Heboh Video Pendaftaran CPNS 2026, BKN Ingatkan Ini
adainfo.id – Badan Kepegawaian Negara (BKN) secara tegas memastikan bahwa video pendaftaran CPNS 2026 yang beredar luas di media sosial merupakan informasi palsu dan bukan berasal dari kanal resmi BKN.
Video tersebut menampilkan figur yang menyerupai Kepala BKN Prof. Zudan, namun hasil penelusuran memastikan konten itu adalah hasil manipulasi digital berbasis kecerdasan buatan.
Video hoaks tersebut diketahui diunggah melalui platform TikTok oleh akun bernama @pppk.tenaga.kesehatan.
Dalam kontennya, video itu menyampaikan informasi seolah-olah pendaftaran Seleksi CPNS Tahun 2026 telah dibuka dan mengarahkan masyarakat untuk mengakses tautan tertentu di luar situs resmi pemerintah.
BKN menilai konten tersebut sangat berbahaya karena berpotensi menjerumuskan masyarakat ke dalam kejahatan siber, seperti pencurian data pribadi dan penipuan digital.
Menindaklanjuti temuan tersebut, BKN langsung melakukan penelusuran dan pemeriksaan mendalam guna memastikan keaslian video yang telah terlanjur menyebar luas di media sosial.
Video Deepfake Berbasis AI
Berdasarkan hasil analisis forensik digital, BKN memastikan video tersebut merupakan deepfake atau rekayasa visual dan audio menggunakan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Manipulasi dilakukan dengan memalsukan wajah, suara, serta ekspresi sehingga menyerupai sosok Kepala BKN Prof. Zudan.
Namun secara teknis, video tersebut tidak memenuhi unsur rekaman autentik.
Ketidaksesuaian terdeteksi dari berbagai aspek, mulai dari visual, audio, perilaku biologis wajah, konsistensi pencahayaan, hingga metadata digital yang tidak valid.
“Seluruh informasi yang disampaikan dalam video tersebut adalah tidak benar (hoaks), dan tidak pernah diumumkan melalui kanal resmi BKN. Oleh karena itu, video tersebut tidak dapat dijadikan rujukan informasi apa pun,” papar Prof. Zudan dikutip Senin (26/01/2026).
“BKN juga menyatakan tidak bertanggung jawab atas dampak yang timbul akibat penyebarluasan maupun penyalahgunaan konten tersebut,” sambungnya.
Imbauan BKN kepada Masyarakat
Prof. Zudan menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang mengatasnamakan pejabat atau lembaga negara, terlebih jika disertai tautan mencurigakan dan beredar melalui media sosial.
BKN mengingatkan bahwa seluruh informasi resmi terkait seleksi ASN, termasuk CPNS dan PPPK, hanya diumumkan melalui kanal resmi, seperti situs web BKN dan media sosial terverifikasi.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak ikut menyebarluaskan konten yang belum terverifikasi kebenarannya, karena dapat memperluas dampak penipuan dan merugikan banyak pihak.
Kasus ini menjadi pengingat serius akan meningkatnya ancaman penyalahgunaan teknologi AI, khususnya deepfake, yang kerap digunakan untuk menciptakan informasi palsu dengan tingkat kemiripan tinggi.
BKN menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan pengawasan, memperkuat literasi digital masyarakat, serta berkoordinasi dengan instansi terkait guna menindak penyebaran konten palsu yang merugikan publik.











