CFD Depok Kembali Digelar Selepas Libur Lebaran, Ini yang Berbeda dari Sebelumnya

ACS
Suasana CFD di Kota Depok usai libur Lebaran, Minggu (29/03/26). (Foto:adainfo.id)

adainfo.id – Setelah sempat libur selama dua pekan dalam rangka perayaan Idulfitri, kegiatan Car Free Day (CFD) di Kota Depok kembali digelar dan langsung disambut antusias warga yang memadati ruas jalan protokol pada Minggu (29/03/2026).

Warga kembali menikmati suasana pagi tanpa polusi dan kebisingan kendaraan bermotor, memanfaatkan momen ini untuk berolahraga hingga bersantai bersama keluarga di ruang publik terbuka.

CFD kali ini kembali berpusat di dua titik utama, yakni sepanjang Jalan Margonda Raya dari Simpang Juanda hingga Putaran Jalan Dahlia, serta Jalan Arif Rahman Hakim.

Kemudian Kemudian di kawasan Boulevard Grand Depok City (Jalan Citayam–KSU).

Akses kendaraan bermotor di kedua jalur tersebut ditutup total mulai pukul 06.00 hingga 09.00 WIB.

Pantauan di lapangan menunjukkan warga mulai berdatangan sejak pagi hari, bahkan saat matahari baru terbit.

Mereka datang dari berbagai wilayah untuk menikmati udara segar sekaligus mengisi waktu akhir pekan.

Warga Nikmati Ruang Publik Tanpa Polusi

Kembalinya CFD menjadi momentum yang dinantikan warga setelah sebelumnya terhenti selama periode Lebaran.

Aktivitas seperti jogging, bersepeda, hingga jalan santai kembali terlihat mendominasi ruas jalan utama kota.

Suasana tanpa kendaraan bermotor memberikan pengalaman berbeda bagi masyarakat.

Jalan yang biasanya dipadati kendaraan berubah menjadi ruang publik yang ramah bagi pejalan kaki dan pesepeda.

Banyak warga memanfaatkan kesempatan ini untuk berolahraga ringan bersama keluarga maupun komunitas.

Selain itu, CFD juga menjadi ruang interaksi sosial yang mempertemukan berbagai lapisan masyarakat.

CFD Jadi Pusat Aktivitas UMKM

Selain menjadi ruang olahraga, CFD Depok juga menjelma sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat.

Sepanjang jalur CFD, pedagang UMKM tampak memadati sisi jalan dengan berbagai produk yang ditawarkan.

Beragam barang dijajakan, mulai dari pakaian, perlengkapan rumah tangga, hingga aneka kuliner tradisional dan kekinian.

Kehadiran para pelaku UMKM ini menambah daya tarik CFD sebagai destinasi akhir pekan.

Fenomena pasar kaget ini menjadi peluang bagi pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan.

Terutama setelah periode Lebaran yang identik dengan tingginya konsumsi masyarakat.

Interaksi antara penjual dan pembeli berlangsung dinamis, menciptakan suasana yang hidup dan penuh warna di sepanjang jalur CFD.

Antusiasme Warga Mulai Terlihat Meski Belum Ramai

Salah satu pengunjung, Jeje (16), mengaku rutin memanfaatkan CFD sebagai sarana menjaga kebugaran.

Ia terlihat berlari santai di sekitar kawasan Depok Open Space (DOS).

“Saya sudah beberapa kali ke CFD buat lari santai di depan kantor balaikota. Enak aja suasananya,” ujar Jeje, Minggu (29/03/2026).

Meski demikian menurut Jeje ada yang berbeda, ia menilai suasana CFD perdana pasca Lebaran ini belum sepenuhnya kembali normal.

Jumlah pengunjung dinilai masih lebih sedikit dibandingkan hari-hari biasa sebelum libur panjang.

“Kalau sekarang agak sepi, mungkin karena masih banyak yang mudik atau liburan, makanya tidak seramai sebelumnya,” jelasnya.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa arus balik Lebaran masih berlangsung, sehingga sebagian warga belum kembali beraktivitas seperti biasa di kota.

Kuliner Tetap Jadi Daya Tarik Utama CFD

Di tengah aktivitas olahraga, kuliner tetap menjadi magnet utama bagi pengunjung CFD.

Berbagai jajanan khas mudah ditemukan di sepanjang jalur, mulai dari makanan tradisional hingga modern.

Bagi Jeje, kuliner menjadi bagian tak terpisahkan dari pengalaman CFD.

Setelah berolahraga, ia mengaku menikmati makanan sebagai bentuk relaksasi.

“Buat warga Depok, ayo datang ke CFD buat olahraga,” ucapnya.

Kehadiran kuliner lokal ini tidak hanya memperkaya pengalaman pengunjung, tetapi juga memperkuat peran CFD sebagai ruang ekonomi kreatif yang inklusif bagi masyarakat.

Seiring berjalannya waktu, CFD Depok diperkirakan akan kembali ramai seiring berakhirnya masa libur Lebaran dan kembalinya aktivitas normal masyarakat.

Hal tersebut menjadikan kegiatan ini sebagai salah satu agenda rutin yang dinantikan setiap akhir pekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *