Brimob XTreme 2026 Resmi Ditutup, Ini Deretan Juaranya

ARY
Penyerahan piagam penghargaan kepada peserta juara dalam ajang Brimob XTreme 2026. (Foto: Humas Brimob)

adainfo.id – Kompetisi menembak internasional Brimob XTreme 2026 resmi ditutup oleh Komandan Korps (Dankor) Brimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Mako Korps Brimob, Kelapa Dua, Kota Depok pada Minggu (12/04/2026) malam.

Penutupan ini menandai berakhirnya seluruh rangkaian pertandingan yang diikuti peserta dari berbagai negara sekaligus menjadi momentum penguatan profesionalisme atlet dan personel di bidang olahraga menembak.

Dalam kesempatan tersebut, Ramdani menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah menyukseskan penyelenggaraan ajang internasional ini.

Ia menegaskan bahwa Brimob XTreme tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan kemampuan teknis dan mental bagi para penembak.

“Alhamdulillah malam ini kita telah menyelesaikan kegiatan kejuaraan menembak Brimob XTreme 2026 dan dilalui dengan baik,” katanya.

Kejuaraan Brimob XTreme 2026 diikuti oleh peserta dari sejumlah negara seperti Malaysia, Korea Selatan, dan China.

Ajang ini tidak hanya menjadi wadah adu kemampuan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran bagi para atlet dalam meningkatkan keterampilan serta kesiapan mental menghadapi kompetisi tingkat dunia.

Partisipasi lintas negara juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu tuan rumah yang mampu menyelenggarakan kejuaraan menembak berstandar internasional.

Inovasi Kompetisi dan Pengembangan Fasilitas

Ramdani mengungkapkan bahwa pihaknya akan terus menghadirkan inovasi dalam penyelenggaraan kompetisi di masa mendatang.

Pengembangan dilakukan baik dari sisi skema pertandingan maupun fasilitas yang digunakan.

Salah satu inovasi yang tengah disiapkan adalah penggunaan gerbong kereta api sebagai bagian dari skenario lomba menembak.

Konsep ini diharapkan dapat memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan tantangan bagi peserta.

“Mudah-mudahan pertengahan bulan ini sudah ada kereta api, nanti akan kita gunakan untuk pertandingan menembak Kapolri Cup,” jelasnya.

Pengembangan fasilitas ini menjadi bagian dari upaya untuk meningkatkan kualitas kompetisi serta menarik lebih banyak peserta dari berbagai negara.

Selain itu, Brimob XTreme juga berperan sebagai ajang seleksi bagi personel untuk mengikuti kejuaraan menembak tingkat internasional.

Melalui kompetisi ini, kemampuan atlet dapat diukur secara objektif dan berkelanjutan.

Ramdani menyebutkan bahwa tim Korps Brimob telah mencatatkan prestasi dalam ajang global yang diikuti puluhan negara pada awal tahun 2026.

“Dari 96 negara, 105 tim, untuk Polkinya tim A menduduki ranking ke-11, kemudian untuk tim B nya Polki itu menduduki ranking ke-24, kemudian untuk Polwan, tim C menduduki ranking ke-36,” paparnya.

Capaian tersebut menjadi indikator bahwa atlet menembak Indonesia memiliki daya saing yang cukup kuat di tingkat internasional.

Korps Brimob juga membuka kesempatan bagi komunitas dan klub menembak untuk memanfaatkan fasilitas yang dimiliki sebagai sarana latihan.

Langkah ini diharapkan dapat memperluas pembinaan atlet serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga menembak.

“Kalau memang dari klub-klub menembak atau shooter-shooter pengen lihat atau pengen nyoba kegiatan Brimob XTreme kami persilakan,” paparnya.

Keterlibatan komunitas dinilai penting dalam menciptakan ekosistem olahraga menembak yang lebih berkembang dan kompetitif.

Daftar Juara dari Berbagai Divisi

Kompetisi Brimob XTreme 2026 menghasilkan sejumlah juara dari berbagai kategori yang dipertandingkan.

Para pemenang berasal dari Indonesia maupun negara lain yang menunjukkan performa terbaik.

Pada kategori Handgun Revolver Overall, posisi pertama diraih Ciciota Surbakti, diikuti Muh. Alfath Yasin dan Tukiman.

Di kategori Handgun Classic Overall, Daniel Lee menempati posisi pertama, disusul Aziz Fernanda dan Agus Sutrisno.

Kategori Handgun Production Lady didominasi atlet Malaysia dengan Missy Binti Jaafar di posisi pertama, diikuti Azlina Binti Azizan dan Zurieaty Binti Mohamad.

Pada kategori Handgun Production Junior, Krisna Abiyu Arma Putra menjadi juara pertama, disusul Muhammad Owen Zainal Rahadiansyah dan Dafa Renaldy Saputra.

Kategori Handgun Production Overall dimenangkan Vincentius Djajadiningrat, diikuti Makruf Handoko dan Muhammad Sahrulloh Bin Syahrizal.

Divisi Handgun Production Optics Overall menempatkan Muhammad Awaludin Ilham sebagai juara pertama, disusul Sultan Omar Ali dan Li Jiayun dari China.

Pada kategori Handgun Standard Junior, Yudistira Aulia Lutfie meraih posisi pertama, sementara kategori Handgun Standard Overall dimenangkan Hans Christian PT Manihuruk.

Kategori Handgun Optics Overall dimenangkan Prabu Rakyan Raka Nalyndra, sedangkan pada Handgun Open Junior, Athala Mohan Ussuri menempati posisi pertama.

Untuk kategori Handgun Open Overall, Nico Santoso meraih posisi pertama, diikuti Fitri Rahman dan Sarah Ayu Tamalea.

Kategori PCC PC Optics Overall dimenangkan Daniel Loekman, sementara kategori Non PCC Putra Overall diraih Alvin Nasution.

Pada kategori Non PCC Putri Overall, Eunike Jhon menjadi juara pertama, sedangkan kategori Non Pistol Putra Overall dimenangkan Yusuf Abdul Syukron.

Untuk kategori Non Pistol Putri Overall, Diah Ayuningrum menempati posisi pertama, diikuti Vereena Shaneisha Putri dan Lucky Juane.

“Keberhasilan penyelenggaraan Brimob Xtreme 2026 turut memperkuat citra Korps Brimob Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan berdaya saing global,” bebernya.

“Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan, atlet menembak, dan masyarakat umum, sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga menembak Indonesia di kancah nasional maupun internasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *