Qonita Lutfiyah Dinobatkan Jadi Tokoh Inspiratif di HPN PWI Kota Depok

ACS
Qonita Lutfiyah dinobatkan sebagai tokoh inspiratif di HPN PWI Kota Depok. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok menyiapkan perhelatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dengan konsep berbeda.

Tidak hanya sebatas seremoni tahunan, rangkaian kegiatan HPN kali ini diarahkan sebagai aksi nyata yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Perayaan HPN yang digelar pada Kamis (12/02/2026) dirancang menjadi momentum pengabdian sosial insan pers di Kota Depok.

PWI Depok ingin memastikan peringatan Hari Pers Nasional tidak berhenti pada panggung formalitas, melainkan menghadirkan manfaat konkret menjelang Ramadhan.

Berbagai program sosial disiapkan, mulai dari Gerakan Pangan Murah, layanan kesehatan gratis, santunan anak yatim, hingga pemberian penghargaan kepada tokoh-tokoh yang dinilai berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Salah satu program dalam HPN 2026 adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional (Bapanas).

Program ini menjadi respons atas potensi fluktuasi harga kebutuhan pokok menjelang bulan puasa.

Momentum Ramadan kerap diiringi kenaikan harga bahan pangan di berbagai daerah.

PWI Depok melihat kondisi ini sebagai tantangan yang perlu diantisipasi melalui kolaborasi lintas sektor.

Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Langkah ini diharapkan membantu menjaga daya beli warga sekaligus mendukung stabilitas harga di tingkat lokal.

Keterlibatan Bapanas menunjukkan bahwa peringatan Hari Pers Nasional tidak hanya berdimensi simbolik, tetapi juga berkontribusi pada isu strategis ketahanan pangan.

Layanan Kesehatan Gratis dan Kepedulian Sosial

Selain aspek ekonomi, HPN 2026 PWI Depok juga menekankan sisi kemanusiaan.

Layanan pemeriksaan kesehatan gratis menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan.

Masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas cek kesehatan tanpa dipungut biaya.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran warga terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan, terutama menjelang bulan puasa.

Tidak hanya itu, pembagian kacamata baca secara cuma-cuma turut menjadi bagian dari layanan sosial.

Program ini menyasar warga yang membutuhkan alat bantu penglihatan namun terkendala biaya.

Kepedulian sosial juga diwujudkan melalui santunan kepada anak yatim.

Insan pers di Kota Depok ingin memastikan bahwa kebahagiaan menyambut Ramadan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

Bagi internal organisasi, PWI Depok juga menyiapkan pembagian bingkisan sembako bagi wartawan yang tergabung dalam keanggotaan.

Langkah ini menjadi bentuk solidaritas dan perhatian terhadap kesejahteraan rekan-rekan jurnalis.

“Kami ingin HPN tahun ini menjadi jembatan pengabdian, baik bagi masyarakat maupun bagi rekan-rekan wartawan sendiri,” ujar Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa HPN 2026 bukan hanya milik insan pers, tetapi juga ruang kolaborasi dan kepedulian bersama.

Anugerah untuk 12 Tokoh Pembangunan Depok

Puncak peringatan HPN 2026 akan diwarnai dengan pemberian penghargaan kepada 12 tokoh dan pejabat yang dinilai memiliki dedikasi luar biasa dalam pembangunan Kota Depok.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi terhadap individu yang berkontribusi di berbagai bidang, mulai dari pemerintahan, sosial, pendidikan, hingga politik.

Salah satu nama yang mendapat sorotan adalah Qonita Lutfiyah. Ia dinobatkan sebagai Tokoh Perempuan Inspiratif Bidang Politik, Sosial, dan Pendidikan.

Penghargaan tersebut diberikan atas kiprah dan konsistensinya dalam memperjuangkan isu-isu strategis di Kota Depok.

Qonita Lutfiyah dikenal sebagai politisi senior yang memiliki latar belakang akademik kuat.

Ia merupakan doktor manajemen bisnis dari IPB dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta pendidikan.

Saat ini, Qonita menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan Dewan (BKD) DPRD Kota Depok periode 2024-2029. Ia juga dikenal sebagai pembina QL Center.

Sebagai politisi dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Qonita dikenal vokal menyuarakan isu pendidikan dan infrastruktur.

Kiprahnya di panggung politik kerap disorot karena keberanian dalam menyampaikan pandangan.
Putri dari ulama kharismatik KH Syukron Ma’mun tersebut dinilai mampu memadukan peran sebagai legislator dan figur publik yang dekat dengan masyarakat.

Bagi Qonita, penghargaan yang diberikan dalam rangka HPN 2026 memiliki makna mendalam.

“Pers bukan hanya penyampai informasi, tapi juga kontrol sosial. Kritik dari teman-teman pers adalah vitamin bagi kami untuk bekerja lebih baik melayani warga,” ungkap pendiri QL Center tersebut.

Ia memandang peran pers sebagai mitra strategis dalam menjaga kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan.

Penghargaan tersebut juga dimaknainya sebagai tanggung jawab moral untuk terus meningkatkan kinerja.

“Ini tanggung jawab besar bagi saya untuk terus menjaga amanah masyarakat dan menjadi lebih baik ke depannya,” pungkas Qonita.

HPN sebagai Momentum Sinergi Pers dan Publik

Perayaan HPN 2026 di Kota Depok mencerminkan pergeseran paradigma dalam memaknai Hari Pers Nasional.

Tidak lagi terbatas pada peringatan internal profesi, tetapi berkembang menjadi gerakan sosial yang melibatkan masyarakat luas.

Kolaborasi dengan Bapanas, penyediaan layanan kesehatan gratis, santunan sosial, hingga pemberian penghargaan menunjukkan bahwa insan pers memiliki peran strategis dalam membangun solidaritas sosial.

Momentum menjelang Ramadan dipilih sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat semangat berbagi dan kepedulian.

HPN 2026 menjadi panggung yang menghubungkan media, pemerintah, tokoh masyarakat, dan warga dalam satu ruang kolaborasi.

Rangkaian kegiatan ini juga mempertegas posisi PWI Depok sebagai organisasi profesi yang tidak hanya fokus pada isu jurnalistik, tetapi juga aktif dalam gerakan sosial kemasyarakatan.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *