Banyak Ruas Jalan Rusak di Depok, Pemerintah Daerah Lakukan Koordinasi Perbaikan
adainfo.id – Kondisi Jalan Raya Bogor yang membentang melintasi wilayah Kota Depok kembali menjadi sorotan publik.
Ruas jalan nasional yang menghubungkan Jakarta dan Bogor itu mengalami kerusakan cukup serius di sejumlah titik, mulai dari bagian pinggir hingga lajur tengah.
Lubang aspal dengan kedalaman bervariasi terlihat di banyak lokasi dan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara roda dua.
Pantauan di lapangan menunjukkan kerusakan paling mencolok terlihat di kawasan Cimanggis.
Di depan Puskesmas Cimanggis, misalnya, lubang-lubang pada badan jalan tampak menganga dengan kedalaman sekitar 10 hingga 20 sentimeter.
Kondisi tersebut memanjang mengikuti jalur pinggiran separator pembatas arah Jakarta-Bogor maupun sebaliknya.
Pada beberapa titik, bekas tambalan lama terlihat kembali terkelupas, menyisakan permukaan jalan yang tidak rata.
Sebagai bentuk peringatan, terpasang papan pengumuman berlogo Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dengan tulisan “Hati-hati Jalan Berlubang!”.
Meski demikian, rambu tersebut dinilai belum cukup mengurangi risiko kecelakaan, mengingat padatnya arus lalu lintas serta tingginya kecepatan kendaraan di jam-jam tertentu.
Jalan Nasional dan Kewenangan Pemerintah
Menanggapi kondisi tersebut, Wali Kota Depok Supian Suri menyampaikan bahwa tidak seluruh ruas jalan di wilayah Kota Depok berada di bawah kewenangan pemerintah kota.
Jalan Raya Bogor, kata dia, merupakan jalan nasional yang menjadi tanggung jawab pemerintah pusat melalui Kementerian PU.
“Seperti diketahui memang jalan di Kota Depok ini tidak semuanya menjadi jalan menjadi kewenangannya Kota Depok,” ungkap Supian Suri kepada wartawan, Selasa (10/02/2026).
Supian Suri menjelaskan, sejak menerima laporan terkait kerusakan Jalan Raya Bogor, Pemerintah Kota Depok langsung melakukan koordinasi lintas instansi.
Koordinasi tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta Kementerian PU sebagai pihak yang memiliki kewenangan langsung terhadap jalan nasional.
Menurut Supian Suri, komunikasi juga telah dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dengan pihak Kementerian PU untuk mempercepat proses penanganan kerusakan di sejumlah ruas strategis.
“Di mana Jalan Jakarta-Bogor, lalu Jalan Raya Bojongsari menuju Ciputat dan menuju Bogor, ini pun telah kami sampaikan banyak titik-titik yang berlubang,” beber Supian Suri.
Tindak Lanjut Perbaikan Jalan Nasional
Supian Suri memastikan bahwa pemerintah pusat telah menerima laporan terkait kondisi jalan yang rusak di wilayah Depok.
Dalam waktu dekat, Kementerian PU disebut akan melakukan tindak lanjut perbaikan, khususnya pada ruas jalan nasional yang mengalami kerusakan cukup parah.
“Nah untuk jalan kota kami terus coba perbaiki begitu pun dengan jalan provinsi,” terang Supian Suri.
Supian Suri menambahkan, Pemkot Depok tetap berupaya melakukan penanganan sementara pada titik-titik yang menjadi kewenangan daerah, sambil menunggu perbaikan menyeluruh dari pemerintah pusat dan provinsi.
Upaya tersebut dilakukan untuk meminimalkan risiko kecelakaan lalu lintas.
Beban Lalu Lintas Tinggi dan Kendaraan Berat
Jalan Raya Bogor dikenal sebagai salah satu jalur utama dengan volume kendaraan yang tinggi setiap harinya.
Selain menjadi akses penghubung Jakarta dan Bogor, ruas jalan ini juga dilintasi kendaraan berat seperti truk kontainer dan angkutan logistik.
Kondisi tersebut diduga mempercepat tingkat keausan aspal, terutama saat musim hujan.
Genangan air yang mengisi celah-celah aspal retak kerap memperparah kerusakan, hingga akhirnya membentuk lubang yang membahayakan pengguna jalan.
Pengendara motor, M. Fathi (28), mengaku merasa waswas setiap kali melintasi Jalan Raya Bogor.
Menurut Fathi, lubang-lubang di badan jalan sering kali sulit terlihat, terutama saat hujan atau malam hari.
“Jalan Raya Bogor itu cukup padat kan ya. Apalagi sama kendaraan-kendaraan besar seperti truk-truk kontainer yang melintas,” ungkap Fathi.
Fathi menuturkan, beberapa kali dirinya harus melakukan pengereman mendadak atau menghindari lubang dengan manuver tiba-tiba, yang justru meningkatkan risiko kecelakaan.
Ancaman Keselamatan Pengguna Jalan
Kerusakan jalan yang dibiarkan berlarut-larut dinilai berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Lubang dengan kedalaman belasan sentimeter dapat menyebabkan kendaraan oleng, pecah ban, hingga terjatuh.
Selain itu, kondisi jalan yang tidak rata juga berdampak pada kendaraan roda empat.
Ban kendaraan bisa rusak, sistem suspensi terganggu, dan dalam jangka panjang meningkatkan biaya perawatan kendaraan bagi masyarakat.
Fathi berharap perbaikan Jalan Raya Bogor dapat segera dilakukan secara menyeluruh dan tidak hanya bersifat tambal sulam.
“Harapannya sih segera diperbaiki secara keseluruhan sebelum ada korban kecelakaan,” ujar Fathi.
Pentingnya Percepatan Koordinasi Lintas Pemerintah
Kasus kerusakan Jalan Raya Bogor mencerminkan pentingnya koordinasi yang lebih efektif antara pemerintah pusat, provinsi, dan daerah.
Jalan nasional yang melintasi wilayah perkotaan dengan mobilitas tinggi membutuhkan perawatan rutin dan respons cepat ketika terjadi kerusakan.
Di sisi lain, masyarakat berharap adanya transparansi jadwal perbaikan agar pengguna jalan dapat mengantisipasi dan memilih jalur alternatif bila diperlukan.
Informasi yang jelas dinilai dapat mengurangi keresahan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap pemerintah.
Bagi Pemkot Depok, persoalan Jalan Raya Bogor menjadi tantangan tersendiri di tengah upaya peningkatan infrastruktur kota.
Meski kewenangan terbatas, pemerintah kota tetap didorong untuk aktif menyuarakan aspirasi warga dan memastikan keselamatan pengguna jalan menjadi prioritas utama.
Seiring meningkatnya mobilitas antarwilayah Jakarta dan Jawa Barat, kondisi Jalan Raya Bogor dinilai tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga regional.
Oleh karena itu, percepatan perbaikan jalan nasional tersebut menjadi kepentingan bersama yang melibatkan berbagai level pemerintahan dan pemangku kepentingan.











