BGN Beri Sanksi Dapur MBG Usai Video Joget Viral, Temuan Pelanggaran SOP Terungkap
adainfo.id – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setelah viral video seorang pria berjoget di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang memicu sorotan publik luas di media sosial.
Keputusan tersebut diambil menyusul inspeksi langsung yang dilakukan oleh pihak BGN terhadap fasilitas dapur yang menjadi lokasi dalam video tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya sejumlah pelanggaran serius terhadap standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan pemerintah dalam pelaksanaan program MBG.
Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengungkapkan bahwa pelanggaran yang ditemukan tidak hanya berkaitan dengan etika kerja.
Akan tetapi juga menyangkut aspek teknis yang berpotensi memengaruhi kualitas makanan yang disajikan kepada penerima manfaat.
“Setelah dilakukan pengecekan langsung, kami menemukan bahwa layout dapur tidak sesuai standar dan sistem IPAL atau Instalasi Pengolahan Air Limbah juga tidak memenuhi ketentuan yang berlaku,” beber Nanik dikutip Rabu (25/03/2026).
Pelanggaran SOP Jadi Dasar Sanksi Tegas
Temuan tersebut menjadi dasar utama bagi BGN untuk menjatuhkan sanksi penghentian sementara terhadap operasional dapur MBG yang bersangkutan.
Pelanggaran SOP dinilai sebagai persoalan krusial yang tidak bisa diabaikan, terutama karena program ini menyasar kelompok rentan seperti anak-anak.
Menurut Nanik, ketidaksesuaian layout dapur berpotensi mengganggu alur kerja higienis dalam proses pengolahan makanan.
Selain itu, sistem pengolahan limbah yang tidak memenuhi standar juga dapat berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat secara luas.
“Kami tidak bisa mentolerir hal-hal yang berpotensi memengaruhi kualitas makanan dan kebersihan dapur. Program ini menyangkut kesehatan anak-anak, sehingga semua mitra wajib mematuhi standar yang telah ditetapkan,” paparnya.
Langkah penghentian ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh mitra pelaksana program MBG agar tidak mengabaikan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah.
Viral Video Joget Picu Evaluasi Menyeluruh
Kasus ini bermula dari beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan seorang pria berjoget di dalam dapur fasilitas MBG.
Aksi tersebut menuai kritik publik karena dianggap tidak mencerminkan profesionalisme dalam lingkungan kerja yang berkaitan dengan penyediaan makanan.
BGN menilai tindakan tersebut bukan sekadar pelanggaran etika, melainkan juga mencerminkan lemahnya pengawasan internal serta kurangnya pemahaman terhadap standar kebersihan dan disiplin kerja di dapur.
“Kami sangat menyayangkan dan merasa kecewa dengan sikap mitra yang menunjukkan perilaku tidak profesional di area dapur yang seharusnya dijaga standar kebersihan dan kedisiplinannya,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, BGN juga memberikan teguran keras kepada individu yang terlibat dalam video tersebut.
Teguran ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pihak yang terlibat dalam program MBG agar menjaga integritas dan profesionalisme.
Mitra Miliki Tujuh Dapur, Baru Satu Beroperasi
Dalam penelusuran lebih lanjut, BGN mengungkap bahwa mitra yang bersangkutan sebenarnya memiliki alokasi tujuh titik dapur MBG.
Namun, hingga saat ini, baru satu dapur yang telah beroperasi, sementara enam lainnya masih dalam tahap persiapan.
“Informasi yang kami terima, mitra tersebut mendapatkan tujuh titik dapur, tetapi yang sudah berjalan baru satu. Sementara enam lainnya belum beroperasi,” ungkapnya.
Kondisi ini menambah perhatian BGN terhadap kesiapan mitra dalam menjalankan program secara menyeluruh.
Pemerintah menilai bahwa kesiapan infrastruktur dan pemahaman terhadap SOP harus menjadi prioritas utama sebelum operasional dapur dimulai.
Evaluasi terhadap mitra tersebut juga akan mencakup seluruh rencana dapur yang belum beroperasi, guna memastikan bahwa pelanggaran serupa tidak terulang di lokasi lain.
Program MBG Ditekankan Bukan Proyek Bisnis
BGN kembali menegaskan bahwa program MBG bukanlah proyek bisnis yang berorientasi pada keuntungan finansial.
Program ini merupakan bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Khususnya anak-anak, guna mendukung tumbuh kembang dan kecerdasan generasi mendatang.
“Kami ingin menegaskan bahwa program ini bukan bisnis. Ini adalah program pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi dan mencerdaskan generasi muda. Karena itu, seluruh mitra harus menjalankan program ini dengan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Penegasan ini menjadi penting di tengah meningkatnya partisipasi mitra dalam program MBG.
Pemerintah ingin memastikan bahwa seluruh pihak yang terlibat memiliki komitmen yang sama terhadap tujuan utama program, yakni meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui asupan gizi yang layak.
Langkah penghentian sementara operasional dapur ini juga menjadi bagian dari upaya evaluasi menyeluruh terhadap sistem kerja SPPG yang bermitra dengan BGN.
Pemerintah berharap kejadian ini dapat menjadi momentum perbaikan, sekaligus memperkuat pengawasan terhadap implementasi program di lapangan.












