Ujian Tari Gratis Jadi Cara Arydia Budaya Lestarikan Seni Tradisional

ACS
Anak-anak Sanggar Arydia Budaya tampil dalam ujian tari terbuka di Taman Lapangan Jawa, Beji, Kota Depok. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Sanggar Arydia Budaya menggelar ujian kenaikan tingkat secara terbuka di Taman Lapangan Jawa, Kecamatan Beji, Kota Depok.

Alunan musik tradisional dan gerakan gemulai para siswa mencuri perhatian warga yang tengah beraktivitas di ruang terbuka hijau tersebut.

Konsep ujian yang digelar di ruang publik ini menjadi daya tarik tersendiri.

Berbeda dengan pola evaluasi tari yang umumnya dilaksanakan tertutup di dalam studio, Arydia Budaya justru memilih ruang terbuka sebagai arena unjuk kemampuan para siswanya.

Langkah ini tidak sekadar strategi teknis, melainkan bagian dari upaya memperkenalkan seni tari tradisional kepada masyarakat luas sekaligus melatih mental tampil anak-anak di depan publik.

“Kami ingin anak-anak lebih berani tampil di keramaian. Selain itu, masyarakat sekitar jadi tahu bahwa di lingkungan mereka ada wadah untuk melestarikan budaya,” ujar Dian Chatimawati, pemilik Sanggar Arydia Budaya, Sabtu (14/02/2026).

Pemanfaatan ruang terbuka hijau sebagai lokasi ujian menjadi simbol keterbukaan sanggar terhadap masyarakat.

Taman yang biasanya digunakan untuk olahraga dan bersantai itu seketika dipenuhi warna-warni kostum tari tradisional.

Ujian kenaikan tingkat ini rutin diadakan setiap enam bulan sekali.

Dalam setiap periode evaluasi, siswa diwajibkan membawakan dua tarian yang telah dipelajari selama satu semester.

Tantangan tampil di ruang publik pun dinilai mampu meningkatkan rasa percaya diri sekaligus membentuk karakter anak sejak dini.

Gratis Pendaftaran, Terbuka untuk Umum

Selain itu, kabar baik datang bagi orang tua yang ingin mengembangkan bakat seni anaknya.

Sanggar ini membuka kesempatan bergabung tanpa biaya pendaftaran.

“Untuk pendaftaran, kami sekarang free alias gratis. Siapa pun warga Kota Depok, bahkan dari luar kota, boleh bergabung,” tambah Dian.

Kebijakan pendaftaran gratis ini menjadi bentuk komitmen untuk memperluas akses pendidikan seni, khususnya tari tradisional.

Dengan menggratiskan biaya administrasi, harapannya semakin banyak anak yang tertarik mempelajari dan mencintai budaya Nusantara.

Fokus utama tetap pada pengembangan bakat serta pelestarian nilai-nilai tradisional melalui pendekatan edukatif dan menyenangkan.

Misi Lahirkan Prestasi hingga Nasional

Selain membangun keberanian tampil, Arydia Budaya juga menargetkan pencapaian prestasi di berbagai ajang kompetisi.

Dian berharap langkah inovatif ini mampu membawa sanggar melangkah lebih jauh.

Ia menilai potensi anak-anak Depok dalam bidang seni tari sangat besar jika didukung lingkungan yang tepat.

Dengan pembinaan terstruktur dan evaluasi rutin, sanggar optimistis dapat mencetak generasi penari yang kompetitif di tingkat nasional bahkan internasional.

Latihan di sanggar tidak hanya menitikberatkan pada teknik gerakan, tetapi juga pemahaman makna di balik setiap tarian.

Dukungan Positif untuk Sanggar

Inisiatif pemanfaatan ruang publik untuk kegiatan budaya mendapat sambutan positif.

Ketua TP PKK Kelurahan Beji, Yani Swandani, hadir langsung menyaksikan kegiatan tersebut.

“Kegiatan seperti ini harus didukung penuh. Ini sangat positif bagi tumbuh kembang anak-anak,” ungkap Yani.

Yani menilai aktivitas seni di ruang terbuka tidak hanya memperkaya kreativitas anak, tetapi juga menghidupkan fungsi sosial taman kota.

Menurutnya, ruang terbuka hijau idealnya menjadi pusat interaksi masyarakat yang produktif.

Yani berharap ke depan semakin banyak fasilitas publik di Beji yang dimanfaatkan untuk kegiatan seni dan budaya.

Kolaborasi antara komunitas dan pemerintah dinilai penting dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pengembangan bakat generasi muda.

Seni Tari sebagai Identitas Lokal

Kegiatan ujian terbuka ini menjadi refleksi bahwa seni tari masih memiliki tempat di tengah dinamika kota modern.

Di tengah maraknya hiburan digital, upaya mempertahankan tradisi menjadi tantangan tersendiri.

Arydia Budaya mencoba menjawab tantangan tersebut dengan pendekatan inklusif dan adaptif.

Menghadirkan seni di ruang publik dianggap sebagai strategi efektif untuk memperluas jangkauan sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya pelestarian budaya.

Dengan konsep ujian tari terbuka, Sanggar Arydia Budaya tidak hanya mengevaluasi kemampuan siswa.

Akan tetapi juga memperkuat peran seni sebagai bagian dari kehidupan sosial masyarakat Depok.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *