Banjir di Jalan Raya Tanah Baru Depok Bikin Motor Mogok, Lalu Lintas Tersendat
adainfo.id – Banjir merendam kawasan Jalan Raya Tanah Baru di Kota Depok pada Rabu (11/03/2026).
Hal tersebut sempat membuat sejumlah kendaraan roda dua mengalami mogok saat melintasi ruas jalan tersebut.
Air yang menggenangi jalan utama tersebut diduga berasal dari luapan kali yang berada di sepanjang Jalan Raya Tanah Baru.
Selain membawa debit air yang cukup besar, luapan tersebut juga disertai sampah yang menyebabkan genangan air menimbulkan bau tidak sedap di sekitar lokasi.
Kondisi ini membuat aktivitas lalu lintas di kawasan tersebut terganggu.
Beberapa pengendara terlihat harus menuntun kendaraannya setelah mesin motor mati akibat menerobos genangan air yang cukup dalam.
Luapan Kali Picu Banjir Jalan
Luapan air dari aliran kali menjadi penyebab utama terjadinya genangan di badan jalan.
Air meluap hingga menutup sebagian ruas jalan sehingga kendaraan harus melambat saat melintas.
Selain air yang cukup tinggi, arus yang membawa berbagai jenis sampah juga memperburuk kondisi.
Sampah yang terbawa arus menimbulkan bau tidak sedap yang menyebar di sekitar kawasan jalan tersebut.
Bagi warga sekitar, kondisi seperti ini bukan pertama kali terjadi.
Ketika debit air dari wilayah hulu meningkat, kawasan tersebut menjadi titik genangan yang mengganggu aktivitas masyarakat dan pengguna jalan.
Salah satu petugas keamanan perumahan di sekitar lokasi, Rian (30), mengatakan air mulai naik menjelang waktu Maghrib.
Menurutnya, banjir di kawasan tersebut sering terjadi meskipun kondisi cuaca di Depok tidak sedang hujan.
“Tadi air naik kira-kira sebelum Maghrib. Kalau di jalan ini sudah biasa air naik, walaupun tidak hujan di sini, kalau kiriman dari Bogor deras pasti luber di sini,” ungkap Rian.
Kendaraan Banyak Mati Mesin
Genangan air yang cukup tinggi membuat sejumlah pengendara kesulitan melintas.
Beberapa sepeda motor bahkan terlihat mogok setelah mencoba menerobos genangan yang cukup dalam.
Kondisi ini memaksa pengendara untuk menepi dan menunggu air surut sebelum melanjutkan perjalanan.
Sebagian lainnya memilih memutar arah untuk menghindari ruas jalan yang terendam banjir.
Situasi tersebut juga menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Raya Tanah Baru menjadi tersendat.
Kendaraan yang melintas harus berjalan perlahan untuk menghindari kerusakan mesin akibat air yang masuk ke dalam sistem kendaraan.
Meski demikian, menurut Rian, kondisi banjir yang terjadi kali ini masih belum separah kejadian sebelumnya.
Ia menyebut genangan yang pernah terjadi di kawasan tersebut bahkan sempat melumpuhkan aktivitas warga.
“Ini sih belum seberapa, sebelumnya pernah sampai aktivitas warga terkunci, sebab jalanan kerendam parah dan dalam,” tambah Rian.
Pekerjaan Pengaspalan Terhenti
Selain berdampak pada aktivitas lalu lintas, banjir yang terjadi di Jalan Raya Tanah Baru juga mengganggu pekerjaan pengaspalan jalan yang tengah berlangsung di kawasan tersebut.
Sejumlah pekerja yang sedang melakukan perbaikan jalan terpaksa menghentikan pekerjaan karena kondisi jalan yang tergenang air.
Pengaspalan tidak dapat dilakukan saat permukaan jalan dalam keadaan basah.
Salah satu pekerja pengaspalan bernama Beben mengatakan pekerjaan tidak bisa dilanjutkan selama genangan air masih menutup badan jalan.
Aspal yang baru dipasang tidak akan menempel dengan baik jika terkena air.
“Kalau banjir begini ngaspal jalan juga nggak bisa dikerjain. Aspal baru kalau kena air juga nggak akan nempel,” ujar Beben.
Penundaan pekerjaan ini membuat proses perbaikan jalan harus menunggu hingga kondisi benar-benar kering.
Para pekerja memilih menunda aktivitas guna menghindari kerusakan pada material aspal yang sudah disiapkan.
Kekhawatiran Warga Terhadap Dampak Lingkungan
Selain mengganggu mobilitas kendaraan, banjir yang membawa sampah dari aliran kali juga memicu kekhawatiran warga sekitar.
Sampah yang terbawa arus air menimbulkan bau tidak sedap yang cukup menyengat.
Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memicu gangguan kesehatan apabila berlangsung dalam waktu lama.
Lingkungan yang tergenang air dan dipenuhi sampah berpotensi menjadi tempat berkembangnya berbagai bibit penyakit.
Warga berharap adanya penanganan yang lebih serius terhadap persoalan luapan kali di sepanjang Jalan Raya Tanah Baru.
Menurut mereka, perbaikan sistem drainase dan pengelolaan aliran air perlu dilakukan agar genangan tidak terus berulang.
Masalah banjir yang kerap terjadi di kawasan ini dinilai memerlukan solusi jangka panjang.
Selain berdampak pada aktivitas warga, genangan air di ruas jalan utama juga berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat yang melintas setiap hari.
Warga juga berharap adanya pembersihan aliran kali secara berkala agar sampah tidak menyumbat jalur air.
Dengan demikian, aliran air dapat mengalir lebih lancar dan tidak meluap ke badan jalan saat debit meningkat.
Permasalahan banjir di Jalan Raya Tanah Baru menjadi perhatian masyarakat karena kawasan tersebut merupakan jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan.
Jika tidak ditangani secara serius, genangan air berpotensi terus berulang dan mengganggu aktivitas warga serta pengguna jalan yang melintas di kawasan tersebut.












