Bekasi Dilanda Longsor Usai Banjir, Enam Rumah Terdampak
adainfo.id – Belum sepenuhnya pulih dari bencana banjir, wilayah Kabupaten Bekasi kembali dilanda musibah.
Kali ini, tanah longsor terjadi di kawasan bantaran sungai dan mengancam permukiman warga yang berada di sekitarnya.
Peristiwa tanah longsor tersebut terjadi di bantaran Kali Bekasi, tepatnya di Desa Karangsatria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi.
Insiden ini menambah daftar bencana alam yang melanda Bekasi dalam beberapa waktu terakhir.
Berdasarkan informasi yang beredar, longsor terjadi di kawasan yang berbatasan langsung dengan aliran sungai.
Dampaknya, sedikitnya enam rumah warga dilaporkan terdampak akibat pergerakan tanah di lokasi tersebut.
Kejadian ini menjadi catatan serius mengingat wilayah Kabupaten Bekasi sebelumnya juga sempat digenangi banjir akibat tingginya debit air sungai.
Dalam unggahan akun Instagram @infobekasi pada Sabtu (31/01/2026), terlihat kondisi bantaran Kali Bekasi yang mengalami longsoran cukup parah.
“Berdasarkan ketua RT setempat, sebanyak 6 rumah terdampak akibat longsor,” demikian laporan dalam postingan tersebut.
Longsor Terjadi Secara Bertahap
Menurut laporan, longsor di wilayah Tambun Utara tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan berlangsung bertahap seiring melemahnya struktur tanah di bantaran sungai.
“Sebelum longsor, jarak dari permukiman warga ke bantaran Kali Bekasi sekitar 12 meter,” sambungnya.
Meski bukan berada di kawasan dengan kontur tanah tinggi, peristiwa ini menunjukkan tingginya kerentanan wilayah bantaran sungai yang dijadikan area permukiman.
Akibat longsor tersebut, sejumlah rumah mengalami kerusakan berat. Bahkan, terdapat rumah warga yang nyaris hilang terseret longsoran tanah.
Dalam dokumentasi yang diunggah, terlihat kondisi rumah yang hanya menyisakan satu ruangan serta sebagian dinding yang masih berdiri.
“Ada yang sisa satu ruangan, hingga hanya tersisa tembok depan rumah,” tulis postingan itu.
Kerusakan parah ini membuat warga harus waspada dan mengamankan diri dari kemungkinan longsor lanjutan.
Sebagai langkah antisipasi, warga berharap adanya tindakan cepat dari pemerintah untuk meminimalisir risiko bencana lanjutan.
“Warga berharap pemerintah dapat mengambil langkah pencegahan dengan membuat tanggul,” tandasnya.
Pembangunan tanggul dinilai penting untuk menopang tanah di sepanjang bantaran sungai agar tidak kembali longsor dan mengancam permukiman warga.
Belum Ada Data Korban Jiwa
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui secara pasti jumlah korban akibat bencana tanah longsor tersebut. Namun, peristiwa ini memicu simpati luas dari masyarakat.
Unggahan mengenai longsor di Bekasi tersebut hingga Sabtu (31/01/2026) pukul 17.00 WIB telah disukai oleh 6.759 pengguna Instagram.
Di kolom komentar, sejumlah warganet turut menyampaikan doa dan dukungan bagi warga yang terdampak.
“Ya Allah, untuk warga Bekasi, semoga diberikan keselamatan dan lekas pulih dari bencana banjir dan longsor,” tutur warganet dengan akun @ez*******.
“Bagi warga yang kehilangan rumahnya, semoga diberikan kesabaran dan ketabahan,” ungkap warganet melalui akun @da*********.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mitigasi bencana, khususnya bagi wilayah bantaran sungai yang rawan terdampak banjir dan longsor, terutama di tengah cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi.











