ASAR Humanity Hadirkan Gerai Bahagia Ramadan, 2.500 Penerima Manfaat Sambut Antusias
adainfo.id – Sebanyak 2.500 penerima manfaat memadati halaman Masjid Nurul Sa’adah di Desa Leubok Mane, Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, dalam kegiatan Gerai Bahagia Ramadan dan Ifthar Akbar yang digelar ASAR Humanity pada Kamis (26/02/2025).
Kegiatan ini diperuntukkan bagi anak yatim, dhuafa, serta masyarakat terdampak pascabencana yang tengah berupaya bangkit dari situasi sulit.
Momentum Ramadan dimanfaatkan sebagai ruang penguatan spiritual sekaligus pemulihan sosial bagi warga.
Rangkaian acara diawali dengan Gerai Bahagia Ramadan. Dalam kegiatan ini, para penerima manfaat diberikan kesempatan memilih langsung pakaian baru untuk menyambut Hari Raya Idulfitri.
Konsep tersebut berbeda dari pola pembagian bantuan konvensional yang biasanya bersifat satu arah.
ASAR Humanity menghadirkan pendekatan berbasis martabat, di mana penerima manfaat tidak hanya menerima, tetapi memiliki ruang untuk menentukan pilihannya sendiri.
Pendekatan ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih bermakna dan emosional.
Anak-anak dan keluarga yang hadir tampak antusias memilih pakaian sesuai ukuran dan selera mereka, menciptakan suasana yang hangat dan penuh harapan.
ASAR Humanity menilai bahwa memberi ruang untuk memilih merupakan bentuk penghormatan terhadap nilai kemanusiaan.
Masyarakat terdampak bencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga penguatan psikologis dan sosial.
Angkat Martabat Masyarakat Pascabencana
Kegiatan Gerai Bahagia Ramadan ASAR Humanity menegaskan bahwa setiap individu berhak merasakan kebahagiaan dan penghormatan yang sama dalam menyambut Ramadan dan Idulfitri.
Ketua Yayasan ASAR Humanity, Noval Eriansyah, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk menjangkau masyarakat hingga pelosok daerah.
“Kami ingin masyarakat yang sedang bangkit dari musibah tetap bisa menjalani Ramadan dengan khidmat dan penuh harapan. Memberikan ruang bagi mereka untuk memilih sendiri kebutuhannya adalah bentuk penghormatan atas martabat penerima manfaat,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa penguatan martabat menjadi salah satu prinsip utama dalam setiap program kemanusiaan yang dijalankan.
Dalam konteks pascabencana, pemulihan sosial memerlukan pendekatan yang tidak sekadar karitatif, tetapi juga partisipatif.
Kajian Ramadan dan Pesan Solidaritas
Setelah kegiatan gerai, acara dilanjutkan dengan kajian Ramadan yang disampaikan oleh Abi Asnawi Arakundo.
Tausiyah tersebut menjadi ruang refleksi spiritual bagi jamaah yang hadir.
Dalam penyampaiannya, ia mengajak masyarakat menjadikan musibah sebagai momentum memperkuat keimanan serta mempererat solidaritas sosial.
“Ramadan adalah waktu untuk kembali menguatkan hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Di tengah ujian, kita diajarkan untuk saling menopang,” tutur Abi Asnawi di hadapan jamaah.
Pesan tersebut disambut dengan khidmat oleh ribuan peserta yang memenuhi area masjid.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang berbagi materi, tetapi juga sarana membangun kekuatan spiritual kolektif.
Kajian Ramadan dinilai penting sebagai bagian dari pemulihan psikososial, terutama bagi masyarakat yang terdampak bencana dan masih berproses dalam fase bangkit kembali.
Ifthar Akbar Penuh Kebersamaan
Kegiatan kemudian ditutup dengan Ifthar Akbar yang diikuti seluruh peserta.
Ribuan warga berbuka puasa bersama di halaman dan area masjid dalam suasana tertib dan penuh kebersamaan.
Momentum berbuka puasa bersama menjadi simbol persatuan dan solidaritas antarwarga.
Anak-anak, orang tua, relawan, dan donatur duduk berdampingan menikmati hidangan sederhana yang disiapkan panitia.
Suasana haru dan syukur tampak mewarnai kegiatan tersebut. Bagi sebagian penerima manfaat, kegiatan ini menjadi pengalaman yang membekas karena merasakan perhatian dan dukungan secara langsung dari berbagai pihak.
Dukungan Donatur dan Relawan
ASAR Humanity menyampaikan bahwa terselenggaranya Gerai Bahagia Ramadan dan Ifthar Akbar tidak terlepas dari dukungan para donatur serta relawan.
Kolaborasi tersebut menjadi kekuatan utama dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah terdampak bencana.
Keterlibatan relawan lokal juga memperkuat kedekatan program dengan masyarakat setempat.
Distribusi bantuan dan pengaturan kegiatan dilakukan secara terkoordinasi untuk memastikan seluruh rangkaian acara berjalan lancar.
Perluasan Program ke Berbagai Wilayah
ASAR Humanity menegaskan bahwa model Gerai Bahagia Ramadan dan Ifthar Akbar akan direplikasi di sejumlah wilayah lain di Indonesia.
Beberapa daerah yang menjadi target perluasan antara lain Aceh Tamiang, Aceh Timur, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Yogyakarta, hingga wilayah komunitas mualaf di Nusa Tenggara Timur termasuk kawasan Flores.
Perluasan ini difokuskan pada wilayah-wilayah yang membutuhkan penguatan sosial dan spiritual.
Terutama masyarakat terdampak bencana serta komunitas mualaf yang memerlukan pendampingan.
Pendekatan berbasis martabat dan partisipasi diharapkan dapat menghadirkan dampak jangka panjang dalam proses pemulihan sosial masyarakat.
ASAR Humanity berharap kolaborasi kebaikan yang terbangun melalui Gerai Bahagia Ramadan ASAR Humanity dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak penerima manfaat secara berkelanjutan di berbagai penjuru Tanah Air.











