Pawai Obor Sambut Ramadan Jadi Simbol Kebersamaan Warga Tanah Baru Depok
adainfo.id – Semangat menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah terasa hangat di Tanah Baru, Kecamatan Beji, Kota Depok, ketika ratusan warga tetap menggelar pawai obor meski hujan sempat mengguyur kawasan tersebut.
Tradisi tahunan yang sarat makna religius dan kebersamaan itu kembali menjadi ruang ekspresi suka cita masyarakat menjelang datangnya bulan penuh berkah.
Di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat memiliki cara khas untuk menyambut Ramadan.
Kerja bakti lingkungan, pengajian, doa bersama, hingga pawai obor keliling kampung menjadi tradisi yang terus dijaga lintas generasi.
Di Tanah Baru, kegiatan serupa menjadi agenda rutin yang dinanti warga setiap tahun.
Pawai Ramadan kali ini digagas Ikatan Remaja Darul Istiqomah (IRADI) bersama Remaja Masjid Annur (REMAN) dan Karang Taruna sebagai bagian dari persiapan menyambut Ramadan.
Persiapan Sejak Maghrib di Halaman Masjid
Sejak waktu Maghrib, halaman Masjid Darul Istiqomah di Jalan Karya Bakti, RW 06, telah dipenuhi anak-anak dan remaja yang bersiap mengikuti arak-arakan.
Wajah-wajah ceria tampak menghiasi halaman masjid sejak senja. Anak-anak mengenakan pakaian muslim dan muslimah, sebagian membawa obor yang telah disiapkan panitia.
Sementara itu, panitia mengatur barisan, menentukan rute, serta memastikan jalur yang akan dilalui aman bagi peserta.
Kegiatan dimulai selepas shalat Isya. Titik kumpul di halaman Masjid Darul Istiqomah menjadi pusat koordinasi sebelum peserta bergerak menyusuri jalanan kampung.
Meski cuaca sempat kurang bersahabat, semangat warga tidak surut.
Pawai obor bukan sekadar tradisi simbolik. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi sarana mempererat hubungan sosial antarwarga.
Anak-anak, remaja, hingga orang tua berbaur dalam satu barisan, menyusuri jalan kampung dengan cahaya obor yang menyala di tangan.
Sepanjang perjalanan, lantunan salawat dan takbir menggema, berpadu dengan rintik hujan yang membasahi aspal.
Percikan cahaya obor yang berpendar di tengah gelap malam menciptakan suasana hangat dan khidmat.
Hujan Tak Surutkan Antusiasme Warga
Hujan yang turun cukup deras tidak menghentikan langkah peserta. Anak-anak tetap berjalan beriringan sambil menjaga nyala obor agar tidak padam.
Sejumlah orang tua tampak mendampingi dari sisi barisan, memastikan keselamatan buah hati mereka.
Beberapa warga terlihat berdiri di depan rumah, sebagian lainnya menyaksikan dari teras dan jendela.
Momen tersebut diabadikan menggunakan telepon genggam sebagai kenangan menyambut Ramadan.
“Senang bisa jalan-jalan bareng teman. Terus ada kembang api juga sama obor,” kata Alea (6), salah satu peserta pawai, usai kegiatan.
Keceriaan anak-anak menjadi warna tersendiri dalam pawai tersebut. Meski jalanan licin, barisan tetap tertib dan terjaga.
Panitia sigap mengatur ritme perjalanan agar tidak terjadi penumpukan peserta di titik tertentu.
Tradisi pawai obor di Tanah Baru telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Kegiatan ini menjadi simbol kegembiraan sekaligus sarana edukasi keagamaan bagi generasi muda.
Melalui arak-arakan tersebut, nilai kebersamaan dan kecintaan terhadap masjid ditanamkan sejak dini.
Ajang Kebersamaan Warga Tanah Baru
Sementara itu, Lurah Tanah Baru, Dicky Mahyudin, menyebut pawai obor merupakan kegiatan rutin tahunan warga dalam menyambut Ramadan dan menjadi ruang ekspresi kebersamaan masyarakat.
“Ini merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan. Kegiatan ini menjadi ajang suka cita warga Tanah Baru dalam menyambut bulan suci,” ujar Dicky.
Menurut Dicky, tradisi seperti ini memiliki nilai sosial yang kuat karena melibatkan partisipasi lintas usia.
Selain sebagai simbol kegembiraan, pawai obor juga mempererat hubungan antarwarga dan memperkuat kohesi sosial di lingkungan.
Dicky juga mengingatkan peserta agar tetap mengutamakan keselamatan selama kegiatan berlangsung, terutama karena kondisi cuaca dan jalanan licin. Panitia diminta memastikan pawai berjalan tertib dan kondusif.
Keterlibatan remaja masjid dalam penyelenggaraan kegiatan menunjukkan peran aktif generasi muda dalam menjaga tradisi keagamaan.
Organisasi kepemudaan menjadi motor penggerak kegiatan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
Tradisi yang Terus Dijaga
Pawai obor menjadi bagian dari tradisi Ramadan yang masih lestari di berbagai daerah.
Selain sebagai bentuk ekspresi religius, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran sosial bagi anak-anak.
Mereka belajar tentang kebersamaan, kedisiplinan, dan semangat gotong royong.
Di Tanah Baru, semangat tersebut tercermin dari antusiasme warga yang tetap hadir meski hujan turun.
Tidak sedikit warga yang rela basah demi menyaksikan arak-arakan obor melintas di depan rumah mereka.
Kegiatan ini juga menjadi momentum memperkuat identitas kampung sebagai lingkungan yang religius dan guyub.
Ramadan bukan hanya dimaknai sebagai ibadah personal, tetapi juga perayaan kolektif yang menyatukan masyarakat.
Cahaya obor yang berpendar di tengah hujan menjadi simbol harapan menyambut bulan suci.
Tradisi ini terus dijaga agar tidak tergerus zaman, sekaligus menjadi warisan budaya lokal yang memperkaya wajah Ramadan di Indonesia.
Melalui pawai obor Ramadan, warga Tanah Baru menunjukkan bahwa kebersamaan tetap dapat dirawat dalam suasana sederhana.
Hujan yang mengguyur tidak memadamkan semangat, justru mempertegas makna kebersamaan yang terjalin di antara mereka.
Kegiatan tahunan ini diharapkan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang, seiring datangnya Ramadan yang selalu dirindukan setiap tahunnya.
Semangat kebersamaan, kepedulian, dan kecintaan terhadap masjid menjadi nilai yang terus hidup di tengah masyarakat.











