KolongBoys Sulap Kolong Tol di Depok Jadi Urban Farming dan Peternakan Mandiri

AZL
KolongBoys mengubah kolong tol Krukut, Kota Depok menjadi lahan produktif. (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Pemanfaatan ruang terbatas di wilayah perkotaan kembali menunjukkan inovasi, kali ini datang dari sekelompok pemuda dengan nama KolongBoys di kawasan Krukut, Kota Depok yang mengubah kolong tol menjadi peternakan sekaligus area budidaya tanaman produktif.

KolongBoys berhasil mengubah wajah kolong tol yang sebelumnya dikenal kumuh dan penuh sampah menjadi kawasan yang lebih bersih, tertata, serta memiliki nilai ekonomi.

Perubahan ini tidak hanya berdampak pada estetika lingkungan, tetapi juga menghadirkan solusi konkret dalam pengelolaan sampah organik di tingkat masyarakat.

Daus (27), salah satu penggagas KolongBoys, mengungkapkan bahwa ide awal muncul dari ketertarikannya terhadap budidaya maggot, larva lalat yang dikenal efektif mengurai sampah organik.

“Jadi, sebelum peternakan, kita tertarik sama maggot, habis itu pas maggot sudah banyak kita bingung mau diapakan. Lalu tercetuslah ide buat bikin peternakan biar bisa ngolah sampah organik juga lebih banyak,” ungkapnya saat ditemui di lokasi, Rabu (08/04/2026).

Menurutnya, maggot bukan hanya mampu mengurai limbah organik secara cepat, tetapi juga memiliki nilai ekonomi sebagai sumber protein alternatif untuk pakan ternak.

Transformasi Lahan Kumuh Jadi Produktif

Pemilihan lokasi kolong tol bukan tanpa alasan. Selain dekat dengan tempat tinggal, kondisi awal lokasi yang dipenuhi sampah mendorong mereka untuk melakukan perubahan.

“Kolong tol ini kita pilih soalnya kan dekat juga dari rumah, terus sebelumnya sampah pada penuh di sini. Jadi kita izin sama pihak tol buat manfaatin lahan dan Alhamdulillah diperbolehkan. Pelan-pelan kita rapihin biar nyaman dilihat orang,” tambahnya.

Setelah mendapatkan izin, para pemuda tersebut secara bertahap membersihkan area dan menatanya menjadi ruang yang lebih produktif.

Kini, kolong tol tersebut telah berkembang menjadi peternakan kecil dengan berbagai jenis ternak seperti ayam, bebek, ikan, hingga kambing.

Tidak hanya itu, area tersebut juga dimanfaatkan untuk menanam sayuran dan buah-buahan.

Siklus Ekonomi dari Sampah Organik

Dalam praktiknya, maggot menjadi pusat dari seluruh aktivitas peternakan yang dijalankan KolongBoys.

Limbah organik yang dikumpulkan diolah menjadi pakan maggot, kemudian dimanfaatkan kembali sebagai pakan ternak dan pupuk tanaman.

“Ya awalnya memang dari maggot jadi siklus dari peternakan ini berputar. Awalnya enggak kebayang kalau sampai jadi melihara ayam. Selain jadi pengurai sampah organik, maggot bagus juga buat pakan ayam terus bisa jadi pupuk tanaman yang bagus,” jelasnya.

Hasil dari peternakan dan budidaya tanaman tersebut sebagian digunakan untuk kebutuhan pribadi, sementara sisanya dijual kepada masyarakat.

Kegiatan yang telah berjalan sekitar satu tahun itu pun mulai memberikan keuntungan ekonomi.

Model ini menciptakan siklus berkelanjutan yang menghubungkan pengelolaan sampah, produksi pangan, dan peningkatan ekonomi warga secara mandiri.

Sejalan dengan Program Pemerintah

Inisiatif KolongBoys dinilai sejalan dengan upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yang terus mendorong perubahan pola pengelolaan sampah di masyarakat.

Pemilahan sampah dari sumbernya menjadi langkah penting agar pengelolaan di tingkat hilir dapat berjalan lebih efektif.

Salah satu metode yang kini didorong adalah pemanfaatan sampah organik melalui budidaya maggot.

Pendekatan ini memungkinkan limbah rumah tangga tidak lagi menjadi beban lingkungan, melainkan diolah menjadi sumber daya yang memiliki nilai ekonomi.

Selain itu, hasil pengolahan tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan lele, sehingga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Lokasinya yang berada di kolong tol Krukut ini menjadi contoh nyata bagaimana ruang terbatas di perkotaan dapat dioptimalkan secara kreatif dan berkelanjutan.

Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, gerakan ini juga mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

Transformasi yang dilakukan KolongBoys menunjukkan bahwa perubahan dapat dimulai dari skala kecil, dengan memanfaatkan potensi yang ada di sekitar lingkungan.

Di tengah pesatnya pembangunan kota, langkah ini menjadi bukti bahwa inovasi berbasis komunitas mampu menghadirkan solusi nyata, baik bagi lingkungan maupun perekonomian masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *