Rehabilitasi Narkoba Tiga Bulan, Onad Mengidap Gejala Ini

YAD
Artis Onadio Leonardo atau Onad setelah 3 bulan jalani rehabilitasi narkoba. (Foto: Instagram.com/@onadioleonardo_official)

adainfo.id – Setelah menjalani proses rehabilitasi selama tiga bulan akibat kasus penyalahgunaan narkoba, artis dan musisi Onadio Leonardo atau Onad kini kembali menjalani aktivitasnya di ruang publik.

Kemunculan Onad pascarehabilitasi menarik perhatian publik setelah ia berbicara terbuka mengenai pengalaman pribadinya dalam sebuah podcast bersama Deddy Corbuzier.

Onad mengungkapkan bahwa dirinya menjalani rehabilitasi narkoba selama kurang lebih tiga bulan.

Dalam kesempatan tersebut, ia merefleksikan awal mula keterlibatannya dengan narkoba yang berangkat dari sikap meremehkan risiko.

“Aku pikir kayak pakai seatbelt aja coba-coba sekali nggak masalah,” kata Onad dikutip YouTube Deddy Corbuzier, pada Sabtu (31/01/2026).

Cerita dari Pusat Rehabilitasi Narkoba

Dalam perbincangan tersebut, Onad menceritakan suasana dan kondisi yang ia alami selama menjalani rehabilitasi bersama para pengguna narkoba lainnya.

Ia mengaku menyaksikan secara langsung dampak serius penyalahgunaan zat adiktif terhadap kondisi mental seseorang.

“Ada yang sampe lupa nama dirinya sendiri,” tutur Onad.

Pengalaman itu menjadi titik balik bagi Onad untuk lebih memahami bahwa narkoba bukan sekadar konsumsi rekreasional.

Melainkan memiliki dampak psikologis yang sangat serius dan merusak.

Lebih jauh, Onad mengungkapkan bahwa selama rehabilitasi ia juga menjalani sesi konsultasi intensif dengan psikolog.

Dari proses tersebut, ia mulai memahami akar permasalahan yang selama ini tidak ia sadari.

“Aku kulik, apa sih yang ada di diriku. Oh ternyata bukan recreation katanya (memakai narkoba),” tuturnya.

Hasil terapi membuka pemahaman baru bagi Onad bahwa penggunaan narkoba yang ia lakukan berkaitan erat dengan kondisi psikologis yang lebih dalam.

Mengalami Sindrom Peter Pan

Dari hasil pemeriksaan dan terapi psikologis, Onad mengaku baru mengetahui bahwa dirinya mengalami sindrom Peter Pan.

Kondisi ini dikenal sebagai gangguan psikologis yang membuat seseorang kesulitan melepaskan fase masa muda dan enggan menghadapi tanggung jawab kedewasaan.

“Dan ada yang namanya sindrom Peter Pan, aku katanya begitu,” terang Onad.

Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut membuatnya terjebak dalam fase kejayaan masa muda yang sulit ia tinggalkan.

“Aku tidak bisa move on dari golden age saat masih 19 tahun,” tegasnya.

Pengakuan terbuka Onad ini menjadi refleksi penting tentang bahaya narkoba sekaligus pentingnya kesehatan mental.

Pengalamannya menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkoba kerap berkelindan dengan persoalan psikologis yang tidak disadari.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *