Antisipasi Kepadatan, Rekayasa Lalin Diterapkan di Kota Tua Jakarta

ARY
Ilustrasi rekayasa lalin yang akan diberlakukan di kawasan Kota Tua Jakarta. (Foto: Unsplash/Yulia Agnis)

adainfo.id – Rekayasa lalu lintas (Lalin) Kota Tua mulai diberlakukan akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026 untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan selama rangkaian kegiatan Jakarta Kota Sinema dan perayaan Imlek di kawasan bersejarah tersebut.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat akan mengerahkan sebanyak 110 personel guna memastikan kelancaran arus lalu lintas di wilayah Kecamatan Tamansari, Jakarta Barat.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Susilo Dewanto, mengatakan langkah ini dilakukan sebagai upaya pengendalian mobilitas pengunjung.

Diperkirakan pengunjung akan meningkat signifikan selama agenda budaya dan perayaan berlangsung.

“Rekayasa Lalin ini akan diberlakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Kota Tua,” ucapnya dikutip Sabtu (17/01/2026).

110 Petugas Disiagakan di Ruas Jalan dan Venue Kegiatan

Susilo menjelaskan, ratusan personel tersebut akan disebar di sejumlah titik strategis.

Termasuk ruas jalan utama dan lokasi kegiatan yang diperkirakan menjadi pusat keramaian.

“Kami kerahkan 110 petugas yang terbagi dalam tiga sif, termasuk penempatan petugas pada dua venue, yaitu Gedung Jasindo dan Gedung Cipta Niaga,” tuturnya.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas juga bertugas memberikan informasi dan arahan kepada pengendara serta pejalan kaki guna meminimalisir potensi kemacetan.

Ruas Jalan Ditutup Bertahap Selama Kegiatan

Rekayasa lalu lintas akan diberlakukan secara bertahap di beberapa ruas jalan di kawasan Kota Tua, menyesuaikan dengan jadwal kegiatan.

Penutupan Jalan Teh dijadwalkan berlangsung pada 30–31 Januari 2026.

Selanjutnya, Jalan Cengkeh akan ditutup pada 3–7 Februari 2026, sementara Jalan Kunir II Dalam direncanakan ditutup pada 26 Februari 2026.

“Untuk Jalan Cengkeh, termasuk penutupan lokasi sementara (Loksem) pedagang pada 31 Januari hingga 1 Februari 2026,” jelasnya.

Penutupan ini bersifat sementara dan akan dievaluasi secara berkala sesuai dengan kondisi di lapangan.

Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat mengimbau masyarakat untuk mematuhi arahan petugas selama rekayasa lalu lintas berlangsung serta memanfaatkan jalur alternatif yang telah disiapkan.

“Imbauan ini kami sampaikan sejak jauh hari agar para pengendara mengetahui titik-titik yang diberlakukan rekayasa Lalin agar dapat menghindari lokasi ini dan mencari jalur alternatif,” tutupnya.

Langkah ini diharapkan dapat menjaga kenyamanan pengunjung serta mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan budaya di kawasan Kota Tua Jakarta.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *