TNI AD Siap Fasilitasi Pendidikan Komcad untuk 4.000 ASN

AZL
Ilustrasi pelatihan terhadap ribuan ASN dalam program Komcad 2026. (Foto: Kemhan)

adainfo.id – TNI Angkatan Darat (AD) menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung program pendidikan Komponen Cadangan (Komcad) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digagas Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan dijadwalkan mulai berjalan pada April 2026.

Program strategis ini akan melibatkan 4.000 ASN dari berbagai kementerian dan lembaga sebagai bagian dari penguatan sistem pertahanan negara berbasis semesta.

Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak yang menegaskan bahwa TNI AD memiliki sarana dan prasarana pelatihan yang memadai untuk menggelar pendidikan dasar Komcad bagi ASN.

“Jadi kalau apa yang kami punya nanti petunjuknya bagaimana kita siapkan semaksimal mungkin apa yang kita bisa. Jadi memang yang paling punya banyak fasilitas untuk berlatih saya kira Angkatan Darat,” kata Maruli dikutip, Rabu (11/02/2026).

Program pendidikan Komcad ASN 2026 ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam memperluas partisipasi komponen sipil dalam sistem pertahanan negara.

Pelibatan ASN dinilai strategis karena aparatur negara memiliki peran vital dalam menjalankan roda pemerintahan sekaligus menjadi bagian dari cadangan kekuatan nasional.

Fasilitas TNI AD Siap Dukung Pendidikan Dasar

Dalam penjelasannya, KSAD menekankan bahwa kesiapan TNI AD tidak hanya sebatas komitmen verbal, tetapi juga mencakup dukungan fasilitas latihan yang tersebar di berbagai wilayah.

Pendidikan Komcad ASN nantinya akan mencakup pembinaan fisik, disiplin, wawasan kebangsaan, hingga pemahaman dasar pertahanan negara.

Pelatihan tersebut dirancang agar tetap proporsional dan menyesuaikan latar belakang peserta sebagai ASN, bukan prajurit aktif.

Maruli juga menegaskan bahwa pelaksanaan teknis program tersebut masih menunggu arahan lebih lanjut dari Markas Besar TNI.

Hal ini karena program Komcad ASN tidak hanya melibatkan TNI AD, melainkan juga matra laut dan udara.

“Mungkin lebih detail ditanya ke Mabes TNI. Perencanaan ini kan pasti nanti pelaksanaannya dilakukan oleh (TNI Angkatan) Darat, Laut, dan Udara,” ujar Maruli.

Koordinasi lintas matra dinilai penting untuk memastikan standar pelatihan seragam dan selaras dengan doktrin pertahanan negara.

Dengan keterlibatan tiga matra, pendidikan Komcad ASN diharapkan mencerminkan sinergi kekuatan pertahanan nasional.

Seleksi ASN dan Jadwal Pelaksanaan

Sementara, Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menyampaikan bahwa pendidikan dasar Komcad bagi ASN ditargetkan dimulai pada April 2026.

Proses persiapan saat ini masih dalam tahap koordinasi dan finalisasi teknis.

“Mungkin nanti di akhir bulan depan. April mungkin kira-kira akan kita mulai nanti,” kata Donny.

Peserta program Komcad ASN akan diusulkan oleh masing-masing kementerian dan lembaga pemerintah.

Nama-nama yang diajukan akan melalui proses seleksi untuk memastikan memenuhi persyaratan administratif, kesehatan, dan komitmen mengikuti pelatihan.

“Nanti akan kita seleksi, (kalau) memenuhi syarat, baru kita mulai program tersebut,” ujar Donny.

Durasi pendidikan dasar Komcad ASN direncanakan berlangsung sekitar dua bulan.

Setelah menyelesaikan pelatihan, ASN peserta Komcad akan kembali ke instansi masing-masing untuk melaksanakan tugas pemerintahan seperti biasa.

“Ini kan hanya sekitar dua bulan mereka mendapatkan pelatihan Komcad ini. Setelah itu, mereka kembali lagi melaksanakan tugas sebagai ASN,” pungkas Donny.

Standarisasi dan Koordinasi Lintas Matra

Keterlibatan tiga matra TNI dalam pendidikan Komcad ASN menuntut adanya standardisasi kurikulum dan metode pelatihan.

TNI AD, TNI AL, dan TNI AU masing-masing memiliki karakteristik dan spesialisasi berbeda dalam pelatihan militer.

Namun dalam konteks Komcad ASN, pendekatan yang digunakan akan menyesuaikan kebutuhan dasar bela negara.

Program ini juga diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara sektor pertahanan dan birokrasi pemerintahan.

Dengan adanya pendidikan Komcad, ASN tidak hanya memahami tata kelola pemerintahan, tetapi juga memiliki perspektif strategis terkait keamanan dan kedaulatan negara.

Dampak terhadap Tata Kelola Pemerintahan

Meskipun bersifat sementara, pendidikan Komcad bagi ASN diproyeksikan membawa dampak jangka panjang terhadap tata kelola pemerintahan.

ASN yang telah mengikuti pelatihan diharapkan memiliki kedisiplinan lebih tinggi hingga kepemimpinan yang kuat.

Pelaksanaan program pun ditekankan tidak akan mengganggu pelayanan publik karena waktu pelatihan telah diperhitungkan secara matang.

Dengan target 4.000 ASN pada tahap awal, program ini menjadi salah satu inisiatif terbesar dalam pelibatan aparatur negara ke dalam komponen cadangan.

Penguatan Komcad melalui ASN menjadi langkah strategis menghadapi dinamika global yang semakin kompleks.

Melalui pendidikan Komcad ASN 2026, pemerintah berupaya membangun kesiapan kolektif seluruh elemen bangsa dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *