Ratusan Bonsai Ramaikan Pameran dan Kontes di K3D Depok
adainfo.id – Setelah sekian lama vakum, Festival Bonsai kembali digelar. Kali ini menghadirkan gaung besar lewat kontes dan pameran yang disambut luar biasa oleh para penggemar seni pohon mini.
Suasana di kawasan Komunitas Kampung Kita Depok (K3D) pun mendadak penuh warna dan semangat.
Dengan menampilkan lebih dari 300 bonsai dari berbagai daerah, termasuk Jabodetabek, Bandung, Bengkulu, hingga Bali.
Momentum Kebangkitan Komunitas Pasca Pandemi
Diselenggarakan dalam waktu persiapan yang cukup singkat, kegiatan ini justru mampu membuktikan potensi besar yang masih terpendam dalam komunitas seni tanaman tersebut.
Hal ini ditegaskan oleh Sungkowo Pudjodinomo, pembina K3D, yang menyebut kegiatan ini sebagai sebuah “test case” yang berhasil.
“Cukup antusias si pebonsai ini. Sampai jumlahnya melebihi ekspektasi. Artinya kegiatan seperti ini sangat bergairah kembali,” ungkap pria yang akrab disapa Pakde Bowo, Minggu (4/5/2025).
Pakde Bowo menambahkan bahwa kontes dan pameran ini menjadi sarana untuk menghidupkan kembali semangat para pecintanya.
Apalagi, sempat meredup selama pandemi beberapa tahun lalu.
Bonsai Kecil dan Filosofi Besar di Balik Kontes
Daya tarik utama dari festival kali ini adalah keberagaman gaya dan ukuran yang dipamerkan, salah satunya gaya Bunjin dan bonsai mini.
Tak hanya soal tampilan, seni tanaman ini juga mengandung filosofi yang dalam.
Seperti yang disampaikan oleh juri sekaligus penggiat bonsai kawakan, Gunardi S. atau dikenal Gunting Cemani.
Menurut Gunardi, hal tersebut bukan sekadar hobi, melainkan juga bentuk kontemplasi dan pelestarian alam.
“Bonsai unggul itu bukan hanya soal bentuk indah. Tapi bagaimana pohon itu mampu meniru karakter pohon tua di alam, sesuai style-nya,” tutur Gunardi.
Menariknya, festival kali ini memberi ruang besar bagi bonsai berukuran kecil dan mini.
Tujuannya jelas, inklusivitas. Agar siapa pun, termasuk pemula, bisa ikut menanam dan mencintai tanpa terkendala biaya atau keterbatasan ruang.
“Tidak semua orang bisa membeli bonsai besar, jadi kami dorong penggemar bonsai mini agar bisa ikut serta,” tambah Gunardi.
Dukungan Pemerintah dan Harapan Showroom Bonsai Depok
Kehadiran Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Abdul Rahman atau Abra, menjadi sinyal positif bahwa Pemkot Depok mendukung penuh kegiatan semacam ini.
Abra bahkan menyebut karya-karya yang dipamerkan sudah berkelas dunia.
“Kami berencana menjadikan lokasi K3D sebagai showroom bonsai. Tidak hanya digunakan saat kontes, tapi juga bisa dinikmati setiap hari,” ungkap Abra.
Lebih jauh, Abra menekankan bahwa ini adalah bentuk filosofi konservasi yang selaras dengan misi pelestarian lingkungan hidup.
“Bonsai itu filosofi. Ketika kita merancang bentuknya, kita belajar dari alam. Dan dalam konteks lingkungan, belajar dari alam itu sangat penting,” terang Abra.
Misi Edukasi Lingkungan
Festival ini bukan hanya meriah dalam tampilan, tetapi juga sarat nilai edukatif.
Melalui bonsai, masyarakat diajak untuk mencintai dan memahami alam.
Seni tersebut mengajarkan tentang kesabaran, ketekunan, dan keseimbangan, nilai-nilai yang sangat relevan di tengah isu lingkungan saat ini.
Abra juga mengimbau agar warga Depok menjadikan tanaman ini sebagai media ekspresi kecintaan terhadap alam.
“Mari cintai alam, jaga alam, agar alam menjaga kita kembali,” tutup Abra.












