Transjabodetabek Blok M–Soetta Ditargetkan Beroperasi Sebelum Lebaran
adainfo.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat langkah pembukaan layanan transportasi massal baru yang menghubungkan pusat kota dengan bandara internasional.
Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta ditargetkan mulai beroperasi sebelum momentum Hari Raya Idulfitri 2026, seiring meningkatnya kebutuhan mobilitas masyarakat menjelang musim mudik dan libur Lebaran.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyampaikan bahwa pembukaan rute ini menjadi bagian dari strategi besar peningkatan konektivitas antarwilayah Jabodetabek, sekaligus memperkuat wajah layanan transportasi publik Jakarta di mata nasional maupun internasional.
Pramono menegaskan bahwa jajaran Pemprov DKI telah diminta untuk memastikan rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta dapat dibuka sebelum perayaan Idulfitri.
Ia menyebut waktu operasional sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung yang saat ini tengah dikebut.
“Saya sudah meminta untuk sebelum menyambut Idulfitri, trayek ini sudah harus dibuka. Jadi mudah-mudahan apakah di minggu keempat bulan Februari ini atau di awal bulan Maret, nanti akan kami buka,” papar Pramono dikutip Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, kehadiran rute ini diharapkan dapat menjadi alternatif transportasi publik yang nyaman dan terjangkau bagi masyarakat yang hendak menuju bandara, baik untuk kepentingan mudik maupun perjalanan lainnya.
Konektivitas Blok M dan Bandara Soetta
Blok M dipilih sebagai titik awal rute Transjabodetabek karena kawasan ini merupakan salah satu simpul transportasi utama di Jakarta Selatan.
Blok M terintegrasi dengan berbagai moda transportasi, mulai dari TransJakarta, MRT Jakarta, hingga angkutan pengumpan, sehingga memudahkan mobilitas penumpang dari berbagai penjuru kota.
Sementara itu, Bandara Soekarno-Hatta menjadi pintu gerbang utama penerbangan domestik dan internasional.
Dengan adanya rute Transjabodetabek langsung menuju bandara, Pemprov DKI berharap dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi dan taksi, sekaligus menekan kepadatan lalu lintas di ruas jalan menuju bandara.
Untuk memastikan layanan Transjabodetabek berjalan optimal, Pramono telah memerintahkan jajarannya untuk segera membangun halte-halte baru serta melakukan perbaikan pada halte yang sudah ada.
Hal ini dilakukan agar standar pelayanan transportasi publik tetap terjaga, khususnya pada rute strategis menuju bandara internasional.
“Untuk ke Soekarno-Hatta, karena apa pun ini kan wajahnya Jakarta, wajahnya Indonesia, maka saya sudah memerintahkan halte-haltenya untuk dibangun. Sampai dengan kemudian akan beroperasi secara normal,” tuturnya.
Pramono menilai fasilitas halte yang representatif menjadi faktor penting dalam menciptakan kesan pertama yang baik bagi wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta.
Tiga Terminal Bandara Akan Dilayani
Dalam rencana operasionalnya, bus Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta akan melayani tiga terminal utama bandara.
Hal ini dimaksudkan untuk memberikan kemudahan akses bagi penumpang dari dan menuju berbagai terminal keberangkatan dan kedatangan.
Dengan menjangkau seluruh terminal utama, layanan ini diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan penumpang pesawat domestik maupun internasional secara lebih merata.
Pramono mengungkapkan bahwa operasional rute Transjabodetabek ini akan melibatkan kerja sama antara PT Transportasi Jakarta dengan PT Angkasa Pura Indonesia.
Kolaborasi tersebut diperlukan untuk memastikan kelancaran akses bus ke area bandara serta integrasi dengan sistem pengelolaan transportasi bandara.
Kerja sama ini juga diharapkan dapat menciptakan standar pelayanan yang sejalan antara transportasi darat dan layanan bandara, sehingga pengalaman perjalanan penumpang menjadi lebih nyaman dan efisien.
Pada tahap awal operasional, Pemprov DKI Jakarta menyiapkan sebanyak 20 unit armada bus Transjabodetabek untuk melayani rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta.
Jumlah ini disesuaikan dengan perhitungan awal kebutuhan penumpang serta kesiapan infrastruktur pendukung.
Pramono menyebut bahwa target jumlah penumpang harian pada fase awal diperkirakan mencapai sekitar 2.000 orang per hari.
Angka ini akan menjadi indikator awal untuk mengevaluasi kebutuhan penambahan armada di masa mendatang.
“Kalau kemudian respons publiknya besar, tentunya kita tambah. Karena untuk perhitungan awal, minimum penumpang yang akan menggunakan itu kurang lebih 2.000-an per hari,” terangnya.
Frekuensi Keberangkatan Akan Disesuaikan
Pemprov DKI Jakarta juga memastikan ketercukupan armada agar waktu tunggu antarbus tidak terlalu lama.
Pramono menegaskan bahwa salah satu fokus utama dalam layanan transportasi publik adalah menjaga headway atau jarak waktu keberangkatan agar tetap singkat dan konsisten.
Dengan penambahan armada secara bertahap, jarak keberangkatan antarbus diharapkan semakin rapat, sehingga penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama, terutama pada jam-jam sibuk dan periode libur panjang.
Kehadiran Transjabodetabek rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta dipandang strategis menjelang musim mudik Lebaran.
Lonjakan penumpang pesawat biasanya terjadi pada periode tersebut, sehingga ketersediaan transportasi publik yang andal menjadi kebutuhan mendesak.
Rute ini diharapkan dapat menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang ingin menuju bandara dengan biaya terjangkau, waktu tempuh yang lebih pasti, serta kenyamanan yang memadai.
Lebih dari sekadar membuka rute baru, Pemprov DKI Jakarta menempatkan layanan Transjabodetabek ini sebagai bagian dari upaya memperkuat citra transportasi publik Jakarta.
Konektivitas yang baik antara pusat kota dan bandara dinilai menjadi indikator kemajuan sistem transportasi perkotaan.
Dengan dukungan infrastruktur halte yang representatif, armada yang memadai, serta integrasi lintas lembaga, rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta diharapkan mampu menjadi etalase transportasi publik Jakarta bagi masyarakat dan wisatawan internasional. hry











