Bahayakan Pengguna Jalan, Warga Keluhkan Jalan Rusak di Kolong Flyover Arif Rahman Hakim Depok
adainfo.id – Kondisi jalan di kolong Flyover Arif Rahman Hakim, Kota Depok yang merupakan akses utama menuju Pasar Kemiri Muka dan Stasiun Depok Baru mengalami kerusakan di sejumlah titik.
Jalan tersebut dipenuhi lubang dan genangan air yang dinilai membahayakan para pengendara yang melintas setiap hari.
Lubang-lubang di badan jalan membentang di beberapa titik dan menyebabkan kendaraan harus memperlambat laju saat melintasi kawasan tersebut.
Situasi ini tidak hanya mengganggu kelancaran lalu lintas, tetapi juga meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas di jalur tersebut.
Lubang Jalan Membahayakan Pengendara
Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah lubang terlihat memiliki ukuran cukup besar dengan kedalaman yang mengkhawatirkan.
Kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas, khususnya pada malam hari atau ketika hujan turun.
Beberapa lubang bahkan tertutup oleh genangan air sehingga sulit terlihat oleh pengendara yang melintas.
Hal ini berpotensi menyebabkan kendaraan terperosok atau kehilangan keseimbangan.
Seorang warga setempat, Yadi (35), mengungkapkan bahwa kondisi jalan tersebut sudah lama mengalami kerusakan dan belum kunjung diperbaiki secara menyeluruh.
“Udah lama emang ini jalanan pada berlubang, apalagi kalau musim hujan, air pada menggenang di sekitaran jalan berlubang,” ungkap Yadi (35), warga setempat, Sabtu (07/03/2026).
Menurutnya, kerusakan jalan tersebut semakin terasa ketika intensitas hujan meningkat karena genangan air menutupi lubang di badan jalan.
Genangan Air Perparah Kondisi Jalan
Selain lubang di badan jalan, genangan air yang sering muncul saat hujan turun juga memperburuk kondisi lalu lintas di kawasan tersebut.
Air yang mengisi lubang membuat pengendara kesulitan memperkirakan kedalaman jalan yang rusak.
Pengendara yang melintas harus ekstra berhati-hati karena permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi menyebabkan kendaraan tergelincir.
Kondisi ini sangat berisiko terutama bagi pengendara sepeda motor yang melintas dengan kecepatan tertentu.
Di beberapa waktu, kendaraan terpaksa memperlambat laju untuk menghindari lubang-lubang yang ada di jalan.
Hal tersebut kemudian memicu antrean kendaraan, terutama pada jam sibuk ketika arus lalu lintas di kawasan tersebut cukup padat.
Sebagai jalur yang menghubungkan kawasan permukiman dengan pusat aktivitas ekonomi dan transportasi, Jalan Arif Rahman Hakim memang menjadi salah satu ruas jalan dengan mobilitas tinggi di Kota Depok.
Drainase Dinilai Tidak Berfungsi Optimal
Warga juga menyoroti sistem drainase di kawasan kolong flyover Arif Rahman Hakim yang dinilai tidak berfungsi dengan baik.
Ketika hujan turun, air kerap menggenang dalam waktu cukup lama sebelum akhirnya surut.
Kondisi ini membuat genangan air semakin sering muncul di sekitar jalan yang berlubang dan memperparah potensi kerusakan jalan.
“Drainase ini juga bermasalah. Kalau musim hujan kayak sekarang, itu air nggak langsung turun, jadi ngegenang lama dan mengganggu aktivitas masyarakat,” tambah Yadi.
Menurut warga, genangan air yang berlangsung cukup lama tidak hanya berdampak pada pengguna jalan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat yang beraktivitas di sekitar kawasan tersebut.
Kondisi ini dinilai membutuhkan penanganan yang lebih serius agar tidak terus berulang setiap musim hujan.
Status Jalan Nasional
Di tengah keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan tersebut, sebelumnya Pelaksana Tugas (Plt) Dinas PUPR Kota Depok Yodi Joko menjelaskan bahwa Jalan Arif Rahman Hakim masih berstatus sebagai jalan nasional.
Dengan status tersebut, kewenangan pengelolaan dan perbaikan jalan berada di bawah pemerintah pusat sehingga Pemerintah Kota Depok tidak dapat secara langsung melakukan perbaikan.
Meski demikian, Dinas PUPR Kota Depok menyatakan akan tetap berupaya mencari solusi terbaik untuk mengatasi kondisi jalan yang dikeluhkan masyarakat.
Kerusakan jalan yang terjadi di akses menuju Pasar Kemiri Muka dan Stasiun Depok Baru tersebut menurut warga telah berlangsung cukup lama.
Sehingga memerlukan penanganan yang lebih cepat agar tidak menimbulkan dampak yang lebih besar terhadap aktivitas masyarakat serta keselamatan pengguna jalan.












