Masjid Istiqlal Siapkan 10 Ribu Porsi Buka Puasa Gratis Selama Ramadan
adainfo.id – Ribuan jamaah dipastikan dapat menikmati hidangan berbuka puasa gratis di Masjid Istiqlal selama Ramadan 1447 Hijriah.
Masjid terbesar di Asia Tenggara yang berada di Jakarta Pusat itu menyiapkan hingga 10 ribu porsi makanan gratis per hari sebagai bagian dari layanan sosial tahunan bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Pengelola masjid memastikan seluruh jamaah yang hadir tetap terlayani dengan baik, baik pada hari biasa maupun akhir pekan yang kerap mengalami lonjakan signifikan.
Menteri Agama sekaligus Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa kegiatan buka puasa bersama di Masjid Istiqlal telah menjadi agenda rutin setiap Ramadan dan selalu mendapat respons luar biasa dari masyarakat.
“Kegiatan buka puasa di Istiqlal berlangsung rutin. Pada akhir pekan, jumlah jamaah yang berbuka puasa bisa mencapai 7.000-10.000 orang, sedangkan hari biasa sekitar 4.000-5.000 orang. Semuanya kami layani dengan nasi box,” ujarnya dikutip, Kamis (19/02/2026).
Lonjakan Jamaah pada Akhir Pekan
Antusiasme masyarakat untuk berbuka puasa di Masjid Istiqlal terlihat dari konsistensi jumlah jamaah yang datang setiap harinya.
Pada hari kerja, rata-rata empat hingga lima ribu orang memadati area masjid menjelang waktu magrib.
Sementara itu, akhir pekan menjadi momentum lonjakan jumlah jamaah hingga menembus angka 10 ribu orang.
Pengelola masjid telah menyiapkan sistem distribusi menu berbuka puasa yang terorganisir agar pembagian berjalan tertib dan merata.
Petugas masjid dikerahkan untuk memastikan setiap jamaah memperoleh hidangan berbuka tanpa hambatan.
Selain menyediakan makanan, suasana kebersamaan juga menjadi daya tarik tersendiri.
Jamaah dari berbagai latar belakang sosial dan ekonomi duduk berdampingan menikmati hidangan sederhana yang disediakan pihak masjid.
Program ini tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan sosial, tetapi juga sebagai sarana mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkuat solidaritas antarwarga.
Ruang Ramah dan Terbuka untuk Semua
Nasaruddin menegaskan bahwa Masjid Istiqlal diharapkan menjadi ruang yang ramah dan terbuka selama Ramadan.
Semangat kebersamaan tidak hanya diperuntukkan bagi umat Muslim, tetapi juga mencerminkan keterbukaan terhadap lintas kalangan.
Masjid Istiqlal selama ini dikenal sebagai simbol toleransi dan moderasi beragama di Indonesia.
Letaknya yang berseberangan dengan Gereja Katedral Jakarta menjadi representasi harmoni antarumat beragama.
Setiap orang yang datang, baik untuk beribadah, belajar, maupun sekadar menikmati suasana Ramadan, merasa diterima dan dilayani dengan baik.
Fasilitas Khusus bagi Jamaah Disabilitas
Dalam upaya memberikan pelayanan inklusif, pengelola Masjid Istiqlal juga menyiapkan berbagai fasilitas khusus bagi jamaah disabilitas.
Akses lift, toilet khusus, serta area prioritas di bagian depan masjid disediakan guna memastikan kenyamanan beribadah.
“Fasilitas buka puasa dan sahur khusus juga disiapkan bagi teman-teman disabilitas,” kata Nasaruddin.
Area prioritas tersebut memudahkan jamaah dengan kebutuhan khusus untuk mengikuti rangkaian ibadah tanpa harus berdesakan.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Masjid Istiqlal dalam menghadirkan pelayanan ibadah yang inklusif dan setara bagi seluruh jamaah.
Kegiatan Ibadah dan Edukasi Sepanjang Ramadan
Selain layanan berbuka puasa gratis, Masjid Istiqlal menggelar beragam kegiatan ibadah dan edukasi selama Ramadan.
Salah satu agenda yang rutin dilaksanakan adalah khataman Al Quran bersama yang berlangsung dari pagi hingga malam hari.
Kegiatan tersebut terbuka untuk jamaah umum dan diikuti oleh berbagai kalangan usia.
Suasana lantunan ayat suci Al Quran terdengar hampir sepanjang hari di berbagai sudut masjid.
Tak hanya fokus pada ibadah ritual, Masjid Istiqlal juga tetap menjalankan program pendidikan berupa kursus bahasa gratis.
Bahasa yang diajarkan meliputi Inggris, Mandarin, Arab, Persia, Prancis, bahasa Indonesia untuk penutur asing, hingga Ibrani.
Program ini menjadi bagian dari misi Masjid Istiqlal sebagai pusat peradaban dan edukasi, bukan sekadar tempat ibadah.
Keberadaan kursus bahasa tersebut juga mencerminkan visi global masjid dalam membangun dialog lintas budaya dan memperluas wawasan jamaah.
Ramadan Hijau dan Energi Terbarukan
Pada tahun ini, pengelola Masjid Istiqlal mengangkat tema “Ramadan Hijau”.
Tema ini bertujuan mendorong kesadaran lingkungan dalam praktik keagamaan sehari-hari.
Salah satu langkah konkret yang telah diterapkan adalah pemanfaatan panel surya di area atap masjid sebagai sumber energi terbarukan.
Sistem tersebut membantu mengurangi konsumsi listrik konvensional sekaligus menekan emisi karbon.
“Dengan sistem panel surya, kami dapat menghemat energi dalam jumlah besar,” kata Nasaruddin.
Penggunaan energi surya di Masjid Istiqlal menjadi contoh implementasi konsep ramah lingkungan dalam pengelolaan rumah ibadah berskala besar.
Selain energi, sistem pengelolaan air juga menjadi perhatian. Air yang digunakan di area masjid tidak langsung dibuang, melainkan ditampung dan diolah kembali agar lebih efisien dan ramah lingkungan.
Prinsip daur ulang tersebut diterapkan untuk mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus mengedukasi jamaah mengenai pentingnya menjaga sumber daya alam.
Dengan kapasitas jamaah yang sangat besar setiap harinya, pengelolaan air dan energi menjadi aspek krusial dalam operasional masjid.
Program buka puasa gratis yang disertai berbagai layanan sosial, edukasi, serta kampanye ramah lingkungan menjadikan Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Istiqlal tidak sekadar momentum ibadah.
Akan tetapi juga ruang pemberdayaan dan kebersamaan masyarakat dalam skala nasional.











