Saat Dedi Mulyadi Menjawab Kritik Warga Jawa Barat, Begini Katanya
adainfo.id – Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi menegaskan bahwa dukungan dan kritik dari masyarakat merupakan elemen penting dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus meningkatkan pembangunan daerah.
Menurutnya, perbedaan pandangan adalah bagian tak terpisahkan dari proses pemerintahan yang sehat dan terbuka.
Pernyataan tersebut disampaikan Dedi Mulyadi dalam pernyataan terbuka yang ditujukan kepada seluruh warga Jawa Barat serta publik luas.
Ia menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian, dukungan, dan berbagai gagasan yang terus disuarakan masyarakat terhadap kepemimpinannya.
Dedi menilai kepercayaan publik menjadi fondasi utama baginya dalam menjalankan amanah sebagai kepala daerah.
Dukungan tersebut tidak hanya memperkuat legitimasi kepemimpinan, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab besar yang harus dijalankan.
“Saya mengucapkan terima kasih atas cinta yang diberikan dalam bentuk pandangan dan gagasan yang setiap waktu memberi dukungan agar saya tetap setia menjaga amanah sebagai gubernur,” tuturnya dikutip Kamis (05/02/2026).
Kritik Dianggap Bentuk Kepedulian
Selain mengapresiasi dukungan, Dedi Mulyadi juga menegaskan bahwa kritik.
Termasuk yang disampaikan secara keras, merupakan bentuk kepedulian masyarakat terhadap jalannya pemerintahan di Jawa Barat.
Ia menilai kritik sebagai tanda bahwa masyarakat masih menaruh perhatian dan harapan besar terhadap pemerintah daerah.
“Tanpa masyarakat, saya bukan siapa-siapa. Kritik, bahkan yang keras sekalipun, saya terima. Dikritik artinya diperhatikan,” jelasnya.
Menurut Dedi, kritik dan sindiran yang muncul di ruang publik tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman, melainkan sebagai masukan berharga.
Ia memaknai setiap kritik sebagai wujud cinta masyarakat terhadap daerahnya, meskipun disampaikan dengan cara yang berbeda.
“Yang mengkritik dan yang membela, dua-duanya sahabat saya. Demokrasi memang berisi dukungan dan penolakan, ada sisi positif dan negatif,” tuturnya.
Dedi Mulyadi mengibaratkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat sebagai energi yang saling melengkapi.
Dalam demokrasi, menurutnya, keberagaman pendapat justru menjadi pendorong lahirnya kebijakan dan pembangunan yang lebih berkualitas.
Ia menekankan bahwa kritik publik berperan besar dalam membantu pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program-program pembangunan yang berjalan.
Tanpa kritik, potensi kesalahan dan kekurangan berisiko tidak terdeteksi secara dini.
Contoh Kritik Infrastruktur Jadi Evaluasi
Dalam pernyataannya, Dedi Mulyadi mencontohkan kritik masyarakat terhadap proyek infrastruktur di Jawa Barat.
Seperti kondisi jalan yang baru dibangun namun cepat mengalami kerusakan, hingga fasilitas penerangan jalan umum (PJU) yang dinilai belum memenuhi standar.
Ia menegaskan bahwa setiap temuan dan kritik tersebut akan dijadikan dasar untuk melakukan perbaikan lanjutan, baik dari sisi perencanaan, pengawasan, maupun pelaksanaan di lapangan.
“Terima kasih dikritik. Dengan itu, perbaikan akan dilakukan. Kesempurnaan hanya bisa diraih jika kita menemukan dan memperbaiki berbagai kesalahan,” ungkapnya.
Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat Jawa Barat untuk terus aktif berpartisipasi dalam pembangunan daerah.
Ia berharap dukungan dan kritik konstruktif dapat terus disuarakan demi terciptanya pemerintahan yang responsif dan pembangunan yang berkelanjutan.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Jawa Barat yang lebih maju, adil, dan sejahtera.
“Mari kita bersama-sama membangun Jawa Barat,” tandasnya.











