Akan Diberangkatkan April, Kuota Jemaah Haji di Kota Depok Tahun Ini Alami Peningkatan
adainfo.id – Sebanyak ribuan jemaah haji Kota Depok telah mengikuti manasik haji tingkat kota sebagai bagian dari persiapan keberangkatan menuju Tanah Suci pada musim haji 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan jemaah sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.
Selain pembekalan teknis ibadah, manasik juga menjadi momentum penguatan mental dan spiritual bagi para calon jemaah.
Direktur Pengawasan Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Rudy Ambary menegaskan bahwa ibadah haji merupakan ibadah harta dan fisik yang menuntut kesiapan materi sekaligus kekuatan jasmani.
“Ibadah harta yang dimaksud berhaji memerlukan biaya, mulai dari perjalanan, konsumsi, prelengkapan untuk pribadi dan lain sebagainya sementara ibadah fisik, tentu kondisi tubuh harus sehat karena serangkaian ibadah melibatkan aktivitas tubuh mulai dari tawaf, sai, wukuf di arofah, bermalam di mina serta lempar jumrah,” papar Rudy dikutip Senin (06/04/2026).
Rudy juga mengatakan haji bukan wisata religi yang tujuan utamanya jalan-jalan namun ibadah yang suci karena terdapat nilai-nilai spiritual.
“Haji bukanlah wisata religi, melainkan perjalanan spiritual. Dalam perjalanan ini akan ada berbagai ujian yang mengajarkan jemaah untuk bersyukur dan bersabar,” jelas Rudy.
Menurutnya, jika mampu melewati berbagai ujian tersebut, jemaah akan meraih haji mabrur yang ditandai dengan sikap ikhlas, ridha, dan sabar.
Ia juga mengingatkan bahwa tidak ada yang benar-benar “khatam” dalam mempelajari haji dan umrah, karena setiap pelaksanaan selalu menghadirkan pengalaman baru.
“Penyelenggaraan haji juga dipengaruhi banyak faktor yang tidak terduga karena dilaksanakan di negara dengan aturan berbeda, sehingga jemaah harus mampu beradaptasi,” beber Rudy.
Rudy menegaskan bahwa jemaah haji adalah tamu Allah, dan setiap orang memiliki skenario perjalanan masing-masing.
Oleh karena itu, kesabaran menjadi kunci utama yang akan terus diuji selama pelaksanaan ibadah.
Pesan Syukur dan Sabar Jadi Kunci
Wali Kota Depok, Supian Suri menyampaikan pesan “2S” kepada para jemaah, yakni syukur dan sabar.
Ia menekankan bahwa kesempatan berhaji merupakan panggilan Allah SWT yang tidak semua orang dapatkan.
“Yang pertama adalah syukur. Yang kedua adalah sabar. Dalam setiap kondisi selama berhaji, jemaah harus sabar agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan pulang menjadi haji yang mabrur,” terang Supian Suri.
Pesan tersebut menjadi pengingat penting bagi jemaah agar tidak hanya fokus pada aspek ritual.
Akan tetapi juga menjaga sikap dan mental selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Jumlah Jemaah Haji Depok 2026 Meningkat Signifikan
Kepala Kantor Kemenhaj Kota Depok, Fauzan, dalam laporannya menyampaikan bahwa jumlah jemaah haji Kota Depok tahun ini mencapai 2.400 orang, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Peningkatan kuota ini sebagai kabar baik dan berkah bagi masyarakat Depok yang telah lama menantikan kesempatan berhaji,” ungkap Fauzan.
Kenaikan jumlah jemaah ini menjadi indikator tingginya animo masyarakat untuk menunaikan ibadah haji setelah sebelumnya sempat mengalami pembatasan kuota dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan bertambahnya jumlah jemaah, pemerintah daerah dan pihak terkait juga meningkatkan kesiapan dalam aspek pelayanan, mulai dari administrasi hingga pembinaan jemaah.
Kegiatan manasik haji ini juga menjadi tahapan krusial sebelum jemaah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Bimbingan manasik dilaksanakan sebanyak enam kali, terdiri dari satu kali tingkat kota dan lima kali di tingkat kecamatan.
Materi yang diberikan mencakup tata cara ibadah haji secara menyeluruh, mulai dari rukun hingga sunnah haji.
Selain itu, jemaah juga mendapatkan pembekalan terkait kondisi di lapangan, termasuk tata cara menghadapi situasi darurat dan adaptasi terhadap lingkungan di Tanah Suci.
Jadwal Keberangkatan dan Persiapan Jemaah
Jemaah haji Kota Depok dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026 melalui Kloter 1 dari Asrama Haji Bekasi, Jawa Barat.
Jadwal ini menjadi tahap awal perjalanan panjang yang telah dinantikan oleh ribuan jemaah.
Selain pembekalan tata cara ibadah, jemaah juga mendapatkan materi kesehatan sebagai bekal penting selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu syarat utama guna memastikan seluruh jemaah dalam kondisi prima.
Persiapan logistik, dokumen perjalanan, hingga perlengkapan pribadi juga telah disosialisasikan kepada jemaah agar tidak mengalami kendala saat keberangkatan maupun selama berada di Tanah Suci.
Dengan jumlah jemaah yang mencapai 2.400 orang, koordinasi antara pemerintah daerah, kementerian terkait, serta petugas haji menjadi faktor penting dalam menjamin kelancaran pelaksanaan ibadah.
Kegiatan manasik yang telah dilaksanakan menjadi fondasi utama bagi jemaah untuk memahami setiap tahapan ibadah secara mendalam, sekaligus membentuk kesiapan mental menghadapi berbagai situasi di lapangan.












