Jakarta Resmikan Urban Knowledge Hub, Dorong Transformasi Menuju Kota Global Berbasis Data

AZL
Salah satu ruang Urban Knowledge Hub, yang berlokasi di Gedung Nyi Ageng Serang, Karet Kuningan, Jakarta Selatan. (Foto: Instagram/ukhubjakarta)

adainfo.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta resmi meluncurkan Urban Knowledge Hub sebagai pusat kolaborasi, riset, dan pengembangan pengetahuan untuk memperkuat transformasi menuju kota global.

Fasilitas yang berlokasi di Gedung Nyi Ageng Serang, Karet Kuningan, Jakarta Selatan itu diharapkan menjadi fondasi baru pembangunan ibu kota berbasis data, sains, dan inovasi.

Peresmian dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menegaskan bahwa masa depan Jakarta tidak bisa lagi dibangun hanya berdasarkan intuisi atau pertimbangan administratif semata.

Menurutnya, seluruh kebijakan strategis harus didasarkan pada data yang akurat, riset yang kuat, dan pendekatan ilmiah agar mampu bersaing dengan kota-kota besar dunia.

Jakarta Bidik Masuk 50 Kota Global Dunia

Pramono mengungkapkan bahwa Jakarta kini memiliki tiga instrumen penting yang menjadi pilar utama dalam mewujudkan visi sebagai kota global.

Ketiga instrumen tersebut adalah Jakarta Future Festival, Urban Knowledge Hub, dan Jakarta Innovation Day.

Melalui sinergi ketiga program tersebut, Pemprov DKI berharap mampu memperkuat kapasitas kota dalam menghasilkan inovasi serta kebijakan berbasis pengetahuan.

“Mudah-mudahan itu akan membuat Jakarta yang secara sungguh-sungguh ingin indeks global city-nya naik menjadi top 50 dan mudah-mudahan suatu hari akan menjadi top 20,” ujar Pramono dikutip, Selasa (09/06/2026).

Target tersebut menunjukkan ambisi besar Jakarta untuk meningkatkan posisi dan daya saingnya di tingkat internasional melalui pembangunan yang lebih modern dan berkelanjutan.

Pembangunan Jakarta Harus Berbasis Data dan Sains

Pramono menilai tantangan perkotaan yang semakin kompleks membutuhkan pendekatan yang berbeda dibandingkan masa lalu.

Oleh karena itu, kehadiran Urban Knowledge Hub menjadi bagian dari perubahan paradigma pembangunan ibu kota.

Menurutnya, berbagai persoalan perkotaan harus diselesaikan dengan pendekatan berbasis bukti dan kajian ilmiah sehingga kebijakan yang dihasilkan dapat lebih tepat sasaran.

Ia mencontohkan sejumlah sektor strategis yang membutuhkan dukungan data dan riset, mulai dari transportasi, pengelolaan lingkungan, hingga tata ruang perkotaan.

“Semuanya dilakukan secara science, data, ilmiah, dan itulah yang membedakan pembangunan yang terencana maupun pembangunan yang hanya berkembang sesuai dengan tingkat hunian yang makin padat yang ada di masyarakat,” katanya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan kebijakan yang lebih efektif dalam mengatasi berbagai persoalan perkotaan seperti kemacetan, polusi, pengelolaan sampah, hingga kebutuhan ruang hidup masyarakat.

Dukung Kebijakan Strategis Jakarta

Urban Knowledge Hub juga diproyeksikan menjadi pusat pengembangan pengetahuan yang dapat mendukung berbagai program strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Salah satu contohnya adalah pengembangan sistem transportasi perkotaan yang semakin terintegrasi dan berbasis kebutuhan masyarakat.

Selain itu, fasilitas tersebut juga akan mendukung perencanaan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) sebagai bagian dari upaya mengatasi persoalan sampah sekaligus mendorong transisi energi berkelanjutan.

Dalam bidang tata ruang, keberadaan pusat riset ini diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih terukur untuk mendukung pertumbuhan Jakarta sebagai kota modern.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendukung pembangunan berbasis ilmu pengetahuan.

Menurutnya, keberhasilan Jakarta menjadi kota global tidak hanya bergantung pada pemerintah daerah, tetapi juga memerlukan keterlibatan pemerintah pusat, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dunia usaha, dan komunitas.

Ia menilai sinergi tersebut dapat memperkuat ekosistem inovasi yang menjadi fondasi kemajuan sebuah kota modern.

“Jadi apa yang harus kita lakukan adalah bagaimana bersama dengan pemerintah daerah bahwa segala kegiatan riset dan pendidikan tinggi ini bisa kita lakukan bersama antara pusat dan daerah yang akan menjadikan Jakarta International Talent Hub,” ujarnya.

Jakarta Berpotensi Jadi Pusat Talenta Global

Stella melihat Jakarta memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi pusat pendidikan tinggi dan riset yang mampu menarik talenta terbaik dari berbagai negara.

Menurutnya, kota-kota maju di dunia menunjukkan bahwa keberadaan universitas unggulan dan pusat penelitian memiliki hubungan erat dengan pertumbuhan ekonomi serta peningkatan daya saing global.

Lingkungan yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi akan menarik sumber daya manusia berkualitas yang pada akhirnya menciptakan berbagai peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi baru.

“Jadi kesejahteraan perekonomian di suatu kota ini sangat berhubungan dengan kehadiran riset dan universitas yang tentu saja adalah mengumpulkan talent,” katanya.

Karena itu, penguatan sektor pendidikan tinggi dan riset dinilai menjadi investasi penting bagi masa depan Jakarta sebagai kota global.

Urban Knowledge Hub Jadi Rumah Kolaborasi

Urban Knowledge Hub dirancang sebagai ruang kolaborasi terbuka yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dalam satu ekosistem.

Pemerintah, akademisi, sektor swasta, komunitas, peneliti, hingga pelaku inovasi dapat memanfaatkan fasilitas tersebut untuk bertukar gagasan dan menghasilkan solusi atas berbagai tantangan perkotaan.

Keberadaan pusat pengetahuan ini juga diharapkan mampu mempercepat lahirnya inovasi yang dapat diterapkan secara nyata dalam pembangunan Jakarta.

Dengan mengedepankan riset, data, dan kolaborasi lintas sektor, Pemprov DKI Jakarta berharap Urban Knowledge Hub menjadi motor penggerak transformasi ibu kota menuju kota global yang tidak hanya menjadi pusat ekonomi nasional, tetapi juga pusat inovasi, pengembangan talenta, dan riset terkemuka di kawasan Asia Tenggara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *