Arah Kebijakan Dirjen Imigrasi Baru
adainfo.id – Hendarsam Marantoko langsung menegaskan arah kebijakan strategis usai resmi dilantik sebagai Direktur Jenderal Imigrasi pada Rabu (01/04/2026).
Dalam pernyataannya, ia mengusung konsep utama “Imigrasi untuk Rakyat” sebagai fondasi kebijakan keimigrasian ke depan.
Konsep tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi akan menjadi kerangka kerja utama dalam menjalankan fungsi Direktorat Jenderal Imigrasi di bawah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dirjen Hendarsam menegaskan bahwa seluruh kebijakan dan langkah strategis yang diambil akan diarahkan untuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau saya mempunyai keyword bahwa imigrasi untuk rakyat. Intinya imigrasi adalah untuk rakyat,” ujarnya usai pelantikan.
Dalam menjalankan tugasnya, Hendarsam memastikan bahwa arah kebijakan imigrasi tidak akan keluar dari visi besar pemerintahan Prabowo Subianto.
Ia menekankan bahwa amanah yang diberikan harus dijalankan sejalan dengan program strategis nasional, termasuk agenda reformasi hukum yang menjadi bagian dari Asta Cita.
“Sebagai Direktur Jenderal Imigrasi yang baru, saya dan kami tidak akan keluar dari koridor tersebut,” tegasnya.
Namun demikian, ia juga menyoroti bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi memiliki karakteristik khusus yang menuntut kemampuan lebih dari sekadar pelaksanaan teknis.
“Direktur Jenderal Imigrasi mempunyai kekhasan dan keunikan. Tidak hanya sebagai pelaksana teknis saja, tapi harus bisa membaca alam pikir daripada Pak Presiden,” lanjutnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa peran strategis imigrasi tidak hanya administratif, tetapi juga memiliki dimensi kebijakan yang lebih luas dalam mendukung arah pembangunan nasional.
Empat Fungsi Utama Imigrasi
Hendarsam menjelaskan bahwa Direktorat Jenderal Imigrasi memiliki empat fungsi utama yang harus dijalankan secara seimbang dan terintegrasi.
Keempat fungsi tersebut mencakup pelayanan publik, penegakan hukum, keamanan, dan kedaulatan negara.
Menurutnya, seluruh fungsi tersebut harus bermuara pada satu tujuan utama, yaitu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Di mana pelayanan harus untuk rakyat. Di mana fungsi keamanan harus untuk rakyat. Fungsi kedaulatan harus untuk rakyat,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa imigrasi memiliki peran sebagai fasilitator dalam berbagai sektor strategis seperti ekonomi, pariwisata, ilmu pengetahuan, dan investasi.
Peran ini menjadi semakin penting di tengah dinamika global yang menuntut negara untuk lebih adaptif dalam mengelola mobilitas manusia lintas batas.
Pelayanan Publik Jadi Prioritas Utama
Dalam kerangka “Imigrasi untuk Rakyat”, pelayanan publik menjadi fokus utama yang akan terus diperkuat.
Hendarsam menegaskan bahwa kualitas layanan kepada masyarakat harus terus ditingkatkan, baik dari sisi kecepatan, kemudahan, maupun transparansi.
Ia menyadari bahwa imigrasi merupakan salah satu wajah negara yang langsung berinteraksi dengan masyarakat dan dunia internasional.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas pelayanan menjadi kunci dalam membangun kepercayaan publik.
“Intinya imigrasi adalah untuk rakyat,” ulangnya menegaskan komitmen tersebut.
Lanjutkan Capaian dan Dorong Inovasi
Selain menjaga kesinambungan program yang telah berjalan, Hendarsam juga menekankan pentingnya inovasi dalam menghadirkan kebijakan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Ia menyatakan bahwa capaian positif yang telah diraih sebelumnya akan dipertahankan dan ditingkatkan.
“Apa yang sudah baik yang ada selama ini kita pertahankan dan kita tingkatkan,” ujarnya.
Namun, ia juga menegaskan bahwa inovasi harus menjadi bagian dari transformasi imigrasi ke depan.
“Dan kemudian memberikan inovasi-inovasi yang tentunya harus objeknya adalah rakyat,” tambahnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa reformasi di sektor imigrasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga substantif dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Imigrasi sebagai Fasilitator Pembangunan
Dalam perspektif yang lebih luas, Hendarsam melihat imigrasi sebagai salah satu instrumen penting dalam mendukung pembangunan nasional.
Ia menegaskan bahwa imigrasi tidak hanya berfungsi sebagai penjaga pintu negara, tetapi juga sebagai fasilitator pertumbuhan ekonomi.
Peran ini mencakup dukungan terhadap sektor pariwisata, investasi, serta pengembangan ilmu pengetahuan melalui mobilitas global.
Dengan demikian, kebijakan imigrasi yang adaptif dan progresif menjadi kebutuhan utama dalam menghadapi tantangan global.
Hendarsam juga menyoroti pentingnya kemampuan adaptasi dalam menghadapi perubahan global yang semakin cepat.
Menurutnya, Direktorat Jenderal Imigrasi harus mampu merespons dinamika tersebut dengan kebijakan yang tepat dan inovatif.
Hal ini menjadi krusial mengingat peran imigrasi yang berada di garis depan dalam mengelola arus masuk dan keluar manusia antarnegara.
Dengan pendekatan yang adaptif, imigrasi diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menjaga stabilitas nasional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.
Komitmen Perkuat Kinerja Berkelanjutan
Dengan semangat “Imigrasi untuk Rakyat”, Hendarsam menegaskan komitmennya untuk memperkuat kinerja Direktorat Jenderal Imigrasi secara berkelanjutan.
Ia memastikan bahwa seluruh kebijakan yang diambil akan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta mendukung agenda pembangunan nasional.
Melalui penguatan pelayanan publik, inovasi kebijakan, serta peningkatan kapasitas kelembagaan, imigrasi diharapkan mampu menjadi institusi yang semakin kuat dan responsif.
Komitmen tersebut sekaligus menjadi penanda arah baru kebijakan keimigrasian Indonesia di bawah kepemimpinan Hendarsam Marantoko, dengan fokus utama menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas melalui konsep besar “Imigrasi untuk Rakyat”.












