Kronologi Pelajar SMKN 1 Ciomas Hanyut di Sungai Cisadane Bogor
adainfo.id – Insiden hilangnya seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Ciomas di Bogor menyita perhatian publik setelah informasi dugaan aksi melompat ke Sungai Cisadane viral di media sosial.
Hingga kini, Tim SAR gabungan masih melakukan pencarian intensif terhadap siswa berinisial MY yang diduga terjun dari Jembatan Loji.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (29/01/2026) malam. MY, yang diketahui merupakan penghuni panti asuhan, dilaporkan belum kembali ke asrama hingga larut malam, sehingga memicu kekhawatiran pihak pengelola dan sekolah.
Pihak SMKN 1 Ciomas mengungkapkan, Kepala Sekolah menerima panggilan dari Polsek Bogor Barat pada Kamis (29/01/2026) sekitar pukul 23.00 WIB terkait keberadaan MY yang tidak diketahui.
Dalam rentang waktu sekitar 30 menit, hingga pukul 23.20 WIB, pihak sekolah bersama pengurus panti asuhan berupaya menghimpun informasi dari orang-orang terdekat MY untuk melacak keberadaannya.
Karena hasil pencarian awal tidak membuahkan hasil, laporan orang hilang resmi dibuat pada Jumat (30/01/2026) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB.
Kesaksian Teman Ungkap Detik-detik MY Lompat ke Sungai
Keterangan penting diperoleh dari seorang saksi yakni teman MY berinisial F, yang menjadi rekan terakhir bersama korban sebelum insiden terjadi.
“Korban (MY) bersama F baru saja selesai berkumpul di kediaman rekan mereka yang bernama R,” ungkap pihak sekolah, dikutip dari keterangan resmi pada Minggu (01/02/2026).
“Dalam perjalanan pulang menuju panti asuhan menggunakan sepeda motor, saat melintasi jembatan Sungai Cisadane, korban meminta saksi menghentikan kendaraan secara mendadak,” imbuhnya.
Setelah kendaraan berhenti, MY disebut langsung melompat ke aliran Sungai Cisadane dari atas Jembatan Loji tanpa sempat dicegah.
Menanggapi spekulasi yang berkembang di media sosial, pihak SMKN 1 Ciomas dengan tegas membantah adanya dugaan perundungan terhadap MY di lingkungan sekolah.
“Berdasarkan catatan riwayat akademik dan perilaku, MY dikenal sebagai siswa yang baik dan tidak pernah mengalami perundungan (bullying), baik secara verbal maupun fisik di lingkungan sekolah,” lanjut pernyataan resmi tersebut.
Sekolah juga menegaskan bahwa insiden ini tidak berkaitan dengan masalah akademik maupun sosial di lingkungan pendidikan.
Tim SAR Lanjutkan Pencarian di Sungai Cisadane
Sementara itu, proses pencarian terhadap MY masih terus berlangsung.
Tim SAR gabungan yang melibatkan BPBD Kota Bogor melakukan penyisiran aliran Sungai Cisadane menggunakan perahu karet.
Berdasarkan informasi BPBD, upaya pencarian juga dibantu dengan penggunaan drone thermal, terutama di titik-titik aliran sungai yang sulit dijangkau.
Namun, derasnya arus sungai serta faktor cuaca menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian.











