Ardian Fajar Kandidat Tunggal, Muscab HIPMI Kota Depok Berpeluang Aklamasi

Ardian Fajar (empat dari kanan) selepas dinyatakan lolos verifikasi sebagai calon Ketua Umum HIPMI Kota Depok periode 2026–2029, Kamis (5/2/26). (Foto: ig @Guardian.official_)

adainfo.id – Bursa kepemimpinan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Depok periode ke-7 memasuki babak baru.

Hingga batas akhir pendaftaran bakal calon ketua umum yang ditutup pada Kamis (5/2/2026), hanya satu nama yang resmi mendaftar dan dinyatakan lolos verifikasi, yakni Ardian Fajar Prastyawan.

Dengan kondisi tersebut, Musyawarah Cabang (Muscab) ke-7 Badan Pengurus Cabang (BPC) HIPMI Kota Depok periode 2026–2030 diprediksi kuat akan berakhir dengan mekanisme aklamasi, menyusul tidak adanya kandidat lain yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi.

Sementara hal tersebut, ketua Steering Committee (SC) Muscab HIPMI Kota Depok, Deri Hafizh, mengonfirmasi bahwa hingga detik terakhir penutupan pendaftaran, hanya satu berkas bakal calon yang masuk dan memenuhi ketentuan organisasi.

“Berdasarkan informasi dan berkas yang kami terima sampai dengan ditutupnya batas waktu pendaftaran, hanya satu berkas yang kami terima atas nama saudara Ardian Fajar Prastyawan,” ujar Deri, Kamis (5/2/2026).

Ia menegaskan bahwa seluruh tahapan pendaftaran dilakukan secara terbuka dan sesuai dengan aturan organisasi yang berlaku.

Berkas Ardian dinyatakan lengkap dan sah setelah melalui proses verifikasi administrasi oleh panitia Muscab.

Menuju Penetapan Calon Ketua Umum Definitif

Setelah penutupan pendaftaran, tahapan Muscab HIPMI Kota Depok akan dilanjutkan dengan rapat pleno Steering Committee untuk menetapkan Ardian Fajar Prastyawan sebagai Calon Ketua Umum definitif melalui Surat Keputusan (SK).

Deri menjelaskan, rapat pleno tersebut merupakan prosedur formal yang wajib dilakukan meskipun hanya terdapat satu bakal calon.

“Selanjutnya kami akan menggelar pleno SC untuk menetapkan calon ketua umum secara resmi. Semua tahapan tetap kami jalankan sesuai mekanisme organisasi,” katanya.

Dengan hanya satu calon yang ditetapkan, forum Muscab mendatang diperkirakan akan berlangsung singkat dan berakhir melalui proses aklamasi oleh peserta Muscab.

Dinamika Internal Warnai Muscab HIPMI Depok

Meski hanya diikuti satu calon, proses Muscab HIPMI Kota Depok tidak lepas dari dinamika internal.

Sebelumnya, dua nama sempat mencuat sebagai bakal kandidat ketua umum, yakni Ardian Fajar Prastyawan dan Isyam Satrio.

Namun, menjelang penutupan pendaftaran, Isyam Satrio memutuskan untuk mengundurkan diri dari kontestasi.

Pengunduran diri Isyam turut menandai berakhirnya persaingan dalam pemilihan ketua umum HIPMI Kota Depok periode mendatang.

Steering Committee Bantah Berbagai Spekulasi

Muscab HIPMI Kota Depok tahun ini memang memunculkan dinami internal yang kian memanas serta menimbulkan berbagai macam spekulasi, salah satunya adalah adanya isu pelanggaran prosedur tahapan Muscab.

Menanggapi hal tersebut, Deri Hafizh, menegaskan bahwa seluruh proses telah dilaksanakan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) HIPMI, serta jadwal yang telah disepakati bersama.

“Panitia telah membuka ruang sanggahan selama dua hari setelah proses verifikasi. Setiap keberatan tentu harus disampaikan secara resmi dan memiliki dasar hukum yang jelas,” ujar Deri.

Ia menambahkan bahwa proses pendaftaran dilakukan secara terbuka, dan setiap kader memiliki kesempatan yang sama untuk mendaftar sepanjang memenuhi persyaratan.

Selain meluruskan isu pelanggaran tahapan Muscab, Deri pun turut mengklarifikasi isu pembiayaan Muscab yang sempat mencuat.

Deri memastikan bahwa biaya pelaksanaan Muscab tidak dibebankan kepada bakal calon ketua umum.

Menurutnya, ketentuan tersebut telah diatur secara jelas dalam Anggaran Rumah Tangga HIPMI Pasal 14, yang menyebutkan bahwa anggaran Muscab dikelola oleh BPC HIPMI Kota Depok dengan prinsip efisiensi dan kepentingan organisasi.

“Pembiayaan Muscab tidak dibebankan kepada calon. Anggaran dikelola oleh BPC HIPMI Kota Depok sesuai ketentuan organisasi,” tegasnya.

Penjelasan tersebut disampaikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di internal organisasi maupun di kalangan anggota.

Ardian Fajar di Posisi Kuat

Dengan status sebagai kandidat tunggal, posisi Ardian Fajar Prastyawan dinilai sangat kuat untuk memimpin HIPMI Kota Depok periode 2026–2030.

Ardian sebelumnya telah menyampaikan komitmennya untuk menjadikan HIPMI sebagai mitra strategis Pemerintah Kota Depok dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan kewirausahaan.

Visi yang diusung Ardian bertajuk “Guyup Babarengan: Tumbuh Bersama dan Berdampak Nyata”, menekankan kolaborasi antaranggota, sinergi dengan pemerintah daerah, serta kontribusi konkret bagi pengembangan ekonomi lokal.

Muscab HIPMI Kota Depok ke-7 menjadi momentum penting bagi organisasi pengusaha muda tersebut untuk menentukan arah kebijakan dan peran strategis ke depan.

Dengan kondisi kandidat tunggal, perhatian publik kini tertuju pada agenda dan program yang akan dijalankan oleh calon ketua umum terpilih.

Di tengah tantangan ekonomi dan kebutuhan akan penguatan sektor kewirausahaan, HIPMI Kota Depok diharapkan mampu memainkan peran aktif sebagai motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus wadah pembinaan pengusaha muda yang inklusif dan berkelanjutan.

BSP GROUP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *