Perayaan Imlek 2026 di Depok Kondusif, Kapolres Tegaskan Wujud Toleransi
adainfo.id – Sebanyak 176 personel gabungan TNI-Polri dikerahkan untuk mengamankan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili di Kota Depok, Selasa (17/02/2026).
Pengamanan dilakukan di sejumlah vihara dan klenteng guna memastikan umat Tionghoa dapat menjalankan ibadah dengan aman, nyaman, dan tertib.
Aparat keamanan disiagakan sejak malam perayaan hingga puncak ibadah pada hari ini.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen negara dalam menjamin kebebasan beribadah sekaligus menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama momentum hari besar keagamaan.
Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras turun langsung melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi ibadah.
Salah satu titik yang dikunjungi adalah Vihara Gayatri, Kecamatan Tapos.
Peninjauan dilakukan bersama unsur TNI dari Kodim 0508/Depok untuk memastikan kesiapan personel di lapangan.
Kehadiran pimpinan aparat keamanan di lokasi ibadah menjadi bentuk pengawasan sekaligus dukungan moral kepada masyarakat yang tengah merayakan Imlek.
“Hari ini kami dari jajaran Polres Metro Depok dibersamai oleh Pak Pasiops Kodim Depok mengecek pelaksanaan pengamanan yang dilakukan oleh jajaran kami di klenteng atau vihara yang melaksanakan ibadah perayaan Tahun Baru Imlek,” ujar Abdul Waras Selasa (17/02/2026).
Abdul Waras memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana tanpa gangguan berarti.
Berdasarkan hasil pemantauan di sejumlah titik, situasi terpantau aman dan terkendali.
“Alhamdulillah, sejauh ini sesuai dengan pantauan kami di beberapa klenteng yang kami cek, baik dari segi pengamanan sudah dilakukan dengan baik dan juga dari segi perayaan, saudara-saudara kami yang melaksanakan ibadah Imlek berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan seluruh masyarakat,” kata Abdul Waras.
Prioritas Tiga Lokasi dengan Jemaat Terbanyak
Dalam pengamanan Imlek 2026, aparat memprioritaskan tiga lokasi ibadah yang memiliki jumlah jemaat terbanyak.
Meski demikian, pengamanan tetap dilakukan merata di seluruh titik perayaan di Kota Depok.
“Pengamanan yang kami terjunkan merupakan personel gabungan. Sejak kemarin ada beberapa titik yang kami lakukan pengamanan,” jelas Abdul Waras.
“Titik rawan tidak ada, artinya semua kita samakan. Hanya saja ada tiga lokasi yang kita prioritaskan karena jumlah jemaatnya cukup banyak. Namun demikian, pengamanan di lokasi lain juga tetap sama,” sambung Abdul Waras.
Strategi tersebut dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan jemaat sekaligus memastikan arus keluar masuk lokasi ibadah tetap tertib.
Aparat juga melakukan pengaturan lalu lintas di sekitar vihara guna menghindari kepadatan kendaraan.
Seluruh rangkaian ibadah sejak malam perayaan hingga hari ini berjalan lancar.
Selain itu, pihak keamanan memastikan tidak ada gangguan keamanan yang berarti selama pelaksanaan kegiatan keagamaan.
“Semua berjalan dengan baik, mulai dari malam ibadah perayaan Imleknya sampai hari ini,” ucap Abdul Waras.
Wujud Toleransi dan Jaminan Kebebasan Beribadah
Menurut Abdul Waras, kelancaran perayaan Imlek menjadi cerminan nyata toleransi antarumat beragama di Indonesia.
Negara hadir menjamin setiap warga dapat menjalankan ibadah sesuai agama dan keyakinan masing-masing.
“Ini yang kita harapkan, artinya wujud toleransi dan wujud negara melindungi segenap warganya untuk melakukan peribadatan sesuai agama dan keyakinan masing-masing,” tegas Abdul Waras.
“Toleransi ini harus tumbuh dan berkembang di semua lapisan masyarakat, karena kita yakin negara ini terdiri dari berbagai macam suku, agama, dan ras yang dipersatukan oleh para pendahulu kita menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” timpal Abdul Waras.
Momentum Imlek 2577 Kongzili menjadi pengingat pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman.
Kota Depok sebagai wilayah penyangga Jakarta memiliki masyarakat yang majemuk dengan latar belakang suku dan agama yang beragam.
Pengamanan maksimal oleh TNI-Polri juga menunjukkan sinergi antarinstansi dalam menjaga stabilitas keamanan.
Koordinasi dilakukan sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan ibadah berlangsung.
Perayaan Khidmat dan Peningkatan Jumlah Jemaat
Sementara itu, Pengurus Vihara Gayatri, Parman, menyampaikan bahwa perayaan Imlek tahun ini berlangsung khidmat dengan jumlah pengunjung yang meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Perayaan Imlek dari tahun ke tahun tetap sama. Kami beribadah untuk memohon agar tahun-tahun berikutnya lebih baik lagi dari tahun sebelumnya,” ujar Parman.
“Pengunjung sekarang lebih banyak dibandingkan dulu, karena suasananya lebih bebas, lebih aman, dan toleransinya lebih terasa, apalagi dengan adanya penjagaan dari Pak Kapolres dan jajaran,” imbuh Parman.
Menurut Parman, suasana aman dan kondusif membuat jemaat merasa lebih nyaman dalam beribadah.
Dukungan aparat keamanan dinilai memberikan rasa tenang bagi masyarakat yang hadir.
Parman menyebut jemaat yang datang tidak hanya berasal dari Depok, tetapi juga dari wilayah Jabodetabek hingga Bandung.
Hal tersebut menunjukkan Vihara Gayatri menjadi salah satu pusat perayaan Imlek yang cukup dikenal di kawasan tersebut.
“Yang datang dari Jabodetabek, bahkan dari Bandung juga ada. Namun sebagian besar tetap warga sekitar dan dari Jakarta,” kata Parman.
Simbol Harapan di Tahun Shio Kuda Api
Puncak perayaan Imlek telah dilaksanakan pada malam sebelumnya melalui ibadah bersama dan penyalaan lilin.
Ritual tersebut menjadi simbol penerangan dan harapan di tahun yang baru.
“Puncak acara semalam, kami sembahyang bersama dan memasang lilin sebagai simbol penerangan untuk tahun berikutnya,” jelas Parman.
Memasuki Tahun Shio Kuda Api, ia berharap semangat dan optimisme semakin tumbuh di tengah masyarakat.
Filosofi Kuda Api dianggap melambangkan energi, keberanian, dan tekad untuk meraih kesuksesan.
“Kuda api melambangkan semangat. Kuda itu penuh semangat, api berkobar lebih semangat lagi. Harapannya ke depan hidup kita lebih semangat dan lebih sukses,” pungkas Parman.
Dengan keterlibatan 176 personel gabungan TNI-Polri, perayaan Imlek 2577 Kongzili di Kota Depok berlangsung aman dan tertib.
Kehadiran aparat keamanan, dukungan masyarakat, serta suasana ibadah yang khidmat menjadi gambaran kuatnya nilai toleransi dan persatuan di tengah keberagaman bangsa.











