Buka Puasa Bersama di Pengasinan, Ari Andriana Soroti Aktivitas Malam Anak saat Ramadan

ARY
Lurah Pengasinan, Kota Depok, Ari Andriana saat memberikan sambutan dalam acara santunan anak yatim dan buka puasa bersama warga di RW 06, Kebon Kopi, Minggu (15/03/26). (Foto: adainfo.id)

adainfo.id – Kegiatan buka puasa bersama sekaligus santunan anak yatim digelar di RW 06, Kebon Kopi, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Sawangan, Kota Depok, Minggu (15/03/2026).

Acara yang berlangsung menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah tersebut dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat serta aparat pemerintahan setempat.

Kegiatan sosial tersebut turut dihadiri Lurah Pengasinan Ari Andriana, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, serta warga sekitar yang berkumpul untuk berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim di lingkungan tersebut.

Suasana kebersamaan terlihat sejak sore hari ketika warga mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dimulai dengan santunan kepada anak-anak yatim.

Dalam kesempatan tersebut, Ari menyampaikan apresiasi kepada warga dan pengurus lingkungan yang tetap mengadakan kegiatan sosial di tengah kesibukan masyarakat mempersiapkan kebutuhan Lebaran.

“Alhamdulillah menjelang datangnya Hari Raya Idulfitri, di wilayah Pengasinan masih ada kegiatan santunan anak yatim. Di saat banyak orang sibuk mencari baju Lebaran dan menyiapkan kue, kita masih bisa berbagi dengan anak-anak yatim,” ujar Ari.

Ia menilai kegiatan semacam ini mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial yang masih kuat di tengah masyarakat.

Ari juga memberikan apresiasi kepada pengurus RW serta para pemuda di wilayah Kebon Kopi yang telah berinisiatif menggelar kegiatan tersebut.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak RW dan anak-anak muda Kebon Kopi yang telah menginisiasi kegiatan ini. Ini merupakan bentuk kepedulian yang luar biasa kepada anak-anak yatim di lingkungan kita,” katanya.

Menurutnya, kegiatan santunan tidak hanya menjadi bentuk kepedulian sosial semata, tetapi juga membawa keberkahan bagi seluruh pihak yang terlibat.

“Mudah-mudahan apa yang kita niatkan dan apa yang kita berikan kepada anak-anak ini menjadi amal kebaikan yang mendapatkan ganjaran pahala dari Allah SWT,” tuturnya.

Sosialisasi Program Rintisan Sekolah Swasta Gratis

Selain menghadiri kegiatan santunan anak yatim, Ari juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan informasi mengenai salah satu program pendidikan dari Pemerintah Kota Depok.

Program yang dimaksud adalah Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), yang ditujukan bagi siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

“Program pemerintah saat ini ada Rintisan Sekolah Swasta Gratis. Jadi adik-adik yang lulus dari SD dan tidak diterima di SMP negeri tidak perlu khawatir, karena bisa melanjutkan sekolah di SMP swasta yang sudah bekerja sama dengan pemerintah,” jelasnya.

Menurut Ari, program tersebut bertujuan memberikan akses pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat.

Ia menyebutkan bahwa di wilayah Pengasinan terdapat dua sekolah yang telah bergabung dalam program tersebut.

“Di wilayah Pengasinan ada dua sekolah yang masuk dalam program ini, yaitu SMP Bina Rahayu dan SMP Nusa Bakti,” ujarnya.

Melalui program RSSG, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi melakukan praktik yang melanggar aturan demi mendapatkan kursi di sekolah negeri.

“Kalau tidak diterima di sekolah negeri, tidak perlu lagi mencari jalan belakang atau melakukan hal-hal yang tidak semestinya. Di dua sekolah swasta tersebut pendidikan sudah dibiayai oleh pemerintah,” tegasnya.

Warga Diminta Awasi Aktivitas Anak Selama Ramadan

Dalam kesempatan yang sama, Ari juga mengingatkan masyarakat agar tetap memperhatikan aktivitas anak-anak selama bulan Ramadan.

Menurutnya, suasana lingkungan selama Ramadan biasanya lebih ramai karena masyarakat sering beraktivitas hingga larut malam.

“Di bulan Ramadan biasanya aktivitas masyarakat lebih ramai sampai malam. Anak-anak yang biasanya sudah tidur pukul sembilan atau sepuluh malam menjadi lebih sering beraktivitas di luar rumah,” katanya.

Kondisi tersebut, menurutnya, membutuhkan perhatian khusus dari orang tua serta tokoh masyarakat agar aktivitas anak-anak tetap berada dalam jalur yang positif.

Karena itu, ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama mengawasi kegiatan anak-anak di lingkungan sekitar.

“Kita tetap harus mengawasi anak-anak. Kalau kegiatannya positif tentu tidak masalah, tetapi kalau sudah mengarah pada hal-hal yang bisa mengganggu ketertiban atau kenyamanan warga lain, tentu harus kita hentikan,” ujarnya.

Pengawasan Lingkungan Selama Ramadan

Selain peran orang tua, Ari juga meminta aparat lingkungan dan unsur keamanan untuk terus memantau situasi di wilayah Depok agar tetap kondusif selama bulan Ramadan.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara masyarakat dan aparat dalam menjaga keamanan lingkungan.

“Kami juga meminta Babinsa dan aparat lingkungan untuk terus melakukan pengawasan. Kita khawatir ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan keramaian untuk membuat situasi tidak kondusif,” katanya.

Menurutnya, menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga masyarakat.

“Keamanan lingkungan bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kita semua sebagai masyarakat untuk menjaga wilayah agar tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *