Presiden Prabowo: Kampung Haji Indonesia di Makkah Jadi Kehormatan Bersejarah

ARY
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sambutan Mujahadah Kubro Satu Abad NU di Stadion Gajayana Malang terkait kampung haji Indonesia di Makkah, Minggu (08/02/26). (Foto: Instagram/sekretariat.kabinet)

adainfo.id – Langkah strategis pemerintah dalam memperkuat pelayanan ibadah haji dan umrah kembali mencatatkan babak baru dalam sejarah hubungan Indonesia dengan Kerajaan Arab Saudi.

Untuk pertama kalinya, Indonesia memperoleh kehormatan dan hak istimewa berupa kepemilikan lahan di Kota Suci Makkah yang akan dimanfaatkan sebagai kampung haji bagi jemaah asal Tanah Air.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam sambutannya pada acara Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (08/02/2026).

Di hadapan ribuan warga NU dan para ulama, Presiden menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan tonggak penting dalam sejarah diplomasi dan pelayanan keagamaan Indonesia.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia menjadi negara pertama yang mendapatkan izin khusus untuk memiliki lahan di Makkah.

Keputusan tersebut, menurut Presiden, menunjukkan tingginya kepercayaan dan penghormatan Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia sebagai negara dengan populasi muslim terbesar di dunia.

“Saya mau melaporkan di sini, di hadapan para ulama, di hadapan keluarga besar NU, bahwa Indonesia pertama kali kita mendapat kehormatan, mendapat hak untuk kita bisa memiliki lahan di Kota Suci di Makkah,” papar Presiden Prabowo.

Presiden menjelaskan bahwa izin tersebut bukan sekadar kebijakan administratif, melainkan hasil dari perubahan regulasi yang secara khusus dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi.

Hal ini menegaskan posisi strategis Indonesia dalam hubungan bilateral kedua negara.

“Ini adalah pertama kali dalam sejarah bahwa pemerintah kerajaan Saudi mengizinkan bangsa lain memiliki tanah di Kota Suci Makkah,” ungkapnya.

“Saudara-saudara sekalian, mereka mengubah undang-undang mereka khusus untuk memberi penghormatan kepada bangsa Indonesia,” sambungnya.

Kampung Haji untuk Pelayanan Jemaah Indonesia

Rencana pembangunan kampung haji Indonesia di Makkah dirancang sebagai fasilitas terpadu untuk melayani kebutuhan jemaah haji dan umrah asal Indonesia.

Presiden Prabowo menekankan bahwa keberadaan kampung haji ini akan menjamin kualitas hunian dan kenyamanan jemaah selama berada di Tanah Suci.

Lebih lanjut, kampung haji tersebut nantinya akan diperuntukkan untuk memfasilitasi warga Indonesia yang akan melaksanakan haji dan umroh.

Pemerintah ingin memastikan bahwa jemaah Indonesia mendapatkan tempat tinggal yang layak, aman, dan manusiawi, sekaligus menghindari persoalan klasik terkait akomodasi selama musim haji.

“Nanti dijamin semua jemaah akan mendapat hunian yang layak, tempat yang baik. Tidak usah ragu-ragu lagi, tidak boleh ada macam-macam lagi,” tuturnya.

Dengan adanya kampung haji ini, pemerintah berharap seluruh proses ibadah jemaah Indonesia di Makkah dapat berjalan lebih tertib dan terorganisasi, mulai dari kedatangan, akomodasi, hingga kepulangan ke Tanah Air.

Tak hanya itu, Presiden Prabowo juga mengungkapkan bahwa pembangunan kampung haji Indonesia akan dilakukan secara bertahap dengan target yang jelas.

Dalam waktu dekat, pemerintah menargetkan tersedianya ribuan kamar untuk jemaah Indonesia.

Ia juga menargetkan dalam tiga tahun ke depan, kampung haji tersebut telah terbangun dengan baik.

“Baru nanti berapa bulan lagi saya kira kita sudah akan punya kurang lebih seribu, seribu kamar. Tapi terus akan kita bangun,” bebernya.

Tahapan pembangunan ini dirancang untuk menyesuaikan dengan kebutuhan jemaah Indonesia yang setiap tahunnya mencapai ratusan ribu orang.

Dengan skema bertahap, pemerintah berharap kualitas bangunan dan fasilitas tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan.

Dampak terhadap Pelayanan dan Biaya Haji

Selain aspek hunian, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan kampung haji Indonesia di Makkah menjadi bagian dari agenda besar reformasi penyelenggaraan ibadah haji.

Pemerintah bertekad meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menekan biaya haji yang selama ini menjadi beban bagi masyarakat.

“Pelayanannya akan terbaik, dan saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” jelasnya.

Komitmen ini selaras dengan harapan jutaan calon jemaah haji yang menginginkan pelayanan yang lebih baik dengan biaya yang lebih terjangkau.

Pemerintah menilai bahwa kepemilikan fasilitas sendiri di Makkah dapat menjadi salah satu instrumen penting untuk efisiensi biaya jangka panjang.

Atas hal ini, pembangunan kampung haji Indonesia di Makkah juga mencerminkan semakin eratnya hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi.

Kerja sama kedua negara selama ini tidak hanya terbatas pada penyelenggaraan haji dan umrah, tetapi juga meluas ke sektor ekonomi, pendidikan, dan investasi.

Kepercayaan yang diberikan Kerajaan Arab Saudi kepada Indonesia dinilai sebagai hasil dari diplomasi aktif pemerintah serta peran strategis Indonesia dalam dunia Islam.

Kepemilikan lahan di Makkah menjadi simbol pengakuan atas posisi Indonesia sebagai mitra penting di kawasan dan dunia Muslim global.

Langkah ini sekaligus membuka peluang bagi penguatan kerja sama lanjutan, khususnya dalam pengelolaan ibadah haji yang lebih profesional, berkelanjutan, dan berorientasi pada kenyamanan jemaah Indonesia.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *