Jelang Pernikahan, Seorang Pria Ditemukan Bunuh Diri di Masjid Agung Sumber, Cirebon
adainfo.id – Suasana religius di Masjid Agung Sumber, Kabupaten Cirebon, mendadak berubah menjadi duka. Seorang pria ditemukan tewas terkapar di area pengimaman masjid usai diduga melompat dari atap bangunan suci tersebut, Selasa malam (03/06/2025). Korban diketahui bernama Nursyafi’i, warga asal Banyu Asin, Sumatra Selatan.
Peristiwa tragis ini sontak mengejutkan jamaah dan pengurus masjid, terutama karena terjadi tak lama setelah Salat Isya, tepat saat akan dilangsungkan kegiatan rutin hadroh malam Selasa.
Kronologi Kejadian
Menurut penuturan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sumber, Mushafa, korban sebelumnya terlihat gelisah dan menangis tersedu-sedu di dalam area masjid. Ia sempat diminta keluar oleh jamaah dan petugas keamanan masjid karena menunjukkan tanda-tanda gangguan emosional.
“Korban terlihat sangat tidak tenang. Sudah diminta meninggalkan area masjid, tapi ia tetap bertahan di dalam,” ujar Mushafa kepada wartawan.
Tindakan korban mengejutkan semua pihak karena tidak ada yang menyangka bahwa pria tersebut akan nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis seperti itu. Tidak lama kemudian, suara keras terdengar dari area pengimaman, dan jasad korban ditemukan sudah tidak bernyawa.
Identitas Korban Terungkap dari Pemeriksaan Sidik Jari
Kapolsek Sumber, AKP Apandi, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa korban tidak membawa identitas resmi, hanya membawa tas kecil dan sebuah ponsel. Melalui pemeriksaan sidik jari oleh tim Inafis, identitas korban berhasil diungkap.
“Setelah kami periksa, korban diketahui bernama Nursyafi’i, berasal dari Sumatra Selatan. Ia sempat tinggal di Jakarta, dan datang ke Cirebon sehari sebelum kejadian,” jelas Apandi.
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa korban sempat menghubungi rekannya di Cirebon dan mencurahkan isi hati mengenai persoalan asmara, yang belakangan diketahui sebagai penyebab utama tekanan emosional yang dialaminya.
Diduga Depresi Jelang Pernikahan
Dari informasi yang diperoleh aparat, Nursyafi’i tengah menghadapi tekanan berat menjelang rencana pernikahannya dengan seorang perempuan asal Sulawesi. Kegelisahan dan tangisan korban sebelum kejadian menguatkan dugaan bahwa ia tengah berada dalam kondisi depresi mendalam.
“Korban diduga mengalami tekanan psikologis yang cukup berat. Ia bahkan sempat meminta izin untuk menginap di sekitar area masjid,” kata Apandi.
Situasi ini memperkuat spekulasi bahwa korban tidak hanya mengalami gangguan emosional sesaat, melainkan memikul beban psikologis kompleks yang akhirnya membuatnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.
Setelah dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa ke RSUD Gunung Jati untuk menjalani proses otopsi. Pihak kepolisian juga tengah melakukan penelusuran terhadap keluarga korban, sekaligus menyusun mekanisme pemulangan jenazah ke daerah asalnya di Banyu Asin.
Polisi menyatakan bahwa penyelidikan masih berlangsung, terutama terkait latar belakang pribadi dan kondisi kejiwaan korban. Penanganan profesional, termasuk kerja sama dengan psikolog forensik, akan dilibatkan guna menggali motif pasti di balik kejadian ini.
Kegiatan Keagamaan Dibatalkan
Insiden tersebut menyebabkan seluruh kegiatan keagamaan malam itu dibatalkan, termasuk kegiatan rutin hadroh malam Selasa yang biasanya diikuti oleh puluhan jamaah. Banyak warga dan jamaah yang masih tidak percaya atas peristiwa tersebut.
“Baru saja kita salat bersama, tahu-tahu sudah ada polisi dan ambulans. Suasananya sangat mencekam,” kata salah satu jamaah yang tidak ingin disebut namanya.
Tragedi yang terjadi di Masjid Agung Sumber menjadi peringatan penting tentang pentingnya kepedulian terhadap kesehatan mental. Gangguan psikologis, depresi, hingga tekanan akibat persoalan pribadi seperti asmara dan keluarga, bisa berujung fatal jika tidak tertangani dengan baik.
Diperlukan ruang konseling yang mudah diakses, edukasi publik tentang gejala depresi dan gangguan kejiwaan, serta peningkatan peran tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat dalam menjadi tempat curhat yang aman dan suportif bagi mereka yang sedang mengalami tekanan hidup.











