Tampil Terbaik, Surun Raih Gelar Juara di Grand Final Ada Tawa Season 1 Depok
adainfo.id – Komika Surun resmi menjuarai Grand Final Ada Tawa Season 1 yang digelar di JPW Cafe, kawasan Grand Depok City (GDC), Kota Depok, pada Jumat (13/02/2026) malam.
Ajang tersebut menjadi panggung penentuan bagi empat finalis terbaik untuk mengadu materi sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota komunitas komika.
Kompetisi ini diikuti oleh anggota komunitas Stand Up Indo, dengan format dua babak penampilan.
Setiap finalis membawakan bit andalan mereka demi mengundang gelak tawa penonton sekaligus meraih nilai maksimal dari dewan juri.
Surun berhasil mengungguli tiga finalis lain, yakni Fadlu Serius, Akbar Buku, dan Novi.
Penilaian juri didasarkan pada kekuatan materi, teknik penyampaian, penguasaan audiens, serta konsistensi penampilan sepanjang dua sesi.
Adu Materi Dua Babak Penentuan
Babak final berlangsung dalam dua sesi berbeda yang dirancang untuk menguji kedalaman materi dan daya tahan mental komika di atas panggung.
Format ini memberikan ruang bagi juri untuk menilai bukan hanya punchline terbaik, tetapi juga kesinambungan struktur materi serta kemampuan menjaga ritme.
Pada babak pertama, keempat finalis tampil dengan materi yang telah mereka siapkan secara matang.
Tawa penonton pecah sejak menit-menit awal penampilan. Setiap komika menampilkan karakter unik yang menjadi ciri khas masing-masing.
Babak kedua menjadi penentu. Di sesi ini, konsistensi dan improvisasi diuji.
Tantangan panggung semi outdoor dengan interaksi penonton yang dinamis menuntut para finalis untuk lebih adaptif.
Riuh suasana xafe yang terbuka memerlukan kontrol emosi dan tempo agar materi tetap mengena.
Salah satu senior dari Stand Up Comedy Indonesia, Yudha Keling, menilai seluruh finalis mampu tampil maksimal dalam kondisi tersebut.
“Mereka semua ngebawain apa yang udah mereka set, saya rasa itu poin plusnya. Penampilan empat finalis semuanya lucu-lucu dan bagus-bagus, serta punya warna yang beda-beda. Terlebih dengan tempat yang agak semi outdoor,” ujar Yudha saat ditemui di sela acara, Jum’at (13/02/2026).
Menurutnya, keberanian tampil dengan karakter masing-masing menjadi nilai tambah.
Ia menilai para finalis mampu mengendalikan tantangan panggung dengan baik.
Konsistensi Jadi Penentu Kemenangan
Keputusan dewan juri akhirnya menetapkan Surun sebagai peraih poin tertinggi.
Surun dinilai paling konsisten dalam dua sesi, baik dari sisi struktur materi maupun delivery.
Surun sendiri mengaku tidak menyangka keluar sebagai juara pertama.
Ia menilai para pesaingnya memiliki kualitas yang setara.
“Semuanya lucu-lucu banget. Jujur nggak nyangka juga. Padahal materi saya jelek banget. Lawan terberat tuh sebenarnya Fadlu Serius,” kata Surun setelah pengumuman pemenang.
Atmosfer kompetisi malam itu tetap hangat, mencerminkan solidaritas komunitas komika yang saling mendukung meski berkompetisi.
Ruang Tumbuh Komika Komunitas
Penyelenggara memastikan kompetisi Ada Tawa akan berlanjut ke musim kedua setelah Lebaran mendatang.
Program ini diharapkan menjadi wadah lahirnya komika komunitas yang mampu bersaing di tingkat nasional.
“Setelah Lebaran nanti kita akan buat lagi season kedua. Harapannya bisa lebih pecah dari season pertama. Saya yakin dari Ada Tawa ini akan melahirkan bibit stand up yang bisa masuk ke nasional,” ujar Jennudin selaku penggagas program.
Kompetisi berbasis komunitas seperti Ada Tawa dinilai penting untuk membangun mental panggung dan memperluas jam terbang komika daerah.
Dengan format yang kompetitif namun tetap inklusif, ajang ini memberi ruang bagi talenta lokal untuk berkembang.
Stand up comedy nasional memang telah berkembang pesat dalam satu dekade terakhir.
Namun di tingkat daerah, ruang kompetisi mandiri yang terstruktur masih terbatas.
Inisiatif seperti Ada Tawa menjadi alternatif bagi komika yang ingin menguji kemampuan tanpa harus langsung menembus panggung besar.
Ekosistem Komedi Lokal Depok
Grand Final yang digelar di JPW Cafe menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap hiburan komedi lokal.
Ratusan penonton hadir memadati lokasi, menciptakan atmosfer yang meriah sepanjang acara.
Kompetisi ini tidak sekadar ajang mencari juara. Lebih dari itu, Ada Tawa menjadi momentum konsolidasi komunitas.
Interaksi antaranggota Stand Up Indo dan komika independen memperkuat jejaring kreatif yang selama ini tumbuh secara organik.
Format dua babak yang diterapkan dinilai efektif untuk menguji konsistensi.
Juri dapat melihat bagaimana seorang komika mempertahankan kualitas materi, menjaga tempo, dan beradaptasi dengan respons audiens.
Dalam konteks industri kreatif, ajang seperti ini menjadi laboratorium panggung.
Komika belajar menghadapi tekanan, menyusun set list yang solid, hingga membaca dinamika penonton secara langsung.
Surun, dengan kemenangan ini, tidak hanya membawa pulang gelar juara.
Ia juga mengantongi pengalaman berharga yang dapat menjadi bekal menuju panggung yang lebih luas.
Kemenangan tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa komika komunitas memiliki potensi bersaing di level lebih tinggi.
Rencana kelanjutan ke season kedua memperlihatkan komitmen penyelenggara dalam menjaga kesinambungan program.
Dengan evaluasi dari season pertama, penyelenggara menargetkan konsep yang lebih matang dan partisipasi yang lebih luas pada musim berikutnya.
Kompetisi ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang memperkuat identitas Depok sebagai salah satu kota dengan geliat komedi yang berkembang.
Ruang-ruang kreatif seperti JPW Cafe pun menjadi simpul penting dalam membangun ekosistem tersebut.
Gelak tawa yang memenuhi ruang kafe malam itu menjadi penanda bahwa komedi lokal memiliki pangsa dan daya tarik tersendiri.
Dari panggung sederhana di GDC, langkah-langkah kecil menuju panggung nasional mulai dirintis melalui kompetisi komunitas yang konsisten digelar.











