Aksi Bersih-bersih Kampung, Forkabi Depok dan Pemkot Sinergi Tangani Masalah Lingkungan
adainfo.id – Dewan Pimpinan Daerah Forum Komunikasi Anak Betawi (DPD Forkabi) Kota Depok menggelar aksi Bersih-bersih Kampung bersama Pemerintah Kota (Pemkot) di Jalan Naming D Bhotin, Kampung Lio, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Minggu (08/02/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari gerakan sosial Forkabi dalam mendukung kebersihan lingkungan sekaligus upaya pencegahan banjir di wilayah perkotaan.
Sejak pagi hari, ratusan peserta turun langsung membersihkan lingkungan permukiman warga.
Fokus utama kegiatan diarahkan pada saluran air, bahu jalan, serta area yang selama ini kerap menjadi titik penumpukan sampah.
Aksi Bersih-bersih Kampung Forkabi Kota Depok ini mendapat sambutan positif dari warga yang selama ini merasakan dampak genangan air saat musim hujan.
Kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan membersihkan lingkungan, tetapi juga sebagai sarana identifikasi persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan lanjutan dari pemerintah daerah.
Kolaborasi Forkabi dan Pemkot Depok
Kegiata ini melibatkan anggota Forkabi dari 11 kecamatan di Kota Depok. Selain kader, turut hadir Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, Camat Pancoranmas, Lurah Depok, serta komunitas lingkungan, pengurus RW, dan RT setempat.
Kolaborasi lintas unsur ini memperlihatkan sinergi antara organisasi kemasyarakatan dan pemerintah dalam menangani persoalan lingkungan.
Jalan Naming D Bhotin dipilih sebagai lokasi kegiatan karena berada di kawasan padat penduduk dan kerap terdampak genangan air akibat sistem drainase yang tidak optimal.
Aparatur pemerintah yang hadir langsung di lapangan melakukan peninjauan terhadap kondisi drainase dan lingkungan sekitar.
Temuan-temuan di lapangan menjadi bahan evaluasi awal untuk langkah penanganan lanjutan.
Ketua DPD Forkabi Kota Depok, Edi Dadang Chandra yang akrab disapa Bang Barok, mengungkapkan bahwa kegiatan Bersih-bersih Kampung ini menemukan persoalan serius pada saluran drainase di Kampung Lio.
Menurutnya, sumbatan yang ditemukan cukup parah dan menjadi salah satu penyebab utama banjir.
“Kami menemukan sumbatan drainase yang sudah lama dan sangat parah. Kondisi ini tidak bisa ditangani secara manual dan membutuhkan alat berat untuk mengangkat serta membongkarnya,” ujar Bang Barok di sela kegiatan.
Bang Barok menegaskan bahwa Forkabi berharap pihak terkait dapat segera menindaklanjuti temuan tersebut.
Ia menilai penanganan drainase harus dilakukan secara menyeluruh agar aliran air kembali lancar dan risiko banjir dapat diminimalkan.
Selain membersihkan lingkungan, Forkabi juga berperan menyuarakan aspirasi warga terkait persoalan infrastruktur dasar yang berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.
Bang Barok menambahkan bahwa kegiatan Bersih-bersih Kampung tidak berhenti pada satu lokasi saja.
Forkabi Kota Depok berkomitmen menjadikan program ini sebagai agenda rutin yang akan dilaksanakan oleh masing-masing Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Forkabi di tingkat kecamatan.
“Kami ingin kegiatan ini berkelanjutan. Setiap DPC Forkabi akan melaksanakan Bersih-bersih Kampung di wilayahnya masing-masing untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan lingkungan,” katanya.
Menurutnya, persoalan sampah dan drainase tidak bisa diselesaikan secara instan.
Diperlukan keterlibatan semua pihak, mulai dari organisasi kemasyarakatan, pemerintah, hingga warga setempat agar lingkungan tetap terjaga.
Apresiasi Camat Pancoranmas
Sementara itu, Camat Pancoranmas, Mustaqim, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Forkabi Kota Depok yang menggelar kegiatan Bersih-bersih Kampung bersama Pemkot.
Mustaqim menilai kegiatan ini sebagai contoh kolaborasi positif antara masyarakat dan pemerintah.
“Terima kasih atas kolaborasi Forkabi dengan Pemkot Depok, DLHK, camat, lurah, serta tokoh masyarakat. Kegiatan ini sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan,” ujar Mustaqim.
Mustaqim juga mengingatkan pentingnya pengawasan terhadap Tempat Penampungan Sementara (TPS) sampah agar tidak menimbulkan masalah baru.
Ia meminta masyarakat untuk aktif memantau kondisi TPS dan segera melaporkan apabila terjadi penumpukan atau sampah berceceran ke jalan raya.
Menurutnya, peran aktif warga menjadi kunci utama dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Pemerintah daerah, kata dia, tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat.
“Semoga kegiatan ini rutin dan menjadi contoh bagi organisasi lain di Kota Depok,” katanya.
Tindak Lanjut dari Lurah Depok
Disisi lain, Pelaksana Tugas Lurah Depok, Sholahudin, menyampaikan terima kasih atas kerja sama Forkabi dengan pemerintah kelurahan dan kecamatan.
Ia menyebut aksi Bersih-bersih Kampung sebagai langkah konkret dalam menjaga lingkungan sekaligus menyerap aspirasi warga.
“Mari kita dukung bersama menjaga kebersihan kampung. Setelah kami tinjau langsung, memang terlihat adanya sumbatan drainase yang membutuhkan alat berat,” ujar Sholahudin.
Ia memastikan aspirasi yang disampaikan Forkabi dan warga akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan dinas terkait.
Menurutnya, penanganan drainase harus dilakukan secara teknis dan terencana agar persoalan banjir dan sampah dapat diatasi secara bertahap.
Sholahudin menegaskan bahwa pemerintah kelurahan terbuka terhadap masukan masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.
Sinergi semacam ini dinilai mampu mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan di wilayah perkotaan.
Data Lapangan dan Kondisi Lingkungan
Berdasarkan hasil dari aksi Bersih-bersih Kampung Forkabi Kota Depok, sumbatan drainase di Kampung Lio disebabkan oleh akumulasi sampah rumah tangga, plastik, serta endapan lumpur yang telah mengeras.
Kondisi tersebut menghambat aliran air dan meningkatkan risiko genangan saat hujan dengan intensitas tinggi.
Sejumlah warga mengungkapkan bahwa genangan air kerap terjadi di sekitar Jalan Naming D Bhotin, terutama pada musim hujan.
Air yang tidak mengalir dengan baik sering meluap ke jalan dan halaman rumah warga.
Melalui kegiatan ini, Forkabi dan Pemkot Depok tidak hanya melakukan pembersihan, tetapi juga menginventarisasi persoalan lingkungan yang membutuhkan penanganan lanjutan.
Temuan di lapangan menjadi dasar untuk mendorong penggunaan alat berat dan perbaikan sistem drainase oleh instansi berwenang.
Aksi Bersih-bersih Kampung ini sekaligus mempertegas peran Forkabi Kota Depok sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung program lingkungan hidup.
Selain itu juga meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan kampung secara berkelanjutan.











