Banjir Surut, Sampah di Sungai Ciliwung Dibersihkan
adainfo.id – Penumpukan sampah akibat banjir di sejumlah titik aliran Sungai Ciliwung, Jakarta sudah berhasil di tangani.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Asep Kuswanto, yang memastikan hal tersebut.
Penyampaian ini saat ia melakukan peninjauan langsung ke beberapa titik penanganan sampah pasca banjir di Jakarta.
Dalam kunjungan itu, jajarannya mendatangi lima titik kritis penumpukan sampah di Sungai Ciliwung.
Lima titik tersebut adalah Saringan Sampah (SS) TB Simatupang, inlet sodetan Ciliwung, outlet sodetan Ciliwung, jembatan Kampung Melayu, dan pintu air Manggarai.
Pengendalian Volume Sampah Pasca Banjir Berhasil
H+2 pasca banjir yang melanda beberapa wilayah ibu kota tercatat berlangsung dalam kondisi terkendali.
Asep menegaskan bahwa tidak ada hambatan besar dalam aliran Sungai Ciliwung akibat sampah yang menumpuk.
“Setelah kami melakukan penelusuran ke lapangan, volume sampah di beberapa titik aliran Sungai Ciliwung sudah di tangani oleh pasukan oranye yang bertugas,” jelasnya pada Jumat (7/3/2025).
“Sehingga itu tidak akan mengakibatkan efek bendung pada sungai,” imbuhnya.
Salah satu titik yang masih memerlukan perhatian lebih adalah outlet sodetan Ciliwung.
Di mana tumpukan sampah masih di dominasi oleh kayu, pohon, bahkan kabel.
Dalam proses pembersihannya, pasukan oranye menggunakan alat berat untuk mempercepat pengangkutan sampah ke truk.
Pasukan Oranye Berperan Besar dalam Penanganan Sampah Pasca Banjir
Asep mengapresiasi pasukan oranye yang telah bekerja keras tanpa lelah membersihkan sampah di sepanjang aliran Sungai Ciliwung.
Menurut Asep, aksi cepat mereka menjadi bukti nyata komitmen pihaknya dalam menjaga kebersihan ibu kota pasca banjir.
“Saya sangat mengapresiasi seluruh pasukan oranye yang terus bekerja tanpa kenal lelah,” bebernya.
“Ini adalah upaya bersama untuk memastikan aliran sungai tetap lancar dan tak menyebabkan banjir susulan,” sambungnya.
Ada Lebih dari 2.000 Ton Sampah Pasca Banjir
Sebelumnya, Dinas LH DKI Jakarta telah menyiagakan 5.000 pasukan oranye untuk mengantisipasi sampah yang terbawa arus banjir kiriman sejak Minggu (2/3) hingga Selasa (4/3).
Berkat kerja keras mereka, lebih dari 2.000 ton sampah berhasil di angkut dan di kelola dengan baik.
Penanganan cepat ini di harapkan dapat mencegah penyumbatan aliran tersebut.
Lalu, mengurangi risiko banjir berulang, serta menjaga kebersihan lingkungan bagi warga Jakarta.
Upaya Berkelanjutan Menjaga Kebersihan Sungai
Komitmen untuk menjaga kebersihan sungai dan lingkungan perkotaan melalui berbagai program berkelanjutan.
Beberapa langkah ke depan salah satunya adalah peningkatan patroli dan pemantauan aliran sungai untuk mencegah penumpukan sampah.
Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, di harapkan kondisi sungai di Jakarta semakin bersih dan bebas dari ancaman banjir akibat sampah.












