Ancaman Cuaca Ekstrem, PJJ dan WFH di Jakarta Diperpanjang

ARY
Ilustrasi PJJ dan WFH di Jakarta diperpanjang sebagai antisipasi cuaca ekstrem. (Foto: Unsplash/Solen Feyissa)

adainfo.id – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali mengambil langkah antisipatif menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang masih berlangsung.

Kebijakan pembelajaran dan sistem kerja fleksibel diperpanjang demi menjamin keselamatan masyarakat di tengah ancaman curah hujan tinggi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memutuskan untuk memperpanjang masa Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) bagi para peserta didik serta kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) bagi pekerja di Jakarta.

Keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

BMKG Prediksi Hujan Lebat Hingga Awal Februari

BMKG memprediksi intensitas curah hujan masih berada pada level tinggi dan berpotensi berlangsung hingga awal Februari 2026.

Kondisi ini dinilai dapat meningkatkan risiko banjir serta gangguan aktivitas masyarakat, khususnya di wilayah rawan genangan.

Pramono menegaskan bahwa Pemprov DKI tidak ingin mengambil risiko dengan memaksakan aktivitas normal di tengah kondisi cuaca yang belum stabil.

“Dari hasil BMKG, kemungkinan besar bahwa curah hujan itu masih tinggi sampai dengan tanggal 1 Februari,” paparnya dikutip Kamis (29/01/2026).

Menurut Pramono, keselamatan warga Jakarta tetap menjadi pertimbangan utama dalam setiap kebijakan yang diambil pemerintah daerah.

Oleh karena itu, perpanjangan PJJ dan WFH dinilai sebagai langkah paling rasional untuk meminimalkan mobilitas masyarakat.

“Maka dengan demikian, saya sudah memutuskan untuk PJJ maupun orang mau work from home itu sampai dengan 1 Februari,” jelasnya.

Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan risiko kecelakaan, serta mempermudah proses evakuasi apabila terjadi kondisi darurat akibat cuaca ekstrem.

Operasi Modifikasi Cuaca Disiapkan Antisipasi Banjir

Selain memperpanjang kebijakan PJJ dan WFH, Pemprov DKI Jakarta juga memberikan lampu hijau untuk pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk mengendalikan intensitas hujan di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

OMC dilakukan dengan memecah awan hujan sebelum mencapai wilayah daratan Jakarta, sehingga diharapkan dapat mengurangi potensi banjir.

“Saya sudah memberikan persetujuan kalau diperlukan untuk OMC. Karena kemungkinan curah hujannya masih tinggi, termasuk hari ini,” tukasnya.

Masyarakat juga diimbau agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG, serta mematuhi kebijakan pemerintah demi keselamatan bersama.

Selain itu, masyarakat di wilayah rawan banjir diminta untuk meningkatkan kesiapsiagaan, sementara orang tua dan peserta didik diharapkan dapat menyesuaikan aktivitas belajar dari rumah selama masa PJJ diperpanjang.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *