk melaju kencang. Pengendara bisa tidak menyadari ada lubang di depan,” ujarnya.
Oleh karena itu, perbaikan fisik jalan dinilai jauh lebih efektif untuk menekan risiko kecelakaan.
Dalam proses penanganan, Satlantas Polres Metro Depok berkoordinasi dengan Bina Marga Dinas PUPR Kota Depok serta Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Wilayah V untuk ruas jalan berstatus nasional.
“Kami bekerja sama dengan Bina Marga dan PUPR Depok. Untuk jalan nasional, BPJN V juga turun langsung mengecek jalan berlubang,” jelasnya.
Terkait jumlah korban kecelakaan akibat jalan rusak, Elly mengakui data yang ada belum sepenuhnya menggambarkan kondisi riil di lapangan.
“Untuk data korban akibat jalan berlubang masih kami telusuri di unit laka lantas, karena banyak juga pengendara yang jatuh tapi tidak melapor,” katanya.
Elly mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat berkendara, terutama di tengah cuaca yang tidak menentu.
“Tetap jaga kecepatan, fokus berkendara, dan jangan lengah. Cuaca kadang hujan, kadang panas, kondisi jalan juga berubah. Jaga jarak aman dan kendalikan kendaraan dengan baik, terutama saat melintasi jalan berlubang,” pungkasnya.











