Hadapi Imlek hingga Idulfitri, Ketersediaan Pangan di Jakarta Diklaim Cukup

ARY
Ilustrasi kesiapan stok pangan dan pengendalian inflasi di Jakarta menjelang hari besar keagamaan 2026. (Foto: Pexels/Tom Fisk)

adainfo.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan kesiapan penuh dalam menghadapi rangkaian hari besar keagamaan sepanjang tahun 2026, mulai dari perayaan Imlek, Hari Raya Nyepi, bulan suci Ramadan, hingga Idulfitri.

Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap stabilitas harga pangan dan ketersediaan bahan pokok menjelang momen-momen besar tersebut.

Pemerintah daerah menilai kesiapan ini menjadi faktor krusial dalam menjaga ketenangan masyarakat, khususnya di Jakarta sebagai pusat aktivitas ekonomi nasional dengan tingkat konsumsi yang tinggi.

Dengan jumlah penduduk yang besar serta mobilitas yang padat, stabilitas pasokan pangan dan pengendalian inflasi menjadi prioritas utama Pemprov DKI.

“Ketersediaan pangan untuk Ramadan dan juga Idulfitri di Jakarta, termasuk hari-hari besar lainnya, apakah itu Imlek atau Nyepi dan sebagainya, Jakarta dalam kondisi yang aman karena cadangannya mencukupi,” ungkap Pramono dikutip Selasa (10/02/2026).

Untuk menjaga inflasi tetap terkendali sepanjang periode hari besar keagamaan, Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah langkah strategis.

Langkah tersebut mencakup pemantauan rutin terhadap ketersediaan dan harga komoditas pangan utama, seperti beras, daging, telur, cabai, hingga kebutuhan energi rumah tangga seperti LPG 3 kilogram.

Pemantauan dilakukan secara terintegrasi melalui sistem peringatan dini atau early warning system yang memungkinkan pemerintah daerah mendeteksi potensi lonjakan harga sejak dini.

Dengan mekanisme tersebut, intervensi pasar dapat dilakukan lebih cepat sebelum gejolak harga dirasakan masyarakat.

Pramono menegaskan bahwa hampir seluruh komoditas pangan strategis di Jakarta saat ini berada dalam kondisi relatif stabil.

Menurutnya, koordinasi lintas dinas dan kerja sama dengan berbagai pihak menjadi kunci dalam menjaga stabilitas tersebut.

“Karena Pemerintah DKI Jakarta menjamin bahwa ketersediaan bahan pangan maupun daging dan sebagainya, Jakarta adalah mencukupi,” tuturnya.

Imbauan Tidak Melakukan Panic Buying

Di tengah meningkatnya kebutuhan menjelang Ramadan dan Idulfitri, Pramono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau pembelian berlebihan.

Ia menilai perilaku tersebut justru dapat memicu gangguan distribusi dan lonjakan harga yang sebenarnya tidak perlu.

Pemprov DKI meyakini bahwa pasokan pangan di Jakarta cukup untuk memenuhi kebutuhan warga, termasuk saat puncak konsumsi menjelang hari raya.

Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan.

Imbauan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas psikologis pasar.

Mengingat sentimen konsumen kerap menjadi pemicu utama fluktuasi harga, terutama pada komoditas pangan sensitif.

Pasar Murah dan Intervensi Langsung Pemerintah

Sebagai bentuk intervensi langsung, Pemprov DKI Jakarta terus menggencarkan pelaksanaan pasar murah di berbagai wilayah.

Kegiatan ini menjadi instrumen penting dalam menekan potensi kenaikan harga, sekaligus membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau.

Pasar murah digelar dengan melibatkan BUMD pangan, distributor, serta pelaku usaha, sehingga rantai distribusi dapat dipangkas dan harga jual lebih kompetitif.

Komoditas yang disediakan umumnya meliputi beras, minyak goreng, gula, daging, dan bahan pangan lainnya yang menjadi kebutuhan utama masyarakat.

Meski demikian, Pemprov DKI memberikan perhatian khusus pada komoditas minyak goreng dan cabai yang dikenal memiliki volatilitas harga tinggi.

Fluktuasi harga kedua komoditas tersebut sering dipengaruhi faktor cuaca, distribusi, hingga dinamika pasokan dari daerah produsen.

Sebagai solusi jangka panjang, Pemprov DKI kembali mendorong penguatan program urban farming, khususnya penanaman cabai di lingkungan perkotaan.

Program ini dinilai tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan lokal, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga stabilitas harga.

Urban farming menjadi salah satu strategi adaptif Jakarta dalam menghadapi keterbatasan lahan pertanian, sekaligus merespons tantangan perubahan iklim yang berdampak pada produksi pangan nasional.

Dengan melibatkan komunitas, RT/RW, hingga sekolah, program ini diharapkan mampu menciptakan sumber pasokan alternatif di tingkat lokal.

Daya Beli Warga Jakarta Tetap Kuat

Di sisi lain, kondisi ekonomi masyarakat Jakarta dinilai cukup solid.

Data Bank Indonesia menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Jakarta pada Januari 2026 mencapai angka 149,8, jauh melampaui rata-rata nasional yang berada di level 127.

Angka tersebut mencerminkan optimisme dan daya beli masyarakat yang relatif tinggi.

Kuatnya daya beli ini menjadi faktor pendukung bagi stabilitas ekonomi Jakarta.

Namun juga sekaligus menuntut kesiapan pemerintah dalam memastikan pasokan barang dan jasa tetap terjaga agar tidak memicu tekanan inflasi.

Pemprov DKI memandang tingginya keyakinan konsumen sebagai sinyal positif atas efektivitas kebijakan pengendalian harga dan ketersediaan pasokan yang selama ini dijalankan.

Jakarta Tetap Terbuka bagi Pendatang Pascahari Raya

Menjelang Idulfitri, isu urbanisasi kembali menjadi perhatian. Pramono menegaskan bahwa Jakarta tidak akan menutup diri bagi masyarakat dari daerah lain yang ingin mencari peluang kehidupan setelah hari raya.

Menurutnya, mobilitas penduduk merupakan dinamika alami kota besar, terlebih di tengah pertumbuhan ekonomi Jakarta pada kuartal keempat 2025.

Namun demikian, ia mengingatkan agar para pendatang mempersiapkan diri dengan keterampilan dan kemampuan yang memadai.

Persaingan kerja di Jakarta semakin ketat, sehingga kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penentu keberhasilan.

“Kami mengharapkan untuk siapapun yang akan bekerja di Jakarta, tentunya mereka sudah mempersiapkan diri sebaik-baiknya,” pungkasnya.

Pemprov DKI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keseimbangan antara keterbukaan kota, stabilitas ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut dilakukan seiring dengan kesiapan menghadapi berbagai momentum besar keagamaan sepanjang 2026.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *