Transjabodetabek Diserbu Penumpang, Akhir Pekan Jadi Paling Sibuk

AZL
Ilustrasi Transjabodetabek rute PIK 2-Blok M diserbu penumpang. (Foto: Instagram/transjakarta)

adainfo.id – Layanan Transjabodetabek rute PIK 2–Blok M (T31) semakin diminati masyarakat sejak resmi beroperasi satu tahun lalu.

PT Transportasi Jakarta atau Transjakarta mencatat jumlah pelanggan rute tersebut telah menembus 1.409.872 penumpang hingga Mei 2026.

Lonjakan jumlah pengguna itu menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap layanan transportasi publik terintegrasi yang menghubungkan kawasan penyangga dengan pusat aktivitas di Jakarta.

Jumlah pelanggan rute T31 mengalami peningkatan signifikan dibanding masa awal peluncuran.

Pada bulan pertama operasional, layanan tersebut tercatat hanya melayani sekitar 112.344 penumpang.

Kini, Transjabodetabek PIK 2–Blok M berkembang menjadi salah satu moda transportasi favorit masyarakat untuk kebutuhan mobilitas harian maupun perjalanan rekreasi lintas wilayah.

Transjabodetabek PIK 2–Blok M Semakin Diminati

Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan peningkatan jumlah penumpang mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan mudah diakses.

“Kami melihat adanya peningkatan mobilitas masyarakat, terutama pada akhir pekan dan hari libur, yang menunjukkan bahwa transportasi publik kini semakin menjadi bagian dari gaya hidup warga,” ujar Ayu dikutip, Minggu (24/05/2026).

Menurut Ayu, tingginya minat masyarakat tidak hanya berasal dari kalangan pekerja maupun pelajar yang menggunakan transportasi publik untuk aktivitas sehari-hari.

Rute T31 juga banyak dimanfaatkan masyarakat yang ingin berwisata ke sejumlah destinasi populer tanpa harus menghadapi kemacetan dan kesulitan mencari tempat parkir.

Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Blok M selama ini dikenal sebagai pusat kuliner, hiburan, hingga ruang publik yang ramai dikunjungi masyarakat, terutama pada akhir pekan dan musim liburan.

Dengan hadirnya layanan Transjabodetabek, masyarakat kini memiliki alternatif perjalanan yang lebih praktis dan terjangkau untuk menjangkau kedua kawasan tersebut.

Jadi Andalan Mobilitas dan Wisata

Transjabodetabek rute PIK 2–Blok M hadir sebagai penghubung berbagai kawasan strategis mulai dari permukiman, pusat bisnis, hingga destinasi wisata populer.

Layanan ini dinilai membantu masyarakat mengakses berbagai pusat aktivitas ekonomi dan hiburan dengan lebih efisien.

Ayu menjelaskan kehadiran rute tersebut membuka konektivitas yang lebih luas bagi warga Jakarta maupun daerah penyangga.

Selain mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, layanan transportasi publik terintegrasi juga dinilai mampu meningkatkan efisiensi perjalanan masyarakat.

“Respons positif juga terlihat pada sejumlah rute lainnya seiring upaya memperluas konektivitas transportasi publik antara Jakarta dan wilayah penyangga,” katanya.

Sejak diresmikan oleh Pramono Anung pada 22 Mei 2025, layanan T31 terus menunjukkan pertumbuhan jumlah penumpang yang cukup signifikan.

Rute tersebut kini menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk bepergian dari kawasan penyangga menuju pusat aktivitas di Jakarta maupun sebaliknya.

Berbagai kalangan mulai dari pekerja kantoran, mahasiswa, pelajar, hingga keluarga memanfaatkan layanan tersebut karena dinilai lebih praktis dan ekonomis.

Transportasi Publik Jadi Bagian Gaya Hidup

Tingginya jumlah pengguna Transjabodetabek PIK 2–Blok M juga dinilai menjadi sinyal meningkatnya kesadaran masyarakat untuk beralih menggunakan transportasi publik.

Fenomena tersebut menunjukkan perubahan pola mobilitas warga perkotaan yang mulai mengutamakan efisiensi, kenyamanan, dan konektivitas dalam beraktivitas.

Transjakarta menyebut tren peningkatan pengguna tidak hanya terjadi pada rute T31, tetapi juga terlihat di sejumlah layanan Transjabodetabek lainnya yang menghubungkan Jakarta dengan wilayah sekitar.

Pertumbuhan jumlah penumpang tersebut menjadi indikator bahwa layanan transportasi publik terintegrasi semakin diterima masyarakat sebagai solusi mobilitas modern di kawasan metropolitan.

“Transjakarta akan terus memperkuat layanan yang aman, nyaman, dan terintegrasi guna mempermudah perjalanan masyarakat dari daerah penyangga menuju Jakarta maupun sebaliknya,” jelas Ayu.

Selain memperkuat konektivitas antarwilayah, peningkatan penggunaan transportasi publik juga diharapkan mampu membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di Jakarta dan kawasan penyangga.

Kemacetan yang selama ini menjadi persoalan utama mobilitas perkotaan dinilai dapat ditekan apabila semakin banyak masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.

Transjakarta Perluas Konektivitas Jabodetabek

Transjakarta saat ini terus memperluas jaringan layanan Transjabodetabek guna mendukung mobilitas masyarakat lintas wilayah.

Pengembangan rute dilakukan untuk menjawab tingginya kebutuhan transportasi masyarakat yang tinggal di daerah penyangga namun beraktivitas di Jakarta.

Selain faktor kenyamanan dan tarif yang terjangkau, integrasi antarmoda juga menjadi salah satu alasan meningkatnya minat masyarakat menggunakan layanan Transjakarta.

Masyarakat kini dapat menjangkau berbagai pusat bisnis, kawasan wisata, hingga area permukiman dengan lebih mudah melalui jaringan transportasi yang saling terhubung.

Keberhasilan rute Transjabodetabek PIK 2–Blok M menembus lebih dari 1,4 juta penumpang dalam setahun pun menjadi salah satu indikator penting perkembangan transportasi publik di kawasan metropolitan Jakarta.

Transjakarta berharap peningkatan jumlah pengguna transportasi umum dapat terus berlanjut seiring penguatan layanan dan perluasan konektivitas antarwilayah di Jabodetabek.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *