Perayaan Imlek Dorong Geliat Penjualan Pernak-Pernik di Depok

ARY
Ilustrasi penjualan pernak-pernik Imlek di Kota Depok. (Foto: Pexels/Addie Douglas)

adainfo.id – Penjualan aksesori menjelang Imlek di Kota Depok mulai menunjukkan peningkatan signifikan, dengan lonjakan permintaan yang didominasi kebutuhan dekorasi kantor, restoran, showroom, dan apartemen.

Aktivitas jual beli pernak-pernik khas Imlek terlihat semakin ramai, salah satunya pada toko grosir dan eceran di Jalan Raya Margonda.

Salah satu pedagang aksesori Imlek, Siti, mengungkapkan bahwa peningkatan permintaan sudah terasa dalam beberapa pekan terakhir, terutama dari kalangan pelaku usaha.

“Permintaan untuk kebutuhan kantor, restoran, showroom, dan apartemen. Kalau keperluan pribadi, daya belinya tidak terlalu mencolok,” ujar Siti dikutip Kamis (12/02/2026).

Menurut Siti, pembelian dalam jumlah besar atau grosir cenderung stabil setiap tahun karena banyak instansi dan pelaku usaha yang memiliki kewajiban atau tradisi untuk memasang dekorasi Imlek sebagai bagian dari identitas bisnis mereka.

“Kalau pembelian grosir masih tetap berjalan, karena kantor dan tempat usaha memang biasanya memasang dekorasi. Berbeda dengan kebutuhan pribadi, hanya menambah sedikit aksesori saja,” jelasnya.

Tradisi memasang dekorasi Imlek di ruang publik seperti lobi perkantoran, pusat perbelanjaan, restoran, hingga apartemen menjadi bagian dari strategi menarik pelanggan sekaligus menciptakan suasana perayaan yang meriah.

Lampion gantung berukuran besar, ornamen kaligrafi Tionghoa, serta simbol keberuntungan menjadi elemen dekoratif yang hampir selalu hadir di area komersial menjelang Imlek.

Pengaruh Shio Kuda Api pada Tren Dekorasi

Perayaan Imlek 2577 Kongzili pada tahun 2026 berada dalam naungan Shio Kuda Api.

Hal ini turut memengaruhi tren pembelian, terutama dari kalangan pembeli pribadi yang biasanya menyesuaikan dekorasi dengan shio tahun berjalan.

“Biasanya pembeli pribadi hanya menambah ornamen sesuai shio tahun berjalan. Tahun ini shio Kuda Api, jadi paling hanya menambah dekorasi berbentuk kuda atau aksesori pelengkap lainnya,” kata Siti.

Ornamen berbentuk kuda, baik dalam bentuk gantungan, patung mini, maupun cetakan karakter shio pada lampion dan hiasan dinding, menjadi salah satu produk yang cukup diminati.

Meski demikian, pembelian pribadi dinilai tidak mengalami lonjakan signifikan.

Banyak masyarakat yang memilih memanfaatkan kembali dekorasi tahun sebelumnya karena masih dalam kondisi baik.

“Mungkin karena dekorasi tahun lalu masih bagus dan layak digunakan, jadi pembelian untuk pribadi tidak terlalu banyak,” ungkapnya.

Perubahan Pola Belanja ke Online

Siti juga mengakui adanya pergeseran pola belanja masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.

Untuk kebutuhan pribadi, pembeli kini cenderung memilih berbelanja secara daring melalui platform marketplace.

“Kalau untuk pembelian pribadi, sekarang lebih banyak yang beralih ke toko online. Lebih praktis, efisien, dan nyaman. Tinggal pilih lewat ponsel, klik, lalu kurir yang mengantar,” tuturnya.

Kemudahan akses, variasi produk yang luas, serta promosi harga menjadi alasan utama konsumen beralih ke belanja daring.

Fenomena ini membuat penjualan eceran di toko fisik relatif tidak melonjak drastis meskipun momen Imlek semakin dekat.

Namun kondisi berbeda terjadi pada pembelian skala besar dari kantor atau pelaku usaha.

Mereka umumnya tetap datang langsung ke toko untuk memastikan kualitas dan ukuran dekorasi yang dibutuhkan.

“Kalau kebutuhan kantor biasanya mereka datang langsung ke toko karena harus melihat langsung barangnya. Apalagi kebutuhan dekorasi kantor sering kali mendekati hari perayaan,” jelasnya.

Lampion Tetap Jadi Primadona

Dari berbagai jenis aksesori yang tersedia, lampion masih menjadi produk paling diminati menjelang Imlek 2026.

Baik lampion ukuran kecil untuk dekorasi rumah maupun lampion besar untuk area komersial, keduanya tetap menjadi simbol utama perayaan.

“Lampion itu sudah pasti laris, wajib punya. Selain itu, pernak-pernik premium seperti lampion juga diminati. Biasanya dipasang di restoran, kantor, lobby, atau apartemen,” paparnya.

Lampion berbahan beludru dengan detail bordir emas dinilai memberikan kesan elegan dan eksklusif, sehingga banyak dipilih oleh restoran dan perkantoran yang ingin menghadirkan suasana Imlek yang lebih mewah.

Selain lampion, aksesori lain yang bernuansa merah juga menjadi pelengkap yang banyak dicari.

Variasi Harga dan Segmentasi Pasar

Untuk harga, aksesori Imlek di kawasan Margonda dijual dengan rentang yang cukup variatif, menyesuaikan bahan, ukuran, dan desain produk.

“Harga pernak-pernik Imlek mulai dari Rp20.000 hingga Rp200.000. Tergantung bahan, ukuran, dan jenis ornamen yang dipilih. Semakin premium bahannya, tentu harganya juga menyesuaikan,” kata Siti.

Segmentasi pasar terlihat jelas antara pembeli pribadi dan pelaku usaha.

Pembeli pribadi cenderung memilih produk ekonomis dan fungsional, sedangkan pelaku usaha lebih mempertimbangkan estetika serta daya tarik visual untuk menunjang citra bisnis mereka.

Peningkatan penjualan aksesori Imlek mencerminkan geliat ekonomi musiman yang turut menggerakkan sektor perdagangan ritel, baik secara luring maupun daring, di Kota Depok.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *